Sabtu, 22 Maret 2014

Sisi lain Boediono

Malam semuanya...
Malam ini aku mau ngebahas tentang bapak wapres kita, Boediono, yang sangat jarang sekali terekspos media. Jika berbicara soal Boediono, orang-orang pasti akan mengaitkan dengan kasus Bank Century, dan sampai saat ini kasus itu masih ramai diperbincangkan di media. Rabu kemarin, matanajwa mengundang bapak Boediono spesial dengan topiknya malam itu "Dibalik Diam Boediono".   Berkat acara tersebutlah, masyarakat jadi lebih mengenal sosok Boediono yang sebenarnya sangat sederhana, santun, dan pendiam. Beliau bukan seorang politisi yang sangat memperdulikan pencitraan. Beliau malah tidak suka jika apa yang ia lakukan dieskpos oleh media. Dan lucunya negeri kita ini adalah orang-orang yang tidak terekspos media dianggap tidak melakukan apa-apa, karena popularitasnya kalah dnegan para politisi yang malang-melintang di televisi maupun surat kabar. Pernah suatu kali pak Boediono dan Jokowi pergi blusukan ke salah satu sekolah, lucunya murid-murid di sekolah itu justru mengelu-elukan Jokowi, meneriakkan nama Jokowi keras-keras, seakan-akan tak ada sosok Boediono di situ. Tapi melihat hal itu tidak membuat Boediono sedih atau kecewa tetapi dia justru tertawa lebar dan menampakkan raut wajah bahagia. Kemudian Najwa menanyakan padanya tentang hal itu, mengapa ia tetap tertawa padahal popularitasnya kalah dibanding Jokowi. "Ya Jokowi memang bukan lawan saya dalam kepopuleran. Saya tdk terganggu" ucap Boediono. Ia mengatakan bahwa popularitasnya memang kalah jauh dengan Jokowi karena dia memang tidak mencari popularitas, apa yang ia lakukan semuanya murni pengabdiannya untuk bangsa dan negara, bukan untuk pencitraan atau agar dielu-elukan masyarakat. Salah seorang bawahannya mengatakan dia sering menawarkan pada Boediono untuk mengundang wartawan saat sedang menjalankan tugas-tugasnya sebagai wapres, tetapi Boediono menolak, dia tidak mau dieskpos oleh media. 
 “Dari dulu saya tidak mengejar popularitas. Yg ingin dikejar adalah apa yang saya ingin laksanakan di hati saya.” Kata Boediono.
Mendengar itu saya terharu dan speechless. Ditengah para politisi yang saat ini sibuk melakukan pencitraan untuk merebut hati masyarakat, Boediono justru menolak tawaran untuk diekspos media. Karena hal ini saya kemudian berpikir, Jokowi baru beberapa bulan menjabat sebagai Gubernur tetapi popularitasnya terus meningkat, hal ini tidak lepas karena peran wartawan yang selalu mengikutinya kemana-mana, seakan-akan Jokowi memiliki wartawan pribadi yang terus mengikutinya kemanapun. Jokowi naik ojek diberitakan, Jokowi makan makanan pinggir jalan diberitakan, seakan dirinya tak punya kehidupan pribadi yang tidak terekspos media. Padahal kenyataannya banyak pejabat yang melakukan banyak untuk rakyat tetapi karena tidak pernah diekspos di media jadi orang-orang menganggap ia tak melakukan apa-apa. Lucu ya negeri kita ini :)
