Kemarin tanggal 26 Desember adalah tanggal dan bulan yang akan selalu diingat dan dikenang oleh seluruh masyarakat Aceh. Karena pada tanggal dan bulan itu, kami merasakan duka yang begitu mendalam, walaupun tahun demi tahun berlalu tapi rasa kehilangan tetap ada, rasa ketakutan akan bencana yang sama tak lekang dalam ingatan. Kemarin setiap mesjid-mesjid dibanjiri oleh masyarakat Aceh dari berbagai daerah untuk melakukan zikir bersama, mengirim doa untuk para syuhada korban tsunami yang telah mendahului 9 tahun silam. Dan momen ini akan terus terjadi setiap tanggal 26 Desember. Tak terasa sudah 9 tahun tsunami berlalu, dulu aku masih kelas 1 SMP, aku ingat pagi itu saat gempa terjadi aku sedang menonton film doraemon. Saat merasakan gempa, aku mengira kakakku menjahiliku dengan menggoyang-goyangkan kursinya. Aku celingukan ke sana kemari tapi tak ku temukan siapapun. Dari arah dapur Mamak datang dan mengajakku lari keluar rumah. Saat itu aku begitu ketakutan karena belum pernah sekalipun aku merasakan gempa sekuat itu. Aku mengira hari itu kiamat, apalagi beberapa jam kemudian aku melihat mayat-mayat bergelimpangan. Awalnya kami mengira ada banjir bandang, karena katanya airnya merembes di jalan raya dan semakin lama semakin deras. Aku tidak pernah menyangka kalau ternyata bukan banjir tetapi gelombang tsunami yang maha dahsyat. Walaupun rumahku tidak terkena gelombang tsunami tapi kampung nenekku di Lhokruet, Sampoiniet, habis digulung tsunami, hanya menyisakan sisa-sisa bangunan tanpa atap dan tembok lagi. Saat tsunami terjadi, nenekku berada di rumah bundaku (adik bapak) di Calang, Aceh Jaya. Dan beliau meninggal, tanpa ditemukan mayatnya, begitu juga dengan bunda, oom, dan beberapa sepupuku. Ibu dan 4 orang adik bapak meninggal saat tsunami terjadi dan tidak ada satupun mayatnya yang ditemukan. Saat itu aku melihat bapak begitu berduka dan stress. Makanya sekarang kalau lebaran tiba, aku iri melihat teman-temanku bisa pulang ke kampung orangtuanya, sedangkan aku lebaran hanya bisa di rumah. Kalaupun kita pulang ke Sampoiniet hanya untuk ziarah ke kuburan kakek, dan singgah ke kebun bapak, duduk-duduk sebentar lalu kembali lagi ke Banda Aceh. Makanya kadang-kadang kalau diajak pulang ke sana aku agak malas karena harus pulang-pergi dalam satu hari.
Tsunami membawa banyak duka dan juga suka. Duka karena kehilangan banyak saudara, sahabat, teman, dan kerabat. Tapi sukanya adalah karena tsunami tidak ada lagi konflik senjata di Aceh. Aku tinggal di Banda Aceh, tapi di sekelilingku adalah Aceh Besar, ya aku tinggal di Kopelma Darussalam. Di komplekku ini terbilang aman saat konflik. Tidak ada tentara maupun GAM yang mengganggu atau datang ke rumah kami. Tapi karena kami tinggal di kelilingi Aceh Besar maka tak jarang kami mendengar kontak senjata di malam hari. Terkadang lagi enak-enak tidur, suara kontak senjata terdengar. Mamak langsung membangunkan aku dan menyuruhku untuk tiarap. Mataku seketika terbuka lebar dan langsung tiarap di lantai, jantungku dag dig dug ketakutan. Walaupun tidak pernah diganggu tapi mendengar suara kontak senjata selalu membuatku ketakutan. Apalagi dulu kita tidak pernah bisa menikmati suasana malam dengan nyaman, nggak bisa seperti sekarang dengan bebas keluar malam atau jalan-jalan malam bersama keluarga. Semua lebih memilih diam di rumah. Seperti terpenjara di kota kita sendiri. Dulu juga kalau mau ikutan lomba di majalah susah banget menangnya karena tinggal di Aceh, Band ibukota juga jarang banget mau datang ke sini. Banyak deh suka dukanya saat konflik terjadi. Walaupun aku nggak pernah tahu bahwa konflik RI dan GAM ternyata sudah terjadi selama 32 tahun. Karena aku tinggal di Banda Aceh, aku tidak pernah melihat bagaimana peristiwa konflik yang memakan korban jiwa, aku hanya mendengar kontak senjata sesekali dan demontrasi yang dilakukan mahasiswa, selebihnya bisa dibilang aman. Makanya saat perdamaian MOU Helsinki terjadi, baru saat itulah aku sadar bahwa ternyata konflik di Aceh sudah terjadi selama 32 tahun. Aku tidak pernah mengira bisa selama itu. Kemudian lagi, sukanya itu pembangunan di Aceh semakin banyak karena banyaknya bantuan-bantuan yang datang. Walaupun sedihnya juga ada. Setelah tsunami bukannya maksiat berkurang tetapi malah semakin banyak terjadi. Kadang kalau aku baca berita aku jadi malu sendiri. Aceh yang katanya kota syariat, serambi mekkah, tetapi sikap dan perilaku masyarakatnya masih banyak yang menyimpang. Salah satunya yang membuatku miris adalah masih banyak orang yang berlalu lalang saat azan magrib tiba. Saat salat jumat pun banyak warung kopi yang masih beroperasi, pintunya saja yang ditutup padahal di dalamnya masih banyak pengunjungnya, terutama laki-laki. Dan masih banyak sebenarnya perbuatan maksiat lainnya jika mau lebih peka dan membuka mata. Memang persoalan moral dan akidah susah sekali untuk dikontrol karena itu semua kembali pada setiap individu. Pemerintah boleh mewacanakan program apapun tapi jika dalam diri individunya tidak mau maka sangat sulit untuk dipaksa. Satu harapan yiatu agar kita bisa menjadi individu yang lebih baik, belajar dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain, semoga tercipta kedamaian dan kesejahteraan di Bumi Aceh dan semoga para syuhada korban tsunami bisa mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, diterima amal ibadahnya, dan dihapuskan segala dosanya.
Tampilkan postingan dengan label Curhat Colongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat Colongan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Desember 2013
Minggu, 22 Desember 2013
Hari Ibu
Selamat hari ibu untuk seluruh ibu-ibu hebat di dunia. Khususnya untuk ibuku tersayang, Hj.Rosni S.Sos :)
Mamak adalah ibu terhebat sekaligus malaikat pelindung yang telah dikirim Tuhan untukku. Aku bahagia terlahir dari seorang ibu seperti beliau. Mamak yang sangat protect terhadap kami anak-anaknya. Terutama over-protect kepadaku karena aku anak bungsu dan kata mamak, aku anaknya penakut. Kebiasaan yang selalu mamak tanyakan padaku setiap mau mandi atau pergi adalah "mau kemana?" Itu pertanyaan wajib yang tidak pernah lupa beliau tanyakan. Sampai aku hafal dengan kalimat itu. Saking seringnya, aku hanya menjawab dengan simpel "Adek mau pacaran, Mak". Lalu aku nyengir dan ngeloyor pergi. Mamak juga ibu yang paling disiplin sama anak-anaknya. Dulu waktu kita masih sekolah, beliau paling nggak suka kalau kita malas ke sekolah apalagi sampai berpura-pura sakit. Beliau selalu tahu jurus-jurus "sakit pura-pura" yang aku lakukan. Dulu juga aku suka lupa sarapan pagi, alasan aku karena takut telat ke sekolah. Tapi beliau selalu punya cara supaya aku mau sarapan, yaitu dengan menyuapiku. Kalau sudah begitu, aku tidak punya alasan lagi menolak. Aku ingat saat aku diterima di SMA Labschool, mamak begitu senang, karena masuk ke situ juga atas paksaan beliau. Demi menuruti keinginan beliau aku belajar supaya bisa lulus tes masuknya. Bahkan aku rela harus sekolah dari pagi sampai sore. Padahal aku punya kebiasaan dari kecil yaitu "tidur siang". Jadi kalau sudah siang, mulai deh mulut nguap-nguap dan mata sayu-sayu. Makanya kalau pelajaran sekolahnya yang di pukul 2 siang, aku paling nggak semangat belajar, dalam hati terus aku lafalkan "ayooo dong bel keluarnya bunyi, ayo dooong".
Saat aku mengalami masa-masa paling down beberapa tahun lalu, mamak selalu mencoba menghiburku. Setiap malam, mamak akan mengajakku pergi dan keliling kota Banda Aceh, dan aku hanya duduk di dalam mobil sambil melihat keluar jendela dengan pandangan hampa. Dan setiap minggu mamak akan mengajakku ke laut karena mamak tahu aku paling suka ke pantai dan menikmati suara ombak dan suasana laut. Mamak bilang supaya aku tidak stress karena terus mengurung diri di kamar.
Happy mother's day, mom. Terima kasih untuk semua kebaikan dan kasih sayangnya. Satu impian aku adalah aku bisa lulus S1 komunikasi dengan predikat cumlaude. Supaya saat hari aku di wisuda nanti mamak bisa duduk di bangku VIP dan menemaniku menerima bungong jaroe dari rektor.
Hal ini bermula saat setahun lalu aku menemani mamak menghadiri acara wisuda kakakku satu-satunya. Alhamdulillah dia lulus sarjana hukum dengan predikat cumlaude. Hari itu aku pergi dengan mamak. Mamak duduk di barisan paling depan karena mendapat undangan sebagai tamu VIP sedangkan aku duduk di tribun bersama para orangtua wisudawan lainnya. Hari itu aku melihat mamak dipanggil ke depan untuk menemani kakakku menerima bungong jaroe dari rektor. Dari tribun aku melihat kejadian itu dengan haru dan meneteskan airmata, aku berkata dalam hati "Beberapa tahun lagi, aku juga akan berdiri di situ ditemani mamak di sebelahku dan menerima bungong jaroe dari rektor". Mulai hari itu aku berusaha belajar dan mendapat nilai-nilai yang baik agar terwujud mimpi aku itu. Memang benar, nilai bukan segalanya, bukan juga penentu kita nantinya sukses atau tidak. Tapi nilai itu aku hadiahkan untuk kedua orangtuaku agar mereka bangga dan merasa bahwa mereka telah berhasil mendidikku hingga menjadi seperti itu. Aku ingin melihat mereka bahagia dan bangga, aku ingin mereka mengatakan "Mamak sama bapak bangga sama adek" :)
Ya, aku ingin mendengar kalimat itu :)
Selamat hari ibu, mamak. Semoga mamak dan bapak suka dengan hadiah yang kami kasih, love you both, the best I ever had...
Mamak adalah ibu terhebat sekaligus malaikat pelindung yang telah dikirim Tuhan untukku. Aku bahagia terlahir dari seorang ibu seperti beliau. Mamak yang sangat protect terhadap kami anak-anaknya. Terutama over-protect kepadaku karena aku anak bungsu dan kata mamak, aku anaknya penakut. Kebiasaan yang selalu mamak tanyakan padaku setiap mau mandi atau pergi adalah "mau kemana?" Itu pertanyaan wajib yang tidak pernah lupa beliau tanyakan. Sampai aku hafal dengan kalimat itu. Saking seringnya, aku hanya menjawab dengan simpel "Adek mau pacaran, Mak". Lalu aku nyengir dan ngeloyor pergi. Mamak juga ibu yang paling disiplin sama anak-anaknya. Dulu waktu kita masih sekolah, beliau paling nggak suka kalau kita malas ke sekolah apalagi sampai berpura-pura sakit. Beliau selalu tahu jurus-jurus "sakit pura-pura" yang aku lakukan. Dulu juga aku suka lupa sarapan pagi, alasan aku karena takut telat ke sekolah. Tapi beliau selalu punya cara supaya aku mau sarapan, yaitu dengan menyuapiku. Kalau sudah begitu, aku tidak punya alasan lagi menolak. Aku ingat saat aku diterima di SMA Labschool, mamak begitu senang, karena masuk ke situ juga atas paksaan beliau. Demi menuruti keinginan beliau aku belajar supaya bisa lulus tes masuknya. Bahkan aku rela harus sekolah dari pagi sampai sore. Padahal aku punya kebiasaan dari kecil yaitu "tidur siang". Jadi kalau sudah siang, mulai deh mulut nguap-nguap dan mata sayu-sayu. Makanya kalau pelajaran sekolahnya yang di pukul 2 siang, aku paling nggak semangat belajar, dalam hati terus aku lafalkan "ayooo dong bel keluarnya bunyi, ayo dooong".
Saat aku mengalami masa-masa paling down beberapa tahun lalu, mamak selalu mencoba menghiburku. Setiap malam, mamak akan mengajakku pergi dan keliling kota Banda Aceh, dan aku hanya duduk di dalam mobil sambil melihat keluar jendela dengan pandangan hampa. Dan setiap minggu mamak akan mengajakku ke laut karena mamak tahu aku paling suka ke pantai dan menikmati suara ombak dan suasana laut. Mamak bilang supaya aku tidak stress karena terus mengurung diri di kamar.
Happy mother's day, mom. Terima kasih untuk semua kebaikan dan kasih sayangnya. Satu impian aku adalah aku bisa lulus S1 komunikasi dengan predikat cumlaude. Supaya saat hari aku di wisuda nanti mamak bisa duduk di bangku VIP dan menemaniku menerima bungong jaroe dari rektor.
Hal ini bermula saat setahun lalu aku menemani mamak menghadiri acara wisuda kakakku satu-satunya. Alhamdulillah dia lulus sarjana hukum dengan predikat cumlaude. Hari itu aku pergi dengan mamak. Mamak duduk di barisan paling depan karena mendapat undangan sebagai tamu VIP sedangkan aku duduk di tribun bersama para orangtua wisudawan lainnya. Hari itu aku melihat mamak dipanggil ke depan untuk menemani kakakku menerima bungong jaroe dari rektor. Dari tribun aku melihat kejadian itu dengan haru dan meneteskan airmata, aku berkata dalam hati "Beberapa tahun lagi, aku juga akan berdiri di situ ditemani mamak di sebelahku dan menerima bungong jaroe dari rektor". Mulai hari itu aku berusaha belajar dan mendapat nilai-nilai yang baik agar terwujud mimpi aku itu. Memang benar, nilai bukan segalanya, bukan juga penentu kita nantinya sukses atau tidak. Tapi nilai itu aku hadiahkan untuk kedua orangtuaku agar mereka bangga dan merasa bahwa mereka telah berhasil mendidikku hingga menjadi seperti itu. Aku ingin melihat mereka bahagia dan bangga, aku ingin mereka mengatakan "Mamak sama bapak bangga sama adek" :)
Ya, aku ingin mendengar kalimat itu :)
Selamat hari ibu, mamak. Semoga mamak dan bapak suka dengan hadiah yang kami kasih, love you both, the best I ever had...
Selasa, 19 November 2013
Open-Minded
Malam senin lalu (17/11/2013), digelar acara Grand Final pemilihan Duta Wisata Indonesia di Gedung AAC Dayan Dawood, dimulai pada pukul 19.30 wib. Sejak pukul 7 aku sudah sampai di gedung tersebut. Sebenarnya nggak ada rencana juga untuk pergi, karena awalnya teman aku bilang kalau acaranya akan diadakan di hermes hotel. Tapi tiba-tiba aja teman aku bbm kalau ternyata acaranya di gedung AAC Dayan Dawood dan MC nya itu Indra Bekti, makin semangat dong mau nonton, apalagi juga jaraknya nggak jauh dari rumah. Acara ini dihadiri oleh duta-duta wisata dari daerah lainnya juga dan kali ini giliran Aceh yang berkesempatan menjadi tuan rumahnya. Yang paling menarik adalah saat Ketua Umum Yayasan Duta Wisata Indonesia membuka acara tersebut. Dia bercerita tentang daerahnya yaitu Bali, yang setiap tahunnya dikunjungi oleh para wisatawan sekitar 7 juta jiwa, sedangkan jumlah penduduknya sendiri hanya sekitar 3,5 juta jiwa. Tanpa perlu melakukan promosi pun para wisatawan akan selalu datang membanjiri Bali. Hal ini yang paling utama disebabkan karena masyarakat Bali yang terbuka terhadap para pendatang.