Boediono sosok yang sangat sederhana, malam itu saya benar-benar sedih dan terharu. Orang baik seperti dia diberitakan yang buruk, sedangkan orang yang hobinya PENCITRAAN DI MEDIA justru dielu-elukan dan dianggap super hero. 
Salah seorang ajudan Boediono mengatakan beberapa waktu lalu pak Boediono berangkat haji dengan keluarganya menaiki pesawat milik negara, dan beliau memerintahkan bawahannya itu untuk menghitung seluruh biaya tersebut, termasuk biaya parkir pesawat selama berada di sana, dan dia bayar semuanya dengan uangnya pribadi, dan uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kas negara. Karena kata beliau haji itu kan ibadah saya dan keluarga jadi uang yang digunakan juga harus uang sendiri.  “Waktu naik haji, sebenarnya disediakan pesawat kepresidenan dan ditanggung negara. Tapi Beliau bayar dengan uang pribadi.” Ucap M. Oemar. Ia melanjutkan, " “Tidak hanya bayar tiket pesawat, tapi bahkan ongkos parkirnya pun diganti dengan uang pribadinya.” 
Speechless, hari gini sangaaaaaaat jarang ada pejabat yang sejujur dan sebaik ini :( 
Kemudian, pernah lagi suatu ketika saat Boediono bepergian ke luar negeri, beliau kekurangan beberapa singlet (dalaman) lalu beliau menyuruh bawahannyan untuk membelikannya beberapa singlet. Sesampainya di Indonesia, Boediono memanggil bawahannya itu dan menanyakan berapa biaya yang dia keluarkan untuk membeli singlet-singlet tersebut, uangnya dibayar kembali oleh Boediono.  “Pernah suatu hari kunjungan ke LN, harus beli beberapa singlet. Beliau ganti dengan uang pribadi. Sangat ketat pisahkan soal-soal begini.” Kata M.Oemar.
Super yaaa pak Boediono ini :)
Pernah juga suatu kali Boediono harus menghadiri acara di luar kota. Ternyata dalam acara itu para tamu yang hadir harus memakai pakaian batik, lalu Boediono memakai batik yang sama persis seperti batik yang dipakai para pegawai hotel tempatnya menginap. "Beliau pernah beli batik sederhana di toko dalam hotel, untuk acara resmi. Ternyata itu batik seragam pegawai hotel.” Chatib Basri. 
Walaupun beliau seorang wapres tetapi beliau tidak malu memakai seragam batik hotel agar bisa hadir dalam acara tersebut. Sangat sederhana :)
Sahabat Boediono mengatakan jika disuruh mendeskripsikan orang baik di dunia itu seperti apa ya jawabannya seperti pak Boediono itu jawabannnya.
 “Kalau saya ditanya definisi org baik itu siapa, saya akan jawab Boediono. Saya katakan itu dari hati saya.” Abdillah Toha
Bahkan pihak matanajwa membutuhkan waktu setahun untuk meyakinkan Boediono agar hadir di acara tersebut. Kalau pejabat lain pasti akan sangat senang sekali bisa diundang ke matanajwa (hitung-hitung pencitraan gratis) tapi Boediono justru memilih untuk datang ke matanajwa saat masa jabatannya hampir habis. Wow!!! I love you, Pak Boediono :)
Saat ditanya soal sosok Boediono dulu dan sekarang pada istrinya, istrinya menjawab, “Dia (Boediono) tetap sama dari dulu sampai sekarang. Lugu dan tidak romantis.” Lalu saat ditanya apa yang dipelajari istrinya dari seorang Boediono, ini jawabannya, “Pelajaran tentang kesederhanaan dan memisahkan mana yang hak dan mana yang bukan.” 