Mendengar itu, aku tahu bahwa inilah yang sampai saat ini menjadi kendala bagi Aceh untuk bisa menjadi destinasi wisata khususnya wisata bahari. Padahal tempat-tempat wisata bahari di Aceh tidak kalah cantiknya, seperti yang terkenalnya Sabang, pantai Lampuuk, atau Lhoknga. Tapi masih banyak tempat wisata bahari lainnya yang nggak kalah cantiknya. Seperti pantai Pasir putih, air terjun Lhoong, Danau Laut Tawar, Pulau Bunta, dan banyak lainnya. Daerah Wilayah Barat Selatan juga tidak kalah terkenal dengan wisata baharinya. Dulu sebelum tsunami, saat rumah nenekku di daerah Aceh Jaya masih ada, aku paling suka bermain ke pantai, menikmati suasana pagi dan sunsetnya. Apalagi pantai di sana (dulu) masih begitu alami, belum terjamah oleh tangan-tangan manusia. Pantainya bersih dari sampah, airnya biru, pasirnya putih. Suara ombaknya terdengar sampai ke rumah nenek, I really miss the moment :(
Nah, balik lagi ke statement Bapak itu, aku kembali teringat bahwa yang menjadi kendala yang membuat banyak orang merasa enggan ke Aceh adalah karena kurangnya keterbukaan masyarakat terhadap budaya-budaya barat/asing. Hal ini bisa dilihat ya, kalau ada orang-orang yang agak berbeda dari kita, katakanlah tidak menggunakan jilbab atau melihat turis asing pasti langsung dilihatin kayak sesuatu yang "aneh" atau "berbeda". Kadang fenomena ini sendiri membuat aku bingung, apalagi kalau ada orang-orang di sekitar aku yang melakukan hal itu, maksud aku ya zaman sudah modern tapi kok masih mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Bagus dong kan kalau banyak turis yang datang jadi bisa menambah pemasukan daerah, juga menjadi momen untuk kita memperkenalkan budaya-budaya Aceh kepada orang luar. Selain itu juga banyak rumor negatif tentang Aceh. Ada teman dekat aku, Mila, dia anak Medan. Dia mendengar kalau di Aceh itu ada petugas Wilayatul Hisbah (WH) yang bertugas untuk menangkap orang-orang yang berpakaian ketat dan tidak menggunakan jilbab. Makanya saat dia melanjutkan kuliah di sini, dia datang dengan menggunakan pakaian yang (maaf-maaf kata nih) seperti emak-emak tahun 1980-an :D
Hal ini juga sempat aku tanyakan padanya tentang pakaian yang "you know lah", dan dia bilang karena takut ditangkap WH makanya menggunakan pakaian seperti itu. Memang banyak orang luar yang berpikiran seperti itu, tapi kenyataannya di Aceh kami memang memakai jilbab dan menutup aurat tapi tetap bisa bergaya modis ala-ala hijabers. Mungkin terakhir yang bisa aku bilang bahwa sebaik atau sebagus apapun strategi yang dilakukan pemerintah dalam menarik wisatawan datang ke Aceh, jika kendala utamanya (masyarakat yang tidak open-minded) masih belum bisa dihilangkan maka agak sulit untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Karena ketika kita datang ke suatu tempat yang paling menyenangkan adalah selain bisa menikmati suasana di tempat tersebut, juga keramahan dan keterbukaan masyarakatnya yang menjadi daya tarik tersendiri.
Sabtu, 02 November 2013
Malam minggu dan Yiruma, hubungannya apa??? _-_
Selamat malam minggu buat semua pasangan yang merayakan dan buat yang stay di rumah aja juga selamat ya, selamat menonton, atau selamat membaca, atau selamat tidur, atau selamat datang di blog aku :)
Sebenarnya sama aja sih malam minggu atau malam-malam lain, terutama bagi yang single tentunya biasa aja, nothing special. Mungkin kalau dulu waktu masih sekolah, yang bikin senang dari malam minggu ya karena besoknya bakal libur jadi bisa begadang dan bisa bangun telat pastinya :)
Tapi karena aku sekarang sudah menjadi mahasiswi tingkat akhir, yang mata kuliah tinggal tiga lagi dan sedang kebingungan nyari judul skripsi, tentunya nggak ada bedanya antara malam minggu atau malam lain, karena setiap hari bisa begadang dan bangun telat, nggak harus menunggu hari minggu datang. Jadi daripada malam ini nggak tahu ngapain, mending aku menulis di blog. Manfaatnya apa? Pertama, bisa melatih kecepatan tangan mengetik di layar iPad. Kedua, bisa menari-narikan tangan untuk merangkai kata-kata yang sekarang sedang aku pikirkan. Ketiga, untuk menyemakkan blog sendiri dengan hal-hal nggak penting untuk kalian baca, tapi begitu menyenangkan buat aku. Karena menulis adalah salah satu dari sekian banyak hal yang aku sukai. Menulis membuat lidahku bergerak untuk mengucapkan kalimat-kalimat yang sedang aku tulis, membuat telingaku dimanja dengan rangkaian kalimat yang dilafalkan mulutku, menyehatkan mataku untuk melihat setiap baris kalimat yang telah aku tuliskan. Topik yang mau aku bahas malam ini adalah about "Yiruma". Kalian pernah mendengarnya?? Dia adalah seorang pianis dan komposer internasional yang populer dari Korea Selatan. Yiruma adalah nama panggung dari I Ru-ma, lahir 15 februari 1978. Nama Yiruma dalam bahasa Korea berarti "aku akan mencapai". Dia mulai bermain piano saat berusia lima tahun, dan pindah ke London saat berusia 11 tahun untuk belajar di School of Music Purcell. Setelah itu, ia melanjutkan aspirasi musiknya dan menyelesaikan komposisi utama dari King College London pada bulan Juni 2000.
Nah, kenapa malam ini tiba-tiba aku cerita tentang Yiruma? karena beberapa hari ini aku mulai menyukai lagu-lagu instrumental yang dia mainkan. Denting-denting suara pianonya begitu merdu, lembut, dan menyentuh. Walaupun cuma alunan musik yang terdengar dan tanpa kalimat-kalimat puitis, tapi pesan dari lagu-lagu yang dia mainkan bisa tersampaikan dengan sangat baik. Setiap mendengar lagu-lagunya Yiruma, seperti ada yang menyanyikan lagu selamat tidur untukku, mata perlahan-lahan mulai menutup dan terlelap. Makanya aku suka banget mendengar lagu-lagunya Yiruma akhir-akhir ini. Beberapa dari lagunya yang ada di playlist aku, seperti River flows in you, hope, hold my hand, a walk in the forest, dan maybe. Sebenarnya masih banyak judul-judul lainnya tapi belum sempat aku download. Tapi beneran enak loh musiknya, bisa coba di download deh :)
Kenapa aku bisa tiba-tiba suka sama lagu-lagu instrumental? Jadi ceritanya, aku sedang mencari-cari lagu yang bisa jadi backsound buat film pendek yang kelompok aku sedang garap. Setelah beberapa hari pencarian, jadi ketemulah sama lagu ini dan ternyata memang lagunya enak, mellow gallow swallow jadinya haha :)
Sabtu, 26 Oktober 2013
Kisah Maman menginspirasiku :)