Acara matanajwa emang keren banget, selalu menampilkan sesuatu yang lain, sesuatu yang tidak biasa. Matanajwa selalu menampilkan sesuatu yang berbeda ibaratnya matanajwa bisa melihat apa yang tak mampu kita lihat. Berkat matanajwa jugalah orang-orang jadi tahu sosok seperti apa sebenarnya Boediono. Sosok yang sederhana, rendah hati, santun, apa adanya, dan jujur :) semangat terus pak Boediono, kebaikan memang nggak perlu diumbar supaya dielu-elukan orang, karena ada Tuhan yang maha tahu apa yang kita lakukan, cukup dia yang mengetahui kebaikan-kebaikan yang Anda lakukan, karena balasannya pasti di akhirat nanti. Semoga semakin banyak orang-orang seperti Boediono. Boediono memberi harapan pada kita bahwa masih banyak sebenarnya para pejabat yang baik dan jujur, Indonesia tidak seburuk yang terlihat dilayar kaca televisi Anda :)

Konklusi Matanajwa:
1. Pak Boed lama bersama kekuasaan, dalam makna lain telah memberi pengabdian.
2. Dia mungkin contoh yang sempurna, pejabat nonpolitik yang relatif diterima.
3. Sebagai wapres dia tahu diri, berada di gelanggang sebagai pengganti.
4. Kini dia menjadi samsak amuk politik, akibat bank gagal berdampak
sistemik.
5. Ada yang menudingnya miskin terobosan, hanya karena Pak Boed taat aturan.
6. Dia bukan bintang liputan media, meski bukan berarti sedikit bekerja.
7. Selamanya kita bisa belajar dari dirinya, laku keseimbangan yang terjaga.
8. Berwibawa tanpa banyak kata, lama berkuasa namun tetap hidup sederhana.
9. Dia teknokrat yang santun dalam batasan, menyeimbangkan peran & atasan.
10. Bekerja dalam dingin rasionalitas angka, paham distorsi pasar dan negara.
11. Pak boed terpuji karena laku sederhana, merintis jalan menuju negeri sejahtera, meski ia tak sepenuhnya berkuasa.
12. Dalam berkecamuk belenggu para politisi, Boediono contoh pekerja yang memilih sunyi.

Jumat, 14 Maret 2014

Jokowi Nyapres, Sedih atau Senang?

Mungkin ini adalah berita yang ditunggu-tunggu oleh semua orang bahwa hari ini Jokowi resmi menerima keputusan Megawati untuk menjadi capres 2014 dari PDIP.  Ada tiga mandat yang diamanahkan Megawati kepada Joko Widodo melalui surat perintah yang ditulis tangannya sendiri.
Berikut ini adalah tiga mandat dalam surat perintah harian tersebut:
"Perintah Harian: Merdeka!"
"Saya, selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan; kepada seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai mata hati, keadilan, dan kejujuran di mana pun kalian berada!

1. Dukung Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

2. Jaga dan amankan jalannya pemilu legislatif terutama di TPS-TPS dan proses penghitungan yang berjalan dari segala bentuk kecurangan dan intimidasi.

3. Teguh dan tegarkan hati dalam mengawal demokrasi di Republik Indonesia tercinta.

"Pesan harian dari Ibu Ketua Umum ini kami harap disebarkan pada seluruh rakyat Indonesia," ujar Puan saat membacakan surat tersebut. (Sumber: AntaraNews)