Dan... Besok kita mulai take gambar, full seharian dari pagi hingga malam, sampai selesai aktivitas narasumber. Jadi film yang mau kita buat ini bercerita tentang perjuangan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang sudah bekerja menjual kantong-kantong plastik sejak masih kecil. Setelah lulus SD, dia tidak bisa lagi melanjutkan sekolah karena tidak adanya biaya. Sejak saat itu, dia mulai bekerja untuk membantu keluarganya. Selain menjadi penjual kantong plastik di pasar ikan, siangnya setelah selesai berjualan, dia pergi menangkap ikan untuk kemudian dijual lagi. Semua pekerjaan dilakukannya untuk mendapatkan uang. Mengapa aku bisa mengenal anak hebat ini? Aku mengetahui cerita tentang anak ini setahun lalu dari mamaku. Mama mengenalnya di pasar ikan saat anak itu menjual kantong plastiknya pada mama. Sejak saat itu, setiap bertemu mama di pasar, dia langsung menarik tangan mama dan meminta supaya mama membeli kantong plastiknya. Dia juga sempat beberapa kali menceritakan kisah hidupnya pada mamaku. Mama penasaran kenapa dia tidak bersekolah dan malah berjualan kantong. Dari situlah mengalir cerita-ceritanya itu. Jadi makanya setiap berjumpa dengan anak itu di pasar, mama pasti selalu membeli kantong plastiknya atau sekedar memberi uang jajan pada anak itu, bukan karena butuh plastik tetapi karena rasa simpati. Di rumah, mama mulai menceritakan tentang anak itu kepada kami, bagaimana semangatnya bekerja, perjuangannnya menjadi tulang punggung keluarga hingga mengorbankan cita-citanya untuk bersekolah. Sebenarnya dia sangat ingin bersekolah lagi, namun dia bilang "pengen sekolah, tapi buat apa kalau setelah dua hari bersekolah lalu tiba-tiba harus berhenti karena nggak ada uang lagi, jadi lebih baik kerja saja jadi uangnya bisa dikasih untuk mamak. Kasian mamak nggak ada uang." Makanya waktu di suruh buat film, aku teringat kembali tentang anak kecil yang mamaku cerita. Aku begitu tergugah mendengar perjuangan dan semangat anak lelaki itu, sampai tak tahan airmata mengalir saat mendengar mama bercerita tentangnya. Jadilah hari kamis kemarin, aku mengajak teman-teman kelompokku untuk mencarinya di pasar ikan, Peunayong. Namun ternyata hari itu dia tidak datang. Tapi kami tak menyerah. Aku dan Zumar pergi mencari rumahnya dengan hanya bermodalkan nama desanya dan informasi bahwa dulu abangnya itu meninggal karena jatuh ke dalam sumur. Bahkan namanya saja aku belum tahu, karena waktu aku menanyakannya pada mama rupanya mama lupa menanyakan nama anak itu. Setelah bertanya ke sana kemari, untungnya ada seorang bapak paruhbaya yang berbaik hati mengantar kami ke rumah neneknya anak itu. Awalnya bapak itu sempat sangsi karena kami tidak tahu siapa nama anak itu. Namun karena kami bilang dulu abangnya ada yang meninggal jatuh ke dalam sumur jadi dia mulai tahu. Setelah dia mengantarkan kami ke rumah nenek anak itu, kami berjumpa dengan pamannya anak itu. Pamannya lah yang kemudian mengantarkan kami ke rumah anak itu. Dari pamannya lah kami tahu bahwa anak itu bernama Maman. Lalu pamannya menunjukkan jalan ke rumah Maman. Lumayan jauh juga jarak antara rumah Maman dengan jalan besar. Jalanan ke rumahnya tidak bagus dan berbatu. Sesampainya di rumah Maman, kami melihat rumahnya hanya sepetak yang terbuat dari kayu. Kondisinya agak memprihatinkan. Namun Maman tidak ada di rumah. Rupanya dia sedang memancing ikan di kolam yang tak jauh dari rumahnya. Sambil menunggu Maman pulang, kamipun berbincang-bincang dengan kedua orangtuanya. Ternyata hari itu Maman memang tidak berjualan kantong di pasar tetapi sedang memancing ikan, hasil tangkapannya nanti akan dijual olehnya untuk mendapatkan uang. Mendengar itu, aku kembali teringat pada cerita mamaku tempo hari saat terakhir kali bertemu Maman di pasar. Mama bertanya mengapa jarang sekali melihat Maman berjualan plastik di pasar. Lalu Maman bilang kalau dia tidak pergi karena tidak ada ongkos naik angkutan umum. Karena tahu sendiri kan biaya hidup di Aceh bisa dibilang lebih mahal dibandingkan daerah-daerah lain. Ongkos angkutan umum dari rumahnya ke pasar aja bisa sampai 7000, pulang pergi jadi 14000. Bayangkan biaya naik angkutan umum aja bisa semahal itu, makanya kadang kalau nggak ada uang untuk naik angkutan umum, dia hanya mendapat uang dari memancing. Nanti kalau sudah ada uang lagi buat ongkos baru pergi lagi berjualan ke pasar. Hari itu, Maman mengajak temannya untuk ikut memancing bersamanya. Dia bilang supaya temannya itu juga bisa punya uang sendiri dan bisa meringankan beban orangtuanya juga. Betapa baik ya hati Maman. Kadang-kadang juga katanya kalau ada ibu-ibu yang tidak mampu meminta ikan hasil tangkapannya akan diberikan secara cuma-cuma. Dia hidup kekurangan tapi masih suka berbagi dengan orang lain. Ironis memang hidup ini. Banyak orang yang bergelimang harta tapi begitu takut memberi pada yang membutuhkan. Tapi Maman yang tak punya apa-apa masih suka memberi dan menolong orang lain. Di sore hari, dia juga selalu pergi mengaji bersama teman-temannya. Jadi walaupun hidup kekurangan tapi Maman tetap dekat dengan Tuhan. Nilai-nilai agama masih tertanam kuat dalam dirinya. Hal yang sangat jarang ditemukan pada orang-orang yang tinggal di kota. Makanya aku semangat banget untuk membuat film tentang Maman ini karena kisah hidupnya yang sangat menginspirasiku. Dan semoga kalau film ini nantinya selesai digarap, juga bisa menginspirasi banyak orang untuk menyukuri dan menerima apa yang telah diberikan Tuhan, baik dan buruknya. Satu kata yang paling aku sukai dan akan aku sisipkan di kata penutup film ini adalah "karena manusia ada, dilihat dari seberapa besar manfaatnya bagi orang lain". Yup, aku suka sekali kalimat itu, karena eksistensi kita sebagai manusia dianggap ada tergantung pada seberapa besar manfaat kita bagi orang lain, makanya sering-seringlah menolong orang lain dan berbuat kebaikan karena dengan begitu kita dianggap ada dan istimewa :)
Rabu, 23 Oktober 2013
Videografi itu Makanan Apa sih???? _-_
Yang paling menyebalkan dari semester tujuh ini adalah ada mata kuliah "videografi". Demi apapun aku nggak suka yang namanya ngambil gambar, take ini take itu, ribeeeeet bet bet.
Semester kemarin yang cuma buat iklan aja capeknya setengah mati, dari pagi buat sampai sore nggak siap-siap, parahnya lagi dosennya minta kita yang jadi modelnya. Di suruh ngomong, akting depan kamera, asli bego, kapok sekapok-kapoknya. Memang dibalik layar itu lebih enak. Dan semester ini dapat lagi mata kuliah "videografi". Dari namanya aja udah bau-bau disuruh buat film, dan tebakan Anda benar sekali. Kenapa saya nggak suka buat film? Pertama, saya bukan orang yang kreatif terutama soal "ide". Kedua, saya nggak paham soal teknik pengambilan gambar, walaupun semester kemarin udah ngambil mata kuliah fotografi tetap aja nggak ngerti soal ISO, diafragma, speed. Kalo soal teorinya doang sih ngerti, tapi yang Anda harus tahu adalah teori dan praktek itu jauuuuuuuuuuh banget bedanya. Anda boleh jadi pintar banget teori tapi belum tentu dalam prakteknya Anda bisa sepintar di teori. Pengalaman ini aku rasain banget waktu belajar jurnalis di Muharram Journalism College (MJC) setahun yang lalu. Karena aku suka nulis jadi aku memilih mengambil kelas cetak dibanding televisi, karena kayak aku bilang tadi kalau aku agak gaptek kalau berhubungan sama kamera. Waktu belajar teorinya enak banget, seru rasanya jadi tahu banyak tentang dunia jurnalis. Tapi begitu mulai magang jadi wartawan dan ditempatin di media mulai deh kebingungan. Kebetulan aku ditempatin di media cetak Analisa. Teman-teman yang lain semuanya ditempatin di media online, kadang suka ngiri liat mereka mudah banget dinaikin beritanya. Lah, aku telat ngirim dikit aja sudah lewat nggak bisa dimuat lagi. Dan selama 2 minggu aku magang di situ, cuma 11 kali aku mengirim berita dan cuma 5 berita yang dimuat. Dapatin berita segitu rasanya perjuangan banget. Pertama, aku bukan orang yang suka ngukur jalan (jalan-jalan nggak jelas). Kedua, aku nggak punya insting wartawan yang kalau liat sesuatu langsung deh dijadiin berita. Ketiga, aku nggak dikasih ngeliput berita-berita ceremonial atau berita yang sedang diliput oleh wartawan lainnya, bingung nggak tuh? Jadilah selama magang, aku mikirin masalah apa kira-kira yang bisa aku angkat ke publik. Dan rata-rata yang dimuat soal "masalah ekonomi masyarakat kecil".
Makanya aku bilang antara teori dan praktek itu sangat jauh berbeda. Pintar teori belum tentu akan pintar juga dalam prakteknya, begitu juga sebaliknya. Dan besok rencananya kita mulai ngambil gambar tapi masalahnya anak cowoknya pada mau main futsal jadilah kami (anak-anak cewek) yang harus ngambil gambar. Apa yang harus kami lakukan dengan kamera dan tripod besok? I dont know, we will see :(
Semester kemarin yang cuma buat iklan aja capeknya setengah mati, dari pagi buat sampai sore nggak siap-siap, parahnya lagi dosennya minta kita yang jadi modelnya. Di suruh ngomong, akting depan kamera, asli bego, kapok sekapok-kapoknya. Memang dibalik layar itu lebih enak. Dan semester ini dapat lagi mata kuliah "videografi". Dari namanya aja udah bau-bau disuruh buat film, dan tebakan Anda benar sekali. Kenapa saya nggak suka buat film? Pertama, saya bukan orang yang kreatif terutama soal "ide". Kedua, saya nggak paham soal teknik pengambilan gambar, walaupun semester kemarin udah ngambil mata kuliah fotografi tetap aja nggak ngerti soal ISO, diafragma, speed. Kalo soal teorinya doang sih ngerti, tapi yang Anda harus tahu adalah teori dan praktek itu jauuuuuuuuuuh banget bedanya. Anda boleh jadi pintar banget teori tapi belum tentu dalam prakteknya Anda bisa sepintar di teori. Pengalaman ini aku rasain banget waktu belajar jurnalis di Muharram Journalism College (MJC) setahun yang lalu. Karena aku suka nulis jadi aku memilih mengambil kelas cetak dibanding televisi, karena kayak aku bilang tadi kalau aku agak gaptek kalau berhubungan sama kamera. Waktu belajar teorinya enak banget, seru rasanya jadi tahu banyak tentang dunia jurnalis. Tapi begitu mulai magang jadi wartawan dan ditempatin di media mulai deh kebingungan. Kebetulan aku ditempatin di media cetak Analisa. Teman-teman yang lain semuanya ditempatin di media online, kadang suka ngiri liat mereka mudah banget dinaikin beritanya. Lah, aku telat ngirim dikit aja sudah lewat nggak bisa dimuat lagi. Dan selama 2 minggu aku magang di situ, cuma 11 kali aku mengirim berita dan cuma 5 berita yang dimuat. Dapatin berita segitu rasanya perjuangan banget. Pertama, aku bukan orang yang suka ngukur jalan (jalan-jalan nggak jelas). Kedua, aku nggak punya insting wartawan yang kalau liat sesuatu langsung deh dijadiin berita. Ketiga, aku nggak dikasih ngeliput berita-berita ceremonial atau berita yang sedang diliput oleh wartawan lainnya, bingung nggak tuh? Jadilah selama magang, aku mikirin masalah apa kira-kira yang bisa aku angkat ke publik. Dan rata-rata yang dimuat soal "masalah ekonomi masyarakat kecil".
Makanya aku bilang antara teori dan praktek itu sangat jauh berbeda. Pintar teori belum tentu akan pintar juga dalam prakteknya, begitu juga sebaliknya. Dan besok rencananya kita mulai ngambil gambar tapi masalahnya anak cowoknya pada mau main futsal jadilah kami (anak-anak cewek) yang harus ngambil gambar. Apa yang harus kami lakukan dengan kamera dan tripod besok? I dont know, we will see :(
Rabu, 12 Juni 2013
Ayo Jadi Sobatnya Bumi !
Alhamdulillah, akhirnya beberapa hari lagi final selesai dan libur menanti. Harusnya sih finalnya udah siap semua tapi karena kemarin dosennya berhalangan jadilah finalnya diundur ke hari jum'at. Jadi final terakhir hari jumat besok (14/06/13). Siap itu libur panjang dong yaa.
Oya, alhamdulillah aku lulus seleksi jadi relawan Sobat Bumi. Ada sekitar 340 peserta yang mendaftar jadi relawan dan yang diterima ada sekitar seratus orang, setelah melewati tahap wawancara.
Dan programnya itu, nanti kita akan menanam 10.000 tanaman manggrove di Desa Ruyung, Aceh Besar. Memang tidak langsung sekaligus 10.000 pohon tapi akan dicicil dan dilakukan pertahap. Dalam jangka waktu setahun. Melihat bagaimana kondisi bumi hari ini yang semakin memprihatinkan, sudah seharusnya kita melakukan sesuatu untuk bumi. Kita harus lebih aware dengan keadaan lingkungan kita saat ini. Di Aceh misalnya, cuacanya sudah tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan dan disertai angin kencang. Dan parahnya lagi, suhu panas di Aceh saat ini sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Si onyong aja baru balik ke sini beberapa hari, langsung komentar, "Panas kali banda aceh ini, pengen balik ke jawa aja lagi lah."
Dosen IAD aku juga pernah bilang bahwa kondisi bumi yang sudah seperti ini sudah tidak mungkin bisa disembuhkan lagi. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaga agar bumi tidak semakin parah. Ya, apapun yang kita lakukan sekarang tidak mungkin mengembalikan bumi menjadi sehat, tapi paling tidak satu langkah kecil kita bisa menyelamatkan bumi agar tidak semakin terpuruk. Karena ini semua demi anak-cucu kita di masa mendatang. Makanya sejak belajar IAD beberapa tahun lalu, aku concern untuk tidak membuang lagi sampah sembarangan, mengurangi penggunaan kantong plastik dan kertas. Ada satu kejadian yang begitu menyentilku, itu terjadi saat aku kelas 1 SMA. Guru native speaker ku di sekolah dulu adalah seorang berkebangsaan Australia. Suatu hari aku melihat dia memungut kertas sampah yang tergeletak di lantai dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya. Dan ketika dia membuka tas ranselnya, ternyata ada beberapa sampah lainnya yang ia masukkan ke situ. Dia tidak tahan melihat sampah-sampah bergeletakan di sembarang tempat. Melihat kejadian itu begitu mengharukan buatku. Dia yang non-muslim bahkan lebih bersih dari kebanyakan orang muslim. Dia menerapkan kata pepatah "Kebersihan sebagian dari iman". Sejak melihat itu, aku mulai menerapkannya dalam kehidupanku sehari-hari. Jika ingin membuang sampah dan aku tidak menemukan tong sampah maka sampahnya akan aku simpan dulu di dalam tas, baru kemudian aku buang di tong sampah. Begitu juga saat aku ke supermarket, jika barang-barang belanjaanku muat di tas maka aku lebih memilih memasukkannya sekaligus ke dalam tas daripada menggunakan plastik supermarket tersebut. Itu adalah hal-hal kecil yang terus aku terapkan hingga saat ini. Dan semoga dengan bergabungnya aku di dalam kegiatan Sobat Bumi ini menjadi langkah awal untukku melakukan hal-hal besar kedepannya untuk bumi tercinta ini. Okay, guys, cintai bumi, karena itu salah satu bentuk rasa terimakasih kita karena telah hidup dan tinggal di muka bumi ini. Ayoo jadi sobatnya bumi !! Kalau bukan kita, siapa lagi??? :)
Oya, alhamdulillah aku lulus seleksi jadi relawan Sobat Bumi. Ada sekitar 340 peserta yang mendaftar jadi relawan dan yang diterima ada sekitar seratus orang, setelah melewati tahap wawancara.
Dan programnya itu, nanti kita akan menanam 10.000 tanaman manggrove di Desa Ruyung, Aceh Besar. Memang tidak langsung sekaligus 10.000 pohon tapi akan dicicil dan dilakukan pertahap. Dalam jangka waktu setahun. Melihat bagaimana kondisi bumi hari ini yang semakin memprihatinkan, sudah seharusnya kita melakukan sesuatu untuk bumi. Kita harus lebih aware dengan keadaan lingkungan kita saat ini. Di Aceh misalnya, cuacanya sudah tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan dan disertai angin kencang. Dan parahnya lagi, suhu panas di Aceh saat ini sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Si onyong aja baru balik ke sini beberapa hari, langsung komentar, "Panas kali banda aceh ini, pengen balik ke jawa aja lagi lah."
Dosen IAD aku juga pernah bilang bahwa kondisi bumi yang sudah seperti ini sudah tidak mungkin bisa disembuhkan lagi. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaga agar bumi tidak semakin parah. Ya, apapun yang kita lakukan sekarang tidak mungkin mengembalikan bumi menjadi sehat, tapi paling tidak satu langkah kecil kita bisa menyelamatkan bumi agar tidak semakin terpuruk. Karena ini semua demi anak-cucu kita di masa mendatang. Makanya sejak belajar IAD beberapa tahun lalu, aku concern untuk tidak membuang lagi sampah sembarangan, mengurangi penggunaan kantong plastik dan kertas. Ada satu kejadian yang begitu menyentilku, itu terjadi saat aku kelas 1 SMA. Guru native speaker ku di sekolah dulu adalah seorang berkebangsaan Australia. Suatu hari aku melihat dia memungut kertas sampah yang tergeletak di lantai dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya. Dan ketika dia membuka tas ranselnya, ternyata ada beberapa sampah lainnya yang ia masukkan ke situ. Dia tidak tahan melihat sampah-sampah bergeletakan di sembarang tempat. Melihat kejadian itu begitu mengharukan buatku. Dia yang non-muslim bahkan lebih bersih dari kebanyakan orang muslim. Dia menerapkan kata pepatah "Kebersihan sebagian dari iman". Sejak melihat itu, aku mulai menerapkannya dalam kehidupanku sehari-hari. Jika ingin membuang sampah dan aku tidak menemukan tong sampah maka sampahnya akan aku simpan dulu di dalam tas, baru kemudian aku buang di tong sampah. Begitu juga saat aku ke supermarket, jika barang-barang belanjaanku muat di tas maka aku lebih memilih memasukkannya sekaligus ke dalam tas daripada menggunakan plastik supermarket tersebut. Itu adalah hal-hal kecil yang terus aku terapkan hingga saat ini. Dan semoga dengan bergabungnya aku di dalam kegiatan Sobat Bumi ini menjadi langkah awal untukku melakukan hal-hal besar kedepannya untuk bumi tercinta ini. Okay, guys, cintai bumi, karena itu salah satu bentuk rasa terimakasih kita karena telah hidup dan tinggal di muka bumi ini. Ayoo jadi sobatnya bumi !! Kalau bukan kita, siapa lagi??? :)
Selasa, 15 Januari 2013
KKN atau Liburan ??