Aku nggak tahu harus senang atau sedih membaca berita ini. Jujur saja, aku sangat menyukai karakter Jokowi yang santun, rendah diri, dan kebiasaannya yang suka blusukan. Tetapi aku tidak menyangka jika Jokowi akan menerima mandat yang diperintahkan Ketua Umum PDIP, Megawati, untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden 2014. Mengingat ia baru beberapa bulan menjabat sebagai Gubernur DKI. Apalagi setiap kali ditanya oleh media selama ini terkait pencalonannya sebagai presiden, dia selalu menolak, dia mengatakan ingin fokus mengurus Jakarta dulu, ingin fokus mengurus masalah banjir dulu. Tapi sekarang tiba-tiba dia memutuskan menuruti perintah Mega, tentunya hal ini menuai pro dan kontra. Persoalan pertama adalah, Itu menandakan bahwa Jokowi tidak konsisten dengan kata-katanya sebelumnya yang tidak mau mencalonkan diri sebagai presiden. Kedua, jika sekarang ia mau maka itu artinya ia tipe orang yang bisa disetir oleh atasan. Manut sama semua perintah pimpinan, yang artinya kalaupun nantinya dia terpilih sebagai presiden 2014, bukan tidak mungkin jika segala kebijakan dan keputusan yang diambil akan dipengaruhi atau diatur oleh orang yang menyetirnya. Jokowi memang tipikal pemimpin yang patut dicontoh yaitu suka blusukan dan apa adanya. Dua hal ini adalah hal yang sangat jarang dimiliki oleh para pejabat tinggi. Tetapi dari apa yang saya lihat selama ini, Jokowi bukan tipe pemimpin yang bisa memberikan suatu inovasi atau memiliki gebrakan atau ide-ide brilian dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Buktinya sampai hari ini Jakarta masih tetap banjir. Mengapa saya katakan demikian? Kemarin malam pada tayangan matanajwa diperlihatkan bupati Bantaeng. Dia berhasil mengubah Bantaeng yang dulunya bukan apa-apa tetapi sekarang menjadi salah satu daerah yang sangat indah. Dulu permasalahan yang dihadapi daerah itu adalah masalah banjir, tapi dengan ide briliannya, pak bupati membuat sebuah inovasi bagaimana menampung air dikala hujan dan mengalirkannya kembali di saat kemarau datang. Inovasi itu yang akhirnya merubah Bantaeng yang tadinya sebuah daerah yang rawan banjir menjadi daerah bebas banjir. Nah ini yang saya maksud tidak dimiliki oleh Jokowi. Dia memang baik, santun, blusukan, merakyat, tapi menjadi RI 1 atau seorang presiden dibutuhkan orang yang lebih dari sekedar blusukan, tetapi mampu memberi inovasi dan gebrakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Apalagi menjadi presiden yang akan dihadapi adalah orang-orang yang jauh lebih berat lagi. Orang baik seperti Jokowi bisa saja tergelincir. Di sisi lain, coba kita sedikit melihat pada warga muslim Jakarta. Apa yang akan mereka dapatkan jika Jokowi terpilih menjadi presiden dan mereka harus dipimpin oleh non-muslim? Masih ada Jokowi sebagai gubernur saja kebutuhan mereka mulai terpinggirkan, apalagi jika tidak ada lagi Jokowi? Bukan berarti Ahok tidak bagus, namun ketika minoritas memimpin mayoritas maka hal itu akan membuat ketimpangan karena sebaik apapun minoritas tentu dia akan lebih memperjuangkan kaumnya sendiri. Dan ada satu kalimat yang selalu dikatakan Ahok bahwa Indonesia bukan negara Islam tetapi sekuler. Jadi coba kita bayangkan bagaimana nasib saudara-saudara muslim kita di Jakarta? Wallahualam, semoga Tuhan memberikan yang terbaik, siapapun pemimpinnya semoga bisa membawa Indonesia kepada kemajuan dan ke arah lebih baik. Yang pasti jangan ada di antara kita yang GOLPUT. Karena ketika kita golput, itu artinya kita membiarkan orang yang salah untuk menjadi pemimpin. Ingat bahwa nasib bangsa Indonesia, nasib perekonomian, masa depan Indonesia, harga bahan pokok, bahan bakar, semua ada pada pemilihan april mendatang. Karena pemimpin yang akan menentukan arah bangsa, kemajuan dan kemunduran ditentukan oleh keputusan-keputusannya. Selamat malam :)