Malam ini adalah malam terakhir di rumah. Karena besok aku harus pergi Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama sebulan di kota Jantho. Rasanya berat untuk meninggalkan mamak dan bapak di rumah. Pastinya rumah akan semakin terasa sepi. Dua bulan lalu Kak Mena yang harus pergi ke Surabaya untuk kursus bahasa Inggris. Dan sekarang giliran aku yang harus pergi selama sebulan. Dua anak mamak dan bapak harus pergi untuk sementara waktu. Dan itu semua kami lakukan demi menuntut ilmu guna masa depan yang lebih baik. Doakan kami, anak-anakmu. Kami juga akan selalu mendoakan dan merindukan kalian :*
Belum pernah aku pergi selama ini dan rasanya benar-benar berat. Yang paling aku takutkan jika menginap di tempat orang itu ada dua hal : takut kamar mandinya jauh atau nggak ada bantal guling. Untungnya mamak sudah mempersiapkan semua keperluanku untuk pergi KKN. Bawaan yang aku bawa banyak banget. Koper besar, plastik besar berisikan bantal, guling dan cemilan, plus tas ransel besar. GREAT !! Semoga bisa menjadi liburan yang menyenangkan. Lupakan segala keluh dan kesah, saatnya bergembira. Liburaaaan, I'm Coming :)
Belum pernah aku pergi selama ini dan rasanya benar-benar berat. Yang paling aku takutkan jika menginap di tempat orang itu ada dua hal : takut kamar mandinya jauh atau nggak ada bantal guling. Untungnya mamak sudah mempersiapkan semua keperluanku untuk pergi KKN. Bawaan yang aku bawa banyak banget. Koper besar, plastik besar berisikan bantal, guling dan cemilan, plus tas ransel besar. GREAT !! Semoga bisa menjadi liburan yang menyenangkan. Lupakan segala keluh dan kesah, saatnya bergembira. Liburaaaan, I'm Coming :)
Kamis, 20 Desember 2012
Did You Know??
Malam ini aku bingung mau menulis apa. Namun yang aku tahu aku hanya mau menulis, menulis, dan menulis, apapun itu untuk menghilangkan kegundahan dihati. Aku tidak bisa mendeskripsikan dengan pasti apa yang aku rasakan sekarang. Tapi sakit, sedih, blank. Tahu bagaimana rasanya ketika kamu sudah berada di awang-awang tiba-tiba BLESSSSS nyungsep ke tanah rasanya gimana? Yup, kurang lebih seperti itu yang aku rasakan sekarang. Kenapa aku seperti ini, aku tak mampu menjelaskannya. Kadang aku heran pada diriku sendiri yang berpura-pura kuat dan ceria, tapi.... yah aku tak punya kekuatan untuk memperlihatkan kenyataan.
Aku terlalu penakut dan menafikan kenyataan. Aku begitu bodoh hingga sering terjatuh karena diriku sendiri. Aku begitu lemah hingga tak mampu menerima kenyataan. Aku yaa aku itulah aku, beginilah aku.
I love you without you knowing
I love you with all my breath
You'll never know how much love this
Because this love can't be measured and without limit
I never regretted know you
Because to know you, I know what love is
Love that teaches loyalty
Your love giving color in my life too
While it may have you give your heart to someone else
But this love remain yours..
Maybe one day you'll know about it or never know :)
Senin, 20 Agustus 2012
Hari Lebaran
Kemarin, Minggu, 19 Agustus 2012, seluruh umat muslim di
seluruh dunia merayakan hari raya idul fitri 1433 H. Setelah berpuasa menahan
hawa nafsu selama sebulan penuh, akhirnya diakhiri dengan perayaan lebaran dan
kembali ke fitrah/suci. Pagi sekitar pukul 6 sudah bangun, mandi, dan
bersiap-siap untuk menjalankan shalat hari raya bersama keluarga di lapangan tugu
Darussalam. Yang paling mengena saat khatib memberikan khotbahnya tentang
orang-orang yang mendapatkan furqan dari Allah. Juga tentang bersyukur, dan
doa. Terkadang ketika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah, kita merasa marah,
kesal, jengkel, dan bertanya-tanya kenapa doa kita tak kunjung dikabulkan. Tapi
tahukah kalian bahwa bukan karena doa kita belum dikabulkan artinya Tuhan tidak
sayang kepada kita. Tetapi itu karena Dia ingin selalu mendengar kita berdoa
pada-Nya. Dan jika ada orang yang tidak pernah melakukan kebajikan yang cepat
dikabulkan doanya, itu bukan karena Tuhan lebih sayang padanya, tapi mungkin
saja karena Tuhan sudah muak mendengar doa-doanya. Pernyataan itu menggelitik
saya, bahwa selama ini saya sering lupa berdoa pada-Nya. Hanya datang pada-Nya
di saat saya membutuhkan pertolongan-Nya. Saya merasa diri begitu sombong dan
angkuh, saya merasa malu. Dan setelah mendengar itu, timbul keinginan saya
untuk selalu berdoa pada-Nya, bercerita pada-Nya.
Pulangnya, saya meminta maaf pada kedua orangtua, lalu
lanjut bersih-bersih rumah lagi.
Sekitar jam setengah 12, kami pergi bertamu ke rumah
saudara, baru kemudian dilanjutkan ke rumah nenek. Jam 2 pulang ke rumah karena
teman-teman mau datang. Setelah itu dilanjutkan bertamu ke rumah Ami. Dan kita
makan mihun buatan mamanya. Asli enak banget, pedasnya mantap, bikin ketagihan J
tapi sayang nggak ketemu Toyok (keponakan Ami), jadi sedih L
Di rumah, seperti biasa, ada lontong, kue blackforest dengan
dua pilihan rasa (keju dan coklat), eskrem juga dengan dua pilihan rasa (coklat
mocca dan durian), minuman soda (fanta dan pepsi blue), jus terong belanda, jus
rambutan, sirup kuning, dan es buah. Melihat banyaknya makanan di rumah, perut
sudah terasa kenyang. Dari kemarin, yang menjadi favorit perut saya adalah
lontong. Ya, pagi, siang, malam, makan lontong terus. Sampai kak Mena bilang, “Maniak
lontong ya, Dek?” J
Pulang ke rumah nenek pun, yang dimakan lontong juga. Olalala,
maklum lontong buatan mamak itu maknyusss :D
Buat semuanya, selamat hari raya idul fitri 1433 H. Minal
adzin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin J
Sabtu, 21 Juli 2012
My Lovely Grandfa :*
Hari ini puasa pertama di bulan suci ramadhan tahun ini.
Terasa bahagia masih bisa merasakan sahur bersama keluarga. Sekitar pukul 4
subuh, abangku yang di Blangpidie menelepon membangunkan ku sahur. Juga ada kak
Zumar yang sms membangunkan sahur juga. Thankyou for them J
Seharian di rumah saja. Bangun tidur langsung mandi, nonton,
internetan bentar, bantu-bantu orang rumah, tidur siang. Sore nya nonton tv
bareng mamak dan kak Mena. Lagi nonton, tiba-tiba aku mencium bau khas kakek.
Aku yang bingung, bertanya pada mereka. Dan kak Mena nyahut, “Iya, aku juga
cium bau nya.”
Tapi anehnya, yang mencium bau kakek hanya kita berdua aja.
Mamak sama sekali tidak menciumnya. Bau nya sekitar 2 menit, lalu menghilang.
Kalau kata mamak itu karena tahun ini kita belum ziarah ke
kuburan kakek. Mungkin juga karena kita jarang mendoakan beliau. Mendengar itu
aku jadi sedih dan kangen. Ya, aku sangat merindukannya. Aku ingat dulu waktu
kakek meninggal, aku masih kelas 5 SD.
Aku ikut menemani di saat-saat beliau kritis di rumah sakit.
Malam selasa itu, aku sangat ingin menginap di rumah sakit, agar bisa menemani
beliau. Tapi karena besoknya aku harus ke sekolah, mamak tidak mengizinkan.
Aku masih ingat dengan jelas sosok beliau. Yang paling sedih
itu saat aku mengurut badannya, kulitnya sudah mulai terkelupas, badannya kurus
dan lemah. Aku tak pernah melihat kakek selemah itu. Yang aku tahu, kakek orang
yang kuat dan berwibawa.
Bahkan dalam kondisi sakit seperti itu, dia meminta pulang
ke rumah.