Kamis, 13 Maret 2014

Semua berubah

Beberapa hari ini aku mulai kembali seperti dulu. Udah mulai tidak memperhatikan BBM lagi. Aku nggak pernah lagi update pm, dp pun hanya sekali aku ganti. Dulu saking jarangnya aku mengganti dp dan status BBM, temen aku sampai nanya "masih aktif ja? Kirain udah enggak pake bbm lagi, abis dp sama pm nya nggak pernah diganti". 
Beberapa bulan kemarin, aku mulai aktif mengganti dp dan status di bbm namun tidak sering, hanya 2 kali atau sekali sehari. Walaupun sebenarnya dulu aku nggak begitu suka dengan aktivitas itu. 
Tapi tetap, aku tidak mau curhat masalah pribadi di status pm, bagi aku itu privasi. Dan lagi, aku kadang suka kasian sama orang-orang yang sebentar-sebentar mengganti status pm nya, apalagi sampai memaki-maki nggak jelas. Kenapa? Karena nggak semua orang pengen tahu kehidupan kita, justru ketika kita memaki di status, kita akan terlihat konyol dan terkesan buruk. Tapi beberapa bulan kemarin aku lumayan sering mengganti pm atau dp. Itu semua aku lakuin bukan karena aku menyukai hal itu. Tapi alasannya sederhana, aku cuma mau direspon oleh orang yang aku suka. Aku nggak peduli dengan reaksi orang-orang lain. Hanya dia yang aku perhatikan. Aku cuma pengen dia chat aku di bbm, ya cuma itu. Tapi sejak beberapa hari yang lalu semuanya berubah. Hidup aku jungkir balik dan berubah 180 derajat. Aku tersenyum pada semua orang, tapi di malam hari airmata mengalir tiada henti dan terjaga hingga pagi. Aku mencoba jalan-jalan keluar rumah, aku pergi ke tempat favoritku saat aku sedang sedih yaitu laut, aku pandangi laut tapi tetap hati rasanya sesak, hampa, dan blank. Nggak ada sisa-sisa kebahagiaan di sana. Aku tahu aku harus bangkit dan berjuang, tapi untuk saat ini aku benar-benar terpuruk. Karena aku menyadari bahwa semua yang aku inginkan ada pada orang itu. Baik, dewasa, pintar, lucu, atau mungkin ekspektasi aku aja yang terlalu besar. Setiap malam aku hanya berbicara dan mengadu pada-Nya, bertanya dan curhat terus menerus pada-Nya tanpa henti hingga aku lelah dan berbaring damai hingga pagi. Semoga akan ada pelangi setelah hujan. Aku juga mau ngucapin sesuatu buat dia, "happy birthday, semoga selalu diberi berkat dan rahmat, dipertemukan dengan jodohnya yang bisa membahagiakan, semoga segala yang diimpikan bisa tercapai dan menjadi orang yang lebih dan lebih baik setiap harinya dan semoga selalu diberikan kebahagiaan dan jauh dari kedukaan, amin". 

Selasa, 11 Maret 2014

Menyukai

Dalam hidup selalu ada yang datang dan pergi. Di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan, cepat atau lambat. Saat kita mulai mengenal dan menyukai seseorang maka saat itu kita juga harus mempersiapkan diri jika suatu saat kita harus melepasnya pergi. Bahkan orang yang sudah menikah pun bisa dipisahkan oleh maut karena hidup nggak ada yang kekal. Sakit? Pastinya, apalagi saat kita benar-benar menyukai orang itu. Tapi sesakit apapun itu hidup terus berjalan, hidup nggak akan berhenti dan nungguin kita move on. Life must go on. Dan kita juga harus tetap berjalan dan menikmati hidup ini, pahit dan indahnya. Menyukai seseorang adalah suatu kenikmatan yang diberikan tuhan bagi setiap orang. Kebahagiaan terasa berlipat ketika kita menyukai seseorang. Memandangnya diam-diam, melihat senyumnya, melihat tawanya, atau hanya sekedar stalking-stalking nggak jelas. Yang pasti saat-saat paling menyenangkan adalah menyukai lawan jenis secara diam-diam ala anak-anak ABG. Tapi yang harus disadari bahwa menyayangi seseorang bukan berarti berharap balasan. Setiap orang memiliki hak untuk menyukai siapapun, tapi tidak memaksa untuk disukai. Ada saat-saat di mana sudah merasa lelah, merasa ingin berhenti. Konsekuensi menyukai sepihak adalah bersiap mendapatkan resiko yang terburuk, patah hati, kecewa atau sakit hati, yang ujung-ujungnya terluka. Kapasitas kesabaran seseorang juga berbeda-beda. Ada yang mampu bertahan dan berjuang hingga akhir, ada pula yang terpaksa menyerah. Tetapi hidup akan terasa lebih lebih dan lebih bahagia ketika kita memiliki cinta. Jangan pernah menyesali cinta karena pernah kecewa dan terluka sebab hidup tanpa cinta ibarat masakan tanpa bumbu, hambar. Selamat malam, blogger :)

Senin, 24 Februari 2014

Happy birthday

Hari ini kak Mena ulangtahun yang ke-24. Tepat jam 12 malam aku memberikan surprise kue ulangtahun dan kado untuknya. Dia sempat kaget karena lupa kalau hari ini tanggal 24 februari 2014. Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to youuuu. 
Kak Men itu anaknya baik, penyayang, cerdas, jago banget debat, kritis, pokoknya TOP deh. Dia selalu jadi panutan buat aku. Dan alhamdulillah setelah pulang dari Surabaya tahun lalu, kak Men nyoba-nyoba tes di sana sini akhirnya she got a job, be a prosecutor. Yeaaaaah, akhirnya cita-citanya tercapai menjadi seorang jaksa. Dari ratusan pelamar dari Aceh cuma 2 orang yang lulus dari Aceh, dan dia salah satunya. Aku bangga banget sama kakakku ini. Dia selalu jadi penyemangat untuk aku belajar. Dulu tiap sekolah, aku selalu ngikut kak Mena sekolah di mana. Setiap lihat dia dapat rangking 5 besar, aku juga belajar supaya bisa seperti itu. Kadang-kadang aku merasa hidup dalam bayang-bayangnya. Mungkin karena dia satu-satunya saudara kandung yang aku punya, dari lahir aku menghabiskan waktu dengannya, berantem baikan berantem baikan jadi tentu saja kedekatan emosional juga sangat kuat. Dulu waktu kecil, aku kesal banget kalau ada yang jahat sama kak Men, apalagi dulu dia anaknya tomboy banget, temenan sama cowok, jadi aku suka ngikutin dia kemana-mana dan kalau dia berantem sama kawannya, aku bakal langsung pulang ke rumah dan mengadu sama mama supaya temennya itu dimarahin. Dan hal itu terus berlanjut sampai sekarang. Aku paling bete kalau ada yang ngejelekin kak Men atau jahat sama dia. Walaupun kita sering berantem tapi sebenarnya well aku sayang banget sama dia. Happy birthday kak Men, semoga umurnya berkah dan mendapat banyak hal-hal positif kedepannya.


Jumat, 21 Februari 2014

Cafe La Lumina


Hari ini aku nyobain cafe baru di daerah Setui, namanya "La Lumina". Suasana cafenya bagus, di tempat terbuka, varian makanannya juga banyak dengan harga terjangkau. Waktu kita pergi pengunjungnya belum ada, emang cafenya lebih enak buat duduk-duduk sore atau malam, karena bayangin aja ya kalau siang duduk di tempat terbuka gitu panasnya bakal kayak apa :)
Tapi yang nyebelin itu adalah diputar lagu-lagu mellow buat para pengunjung, buat yang jomblo terasa banget sendirinya :( jadi buat yang punya pacar asik nih ngajak pacarnya ke cafe ini. Cafenya pas di pinggir jalan jadi kita bisa duduk sambil merhatiin suasana jalan dan kendaraan yang lalu-lalang. Kalau dugaan aku lebih romantis lagi kalau perginya malam. Dengan suasana alam terbuka juga diiringi lagu-lagu romantis dan cahaya remang-remang, aiiiiiih pasti yang pergi sama pacar feel nya dapet banget :) Tempat ini juga cocok banget buat spending time sama sahabat-sahabat terdekat. Besok-besok aku bakal lebih sering duduk di tempat ini :)