Tapi tidak ada seorang pun yang mau membawanya pulang. Kata
terakhir kakek pada mamak yang sampai sekarang masih membekas dan membuat mamak
merasa bersalah adalah, “Bawa pulang ayah dari sini. Ayah tidak mau mati
seperti cina di sini.”
Kalian tahu apa maksud perkataan kakek itu?
Beliau ingin pulang karena beliau merasa kotor selama di
rumah sakit. Pipis harus di dalam pispot, mandi cuma dibasuh. Dan yang
terpenting kakek ingin shalat di rumah. Bahkan dalam kondisi terbaring di rumah
sakit, dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya kepada Tuhan, shalat 5 waktu.
Dia ingin meninggal di rumah, itu permintaan terakhirnya. Tapi tidak ada
satupun yang mengabulkan permintaannya.
Kakek adalah orang yang paling aku sayangi di dunia,
melebihi siapapun.
Karena sejak kecil, aku dan kakak lebih sering menghabiskan
waktu bersama beliau dan nenek daripada bersama kedua orangtua ku. Karena
orangtua ku bekerja, jadi kami selalu dititipkan pada mereka. Makanya, ikatan
di antara kami kian kuat.
Aku ingat betul malam selasa itu, aku tidak bisa tidur.
Tiba-tiba pukul sebelas malam, telepon rumahku berdering. Dan sayup-sayup aku
mendengar kalimat “innalillahi wainnailahi rajiun.”
Mendengar kalimat itu, jantungku berhenti berdegup, airmata
mengalir kian deras.
Keesokan harinya kami pulang ke rumah kakek, dan aku melihat
badan kakek sudah terbujur kaku. Selagi orang-orang membacakan yasin di
dekatnya, aku terus melihat kearahnya, tak kubiarkan sedetik pun mataku beralih
dari tubuh kaku kakek. Aku berharap ada keajaiban, tiba-tiba tubuh kakek
bergerak, kakek bernapas. Ya, aku terus melihat ke arahnya dan berharap ada
keajaiban. Tapi hingga beliau dimandikan dan dikuburkan, keajaiban itu tetap
tidak datang.
Hari itu, aku mencium wajah kakek yang dingin dan biru.
Dingin, ya, hanya dingin dan wangi kemenyan yang kurasakan. Itu adalah ciuman
terakhir ku untuknya. Tapi aku tidak merasa takut. Tidak sama sekali. Hari itu
aku juga melihat mamak menangis kian kencang, histeris. Aku tahu seberapa dekat
mamak dengan kakek. Apalagi mamak anak tertua dan sangat dekat dengan beliau.
Melihat mamak menangis semakin membuatku bersedih dan tak kuasa menahan tangis.
Malam-malam setelahnya, aku sering menyendiri di kamar,
mematikan lampu, dan berkata, “kakek aku rindu, aku ingin bertemu, datanglah ke
mimpiku.”
Tapi kakek tidak pernah datang :’(
Dan hari ini, aku mencium bau nya. Aku sungguh rindu :’(
Hari ini mamak memasak masakan yang aku minta tadi sahur,
yaitu ikan keumamah. Ya, itu salah satu makanan favoritku. Juga ada sup daging,
kuah sayur bening, rendang, dan ada satu jenis masakan lagi, tapi aku lupa apa
namanya.
Minumnya ada jus delima, air timun, dan teh hangat.
Aku memilih jus delima, tapi agak hambar dibuat sama kak
Mena. But I like it.
Dan hari ini tidak ada kue atau gorengan. Mamak libur dulu
hari ini, karena besok kebanjiran order..hahaaa :D
Okay, that’s all for today, see you again J
Kamis, 19 Juli 2012
My Only One Sister
Hari Senin kemarin my only one sister yudisium. Dia berhasil
mendapatkan predikat Cumlaude, dan menjadi peringkat ke-2 tertinggi dari 7 yang
terbaik. Mendapatkan hadiah berupa kamus bahasa Inggris dan uang nominal. Wow,
senangnya. Aku juga turut bahagia atas keberhasilannya. Hari itu, aku melihat
sinar kebahagiaan dan kebanggaan dimata kedua orangtua ku. Ya, tak henti-hentinya
mereka membicarakannya. Kak mena hari itu mendapat titel dibelakang namanya,
menjadi Cut Mailina Ariani, S.H.
Melihat kebahagiaan orangtuaku, aku menjadi termotivasi
untuk lebih semangat lagi belajar agar bisa seperti kak Mena. Aku tahu, nilai
akademik bukan segala-galanya, bukan pula jaminan seseorang bisa sukses. Banyak
juga orang yang hanya lulusan SMA, bahkan hanya lulusan SD, tapi bisa berhasil.
Tapi, jika nilai itu bisa membuat orangtuaku bahagia, why not?
Aku ingin melihat sinar kebahagiaan seperti itu lagi di mata
orangtua ku. Aku ingin menjadi alasan kebahagiaan mereka. Ya, aku ingin melihat
sinar itu sekali lagi.
Dan ini akan menjadi motivasiku untuk terus semangat
belajar. Aku ingat kalau lagi final, kak Mena sering bilang, “Belajar dek,
bersusah-susah cuma satu minggu aja, nanti selesai final qe mau main-main
setiap hari juga nggak apa-apa.”
Ya, I must do it. Aku ingin mereka bahagia dan bangga pada
kami, anak-anaknya J
Kalian juga teman-teman. Buat orangtua kalian bahagia. Karna
kita nggak pernah tahu kapan umur kita atau umur orangtua kita berakhir. Dan jika
sampai akhir hidup mereka, yang bisa kita lakukan hanya membuat mereka susah,
pasti kita akan sangat menyesal. Bahagia itu sederhana. Bahagia adalah saat
kita bisa berguna buat orang lain. Saat kita bisa mengukir senyum diwajah orang
lain. Jadilah orang yang berguna bagi siapapun, guys. Terutama kedua orangtuamu.
Agar mereka bangga dan bersyukur pada Tuhan karena diberikan anak yang istimewa dan hebat. Juga agar mereka tidak merasa gagal sebagai orangtua J
Minggu, 01 Juli 2012
Jealous is true or false ???
Pernah merasakan cemburu? Sakit nggak? Rasanya mau menangis?
Yap, itu yang aku rasakan belakangan ini. Rasanya hati sesak dan ingin
menangis, meluapkan semua kesedihan ini. Tapi pertanyaannya, apa aku berhak
untuk cemburu? Menyadari itu, aku tahu bahwa aku ini tolol, bodoh. Tak
seharusnya aku cemburu bukan? Tapi siapa yang bisa mengontrol perasaannya
sendiri. Jika boleh memilih, aku lebih baik tidak pernah merasakan cemburu. Karna
perasaan itu sangat menyakitkan. Apalagi jika aku harus menutupnya dengan make
up terhebat sedunia, senyuman. Apa ada yang menyangka bahwa dibalik senyumanku
setiap harinya tersimpan rasa sedih tak terperi? Tidak ada yang tahu. Karna
yang tahu hanya aku, hatiku, dan Tuhan.
Apa aku boleh menyalahkan cemburu karena menyebabkan aku
merasakan rasa sakit ini? Tidak. Yang salah di sini adalah AKU. Menyukainya
adalah pilihanku, keputusanku. Jadi jika rasa cemburu menggerogoti maka yang
patut disalahkan adalah diriku sendiri. Karena aku begitu rapuh, ya, aku tidak
sekuat mereka yang meskipun telah dikecewakan berkali-kali tetap bisa survive. Aku
tidak sekuat itu, atau belum sekuat itu.
Apa ketika aku cemburu aku harus menghampirinya dan
mengatakan, “aku cemburu.” No, big no no. Yang bisa aku lakukan hanya memendam
rasa sakit ini dan menyembunyikannya dalam tawa. Kamu tahu apa arti tawa itu? Artinya
aku sedang menertawakan nasibku sendiri. Tapi aku tidak pernah menyesal. Karena
rasa ini begitu indah. Meski jika si cemburu datang, rasanya aku ingin mati.
Dan jika cemburu itu datang, aku lebih memilih tidur dan melupakan semua resah
hati ini. Tidur memang tidak bisa menyelesaikan masalah. Tapi paling tidak saat
tertidur aku tak perlu bersedih, aku tak perlu memakai make up itu. Aku bisa
tenang sesaat dalam damai.
Apa aku bersalah jika aku cemburu? Siapa yang bisa
mempersalahkan. Karena bukan hanya aku yang merasakan cemburu.
Ya, cemburu memang sangat menyakitkan, menyedihkan. Andai ada obat
untuk mengusir cemburu, aku pasti akan membelinya.
Sekian ceritaku tentang cemburu, bagaimana denganmu? J
Minggu, 24 Juni 2012
Sakit...