Kamis, 20 Februari 2014

Tempat-tempat Favorit

Hallo.. Hari ini aku mau ceritain soal Banda Aceh, tanah kelahiran yang sudah aku tinggali sejak lahir. Aku lahir dan besar di Banda Aceh tepatnya di sektor timur, Kopelma Darussalam, mungkin biasa orang-orang bilang "Sektim" atau komplek dosen, whatever..
Banda Aceh itu kota kecil yang jalanannya tergolong cukup bersih, di jalan-jalan jarang kita temukan sampah bergelimpangan karena selalu rajin dibersihkan oleh para petugas kebersihan setiap harinya. Banda Aceh juga bukan kota besar seperti Medan atau Jakarta yang sering macet. Jadi kalau mau bepergian antara satu tempat ke tempat yang lain itu nggak butuh waktu yang terlalu lama atau harus bermacet-macet ria di jalanan. Tapi yang kurang dari Banda Aceh cuma satu (menurut aku) yaitu nggak ada BIOSKOP. Padahal bioskop itu penting banget buat kita yang suka nonton film, jadi kalau mau nonton film baru nggak harus nunggu keluar CD nya atau terpaksa download di situs-situs film. Oke, tinggalkan masalah bioskop, ayo kita jelajahi tempat-tempat makan yang ada di Aceh, khususnya Banda Aceh. Walaupun cuma kota kecil tapi tempat-tempat makannya nggak kalah enak dong ya sama daerah-daerah lain, apalagi warung-warung kopinya yang bertebaran di mana-mana. Bukan hal sulit mencari tempat ngopi di banda aceh, karena Aceh merupakan surganya warung kopi. Dari yang tua hingga yang muda berjubelan di tempat itu. Kalau dulu aku paling suka ngopi di Dago, lamnyong. Karena Dago punya tempat duduk di belakang yang berada di ruang terbuka, anginnya sepoi-sepoi dan pemandangannya hijau jadi duduk lama juga nggak bosan. Tapi sayangnya sekarang Dago udah tutup, nggak tahu deh kenapa, padahal aku paling suka duduk di situ.
Makanya kalau sekarang diajak ngopi terserah di mana aja, walaupun aku paling suka tempat yang wifi nya cepat dan duduknya nyaman. Mungkin bisa dibilang kalau sekarang aku sukanya duduk di New Tower Coffee yang di sebelah KFC simpang lima, karena tempatnya kalau siang nggak terlalu rame dan wifinya juga cepat. Biasanya aku suka ngerjain skripsi di situ sendirian sambil download film. Sekali duduk aku bisa download sampai dua film, lumayanlah internetan gratis :)
Kalau tempat makan yang paling aku suka itu adalah nasi uduk kelapa gading, lokasinya itu di depan asrama haji Lingke, Banda Aceh.
Itu tempat favorit aku, nggak cuma aku aja sih, orang rumah juga suka. Biasanya kalau aku makan di situ, mama selalu nitip dibeliin gorengannya (tempe, tahu, terong). Yang paling aku suka banget ya nasi uduknya, setiap makan bisa nambah dua kali (wajib), kalau bawa pulang ke rumah pun aku selalu minta nasi uduknya dobel hahaaaa :) padahal kalau makan di tempat lain makanannya nggak pernah habis tapi entah kenapa kalau makan nasi uduk itu bisa sampai 2 kali tambah. Mungkin juga karena pedesnya gilaaaa. Di antara teman-temanku, memang aku yang paling doyan makan pedas, kalau makan pedas teman-teman pasti pada nambah air tapi aku nggak pernah sekalipun nambah, karena kalau aku minum maka sensasi pedas itu akan berakhir jadi aku sengaja minumnya cuma dikit supaya aku bisa ngerasain setiap sensasi pedas yang terasa di lidah, rasanya TOP banget :D 
Aceh selain terkenal dengan kenikmatan kopinya atau surga warung kopinya juga terkenal dengan kelezatan Mie Acehnya. Mungkin mie Aceh yang paling terkenal itu Mie Razali, tapi ada satu tempat makan mie Aceh yang rasanya top yaitu Mie Sarena. Tapi biasanya aku dan teman-teman menyebutnya "mie kakek". Kenapa kita manggil mie kakek? Karena pemiliknya sudah lumayan tua, nggak tua-tua banget sih, lokasinya pas di depan MIN Peukan Bada.
Kakek membuat sendiri mie kuningnya jadi dijamin mie-nya lebih aman tanpa bahan-bahan pengawet. Cuma di sini aku bisa makan mie goreng sampai habis dan kalau aku bisa menghabiskan makanannya sampai habis berarti makanannya enak. Karena aku tergolong orang yang susah banget ngabisin makanan atau dengan kata lain cepat kenyang kalau makanannya biasa aja atau nggak sesuai selera. Jadi cuma makanan-makanan yang rasanya pas dilidah yang bisa bikin aku ketagihan. Makanya kalau aku menemukan tempat yang makanannya enak dijamin aku akan terus pergi ke tempat itu. Mungkin aku bisa pergi ke tempat-tempat berbeda setiap harinya tapi kalau tempat yang udah aku anggap favorit akan selalu aku datangi terus menerus. 
Oh iya, sekarang di Banda Aceh ada cafe baru, namanya "maroon", lokasinya di sebelah wisma Lampriet, depan kantor PLN. Cafe ini menyediakan beragam jenis cake, juga ada american risol.
Risol di sini unik, kalau biasanya risol itu isinya sayur dicampur daging atau ayam tapi kalau american risol ini isinya telur rebus kecil dicampur daging iris tipis-tipis dan dilelehin mayonaise. Kemudian disajikan dengan bentuk risolnya dibelah dua. Seporsi harganya 10 ribu berisi tiga potong risol. Cake nya di sini lembuuuuut banget. Kemarin aku baru nyobain "dark devil cake", cake nya itu dilapisi coklat di luar dan dalam, enak tapi terlalu banyak coklat jadi kalau dikonsumsi banyak-banyak jadi "enek". Kata pegawainya cake ini yang paling banyak dipesan, seporsinya 20 ribu. Yang paling enak di sini adalah minumannya, beberapa minggu lalu aku pernah nyobain "milo frappe" enak banget loh, porsinya juga banyak jadi puas minumnya, segelasnya 15 ribu. Maroon ini dibuka dari hari selasa sampai minggu, dari pukul 4 sore sampai sebelum magrib.
Tempat favorit untuk aku makan bakso goreng adalah di Ulele, kalau aku nyebut tempat ini "pantai tanpa ombak" karena cuma di sini yang pantai nggak ada ombaknya. Sebenarnya bukan nggak ada ombak sih tapi sejak tsunami pantai ini ditembokin ditengahnya, jadi ombak dari arah laut nggak sampai lagi ke pantai ini karena terhalang sama tembok-tembok tersebut. Biasanya di sini ada bebek-bebek dayung, aku senang banget naik ini, biasanya tiap naik semester aku selalu ngajak teman-temanku naik bebek dayung,  tapi semester ini aku belum sempat naik, mereka nggak ada yang mau diajakin naik, nggak mungkin juga kan aku naik sendiri. Aku paling suka duduk di tempat ini buat mandangin laut. Ngeliat pemandangan laut, ngeliat anak-anak kecil main air bisa bikin aku happy jadi pergi ke tempat ini lumayan menghibur. Biasanya aku suka pergi sendiri ke tempat ini, sebenarnya sih sekalian jalan-jalan, quality time with myself :)
Dua minggu lalu aku diajakin teman aku ke Lhoknga Riverside Resort. Di sini ada pemandangan sungai yang cantik banget. Kalau biasanya air sungai itu warnanya putih kecokelatan, tapi di sini warna sungainya hijau, jadi lebih mirip danau daripada sungai. Lokasinya itu hampir dekat PT Lafarge, Lhoknga, tapi tempat ini berada setelah jembatan. Biasanya setiap aku mau ke Lhoknga, aku suka banget ngeliatin sungai ini dari jembatan, karena pemandangannya yang serba hijau mengingatkan aku pada dunia dongeng atau dunia fantasi. Makanya senang banget waktu aku diajak ke sini. Akhirnya aku nggak cuma bisa mandangin sungainya dari jauh aja tapi bisa mandangin lebih dekat. Sebenarnya Lhoknga Riverside Resort ini adalah sebuah resort yang diperuntukkan bagi tamu-tamu yang mau menginap. Tapi kalau ada pengunjung yang mau duduk-duduk di cafenya dibolehin sama pemiliknya. Cafenya ini sebelahan sama sungainya, jadi kalau duduk di cafe ini bisa mandangin pemandangan sepuasnya. 
Jumat besok aku dan teman-teman SMA mau nyoba tempat baru lagi, yaitu cafe La Lumina. Nama cafenya kayak nama-nama Italia gitu ya hihiii :) lokasinya di Stui, di dekat Bubur Jazz. Aku belum tahu sih cafenya ini kayak apa soalnya belum pernah nyoba, biasanya cuma ngeliatin sambil lewat. Oke deh, ntar kalau enak aku rekomendasi buat kalian semua ya ;)