Tadi sore, aku ditemani mamak pergi ke tukang urut untuk
mengobati penyakitku. Aku tak tau apa namanya penyakit ini. Yang aku tahu, aku sangat
sering buang air kecil. Dan hal ini sangat mengganggu apabila aku melakukan
perjalanan jauh seperti liburan.
Selama proses pengurutan, aku agak geli dan tertawa sambil
sesekali meringis karena sakit. Kata nenek yang mengurutku, sakitku ini karena
aku sering lompat-lompat dan lari. Jadi mulai hari ini aku dilarang
lompat-lompat dan lari lagi. Jujur aku sedih mendengar itu. Karena aku sering
jogging di blang padang bersama teman-teman. Katanya, aku nggak boleh lari
lagi, tapi jalan aja, hhmmm L
Selagi proses pengurutan, nenek itu juga bilang, katanya di
perut aku ada 2 bibit..hahahaaa
Aku ketawa mendengar itu. Tapi agak jauh-jauh jaraknya (katanya).
Kan itu semua takdir Tuhan, jadi aku nggak terlalu menganggap serius kata-kata
nenek tersebut.
Supaya sembuh, aku diberikan minuman yang harus aku minum
pagi dan malam hari selama 2 hari. Dan pantangan selama dua hari yang harus aku
patuhi adalah menghindari makanan pedas dan asam. Buset, dua-duanya makanan
kesukaan aku L
Dua hari tanpa makanan kesukaan (apa jadinya??)
Tapi demi kesembuhan, aku pasti BISA. Kalau kata pepatah,
bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian, yihaaaaaa J
Doakan aku cepat sembuh ya teman-teman J
Susah senyum
Semalam aku mendapat siraman rohani dari mamak. Katanya,
banyak yang bilang aku ini jarang senyum, jadi mukanya keliatan sundek. Pasti
pada bingung ya apa itu sundek. Sundek itu sama dengan cemberut (kalau nggak
salah sih).
Jadi dapat nasehat, bla bla bla bla bla. Sebenarnya sih
kalau komentar “jarang senyum” itu nggak kali ini aja aku dengar. Dulu
teman-teman sekolah aku juga sering bilang gitu. Jarang senyum, jutek, cuek,
sinis (itu yang aku ingat).
Mungkin kesan sinis itu muncul karena aku selalu pakai
eyeliner kemana pun aku pergi. Eyeliner itu membuat mata jadi keliatan lebih
tajam dan sinis. Tapi memang dari dulu aku senang pakai eyeliner, biar nggak
keliatan pucat.
Karena keseringan pake eyeliner, jadi kalau sewaktu-waktu
aku lupa pakai, pasti ada teman yang bilang, “Kok keliatan pucat?,”
Nah, balik lagi ke topik di atas, memang aku tipe orang yang
susah senyum. Karena aku mikir, kalau aku jalan sambil senyum, ada 2
kemungkinan : kalau nggak dikatain orang gila, pasti dibilang tebar pesona.
Karena pikiran aku itu lah, makanya sampe sekarang aku susah banget senyum.
Terkecuali udah di senyumin duluan sama orang. Tapi kadang kalau di senyumin
sama orang pun, aku suka liat ke belakang dulu, benar buat aku atau bukan
senyumnya J
Makanya kadang-kadang aku suka iri sama orang yang supel.
Yang bisa ramah sama semua orang. Karena itu merupakan tantangan terbesar buat
aku. Sampai saat ini, itu adalah hal yang sangat sulit untuk aku lakukan. Sering
aku mencoba “supel” tapi justru membuat aku nggak nyaman (jujur). Kesannya kok
kayak cari muka L
Susah buat aku untuk basa basi sama orang, kecuali sama
teman-teman yang udah dekat. Bahkan sama saudara-saudara aja, aku masih susah
untuk membuka pembicaraan. Palingan kalau ditanya, aku jawab. Kalau nggak, aku
diamin aja. Bodoh banget kan X_X
Bahkan aku sampai membaca bukunya Larry King, yang judulnya “Seni
Berbicara”, supaya aku tahu bagaimana caranya membuka pembicaraan dengan
orang-orang yang baru ku temui.
Dan itu adalah salah satu alasan mengapa aku memilih kuliah
di jurusan ilmu komunikasi. Supaya aku bisa belajar bagaimana berkomunikasi
dengan orang lain, dekat dengan banyak orang, menjalin hubungan dengan
masyarakat, dan pastinya bisa berguna buat orang lain. Karena manusia yang baik
adalah mereka yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
Mungkin kedepannya aku harus belajar bagaimana caranya
“senyum”. Aku harus bisa lebih ramah. Benar kata mamak, aku harus lebih care
lagi sama orang.
Kalau kata kak Mena, aku itu orangnya nggak pedulian sama
lingkungan sekitar, cuek sama orang. Kadang aku bingung, apa yang harus aku
perbuat untuk merubah persepsi orang-orang itu. Makanya dari tadi sore, aku
senyumin semua orang yang aku temui di jalan biar nggak dibilang sombong atau
sundek lagi J
Selasa, 12 Juni 2012
My Brother's Wedding
Siang blogger..
Beberapa hari kemarin, aku dan keluarga pergi ke Calang
untuk menghadiri pesta pernikahan abangku. Ini adalah pertama kalinya aku
kesana. Sesampainya disana kami menginap dirumah abangku. And you know what?
Memang benar-benar rumah lajang, perabotan dapurnya minim banget. Maklum dia
tinggal sendiri dirumah itu, jadi wajar kalo perabotannya nggak begitu banyak.
Beda dengan rumah kakakku yang perabotannya lengkap dan ditata rapi. Rumah si
abang minimalis, berlantai tiga, dan di lantai tiganya dipelihara burung
wallet. Sedangkan rumah kakakku lebih berkesan “nyaman”. Berlantai dua, dan di
lantai dua tempat menonton televisi dan tempat untuk fitness dengan dua kamar
dan satu balkon. Kamar pertama penuh dengan mainan anak-anaknya, dan kamar kedua
difungsikan sebagai tempat untuk meletakkan aksesori seperti tas dan sepatu.
Acara pesta diadakan dirumah abang. Karena ada catering,
jadi keluarga tidak terlalu repot masak-memasak. Malam minggu, sebelum acara pesta, si abang membuat acara “masak
kambing”. Disitu mereka (para lelaki) bergadang semalaman, kayak gitulah
pokoknya. Aku udah terlalu ngantuk jadi nggak begitu peduli dengan suasana
diluar, apalagi malam itu hujan turun dengan derasnya (makin enak tidur).
Keesokan harinya, sesuai perintah orang rumah, si abang
ngelemparin celana ke atas genteng rumah supaya nggak turun hujan saat acara
berlangsung. Alhamdulillah hujannya nggak turun :)
Oya, tau nggak pengantin perempuannya itu satu tahun dibawah aku loh, kelahiran 1993. gilaaaaa..muda banget kan. Berarti udah nggak lama lagi aku harus nyusul juga ya :(
Semoga pernikahan b'Mijal langgeng sampai kakek nenek dan cepat dapat momongan ya :)
Wish the best for your new life, brother :)
Bareng dek Acha
Foto bareng kak Oni (sepupu), kak Merry (calon kakak ipar), dan kak Mena (kakak kandung)
Foto bareng Kak Cut (sepupu)
Foto Bareng kak Mena
It's Me :)
Bareng calon kakak ipar
With My Lovely Mom ^_^
Foto keluarga bersama abang dan pengantinnya
Foto bareng B'dedi dan Kak merry (calon kakak ipar)
Foto Bang Mijal dan kak Desy
Numpang foto di kamar pengantin :)
Rabu, 30 Mei 2012
Calang..
Malam blogger..
Malam ini langit kembali menumpahkan airmatanya ke bumi. Rintik-rintik
airnya membasahi atap-atap rumah, mengalunkan suara merdu yang sangat aku
sukai. Ya, aku sangat menyukai suara hujan turun, apalagi kalau turunnya malam
hari J
Tapi blogger, sudah pukul 3 pagi tapi mata ini masih sulit
terpejam. padahal dengan suasana hujan seperti ini enak banget buat tidur kan :’(
Oya, bentar lagi aku bakal libur kuliah loh, asik banget
kan. Tapi kalau liburnya kelamaan juga bosan ya. Artinya mulai sekarang aku
harus menyusun planning apa yang bakal aku lakuin untuk mengisi liburan nanti. Hhmmmm,
masih belum kepikiran mau ngapain aja. Kayaknya kalau liburan keluar kota
enggak dulu deh, apalagi sekarang aku udah masuk Muharram Journalist College (MJC).
Jadi nggak mungkin bisa liburan.
Walaupun liburan ini nggak ada planning kemana-mana, tapi
jum’at depan aku bakal ke Calang sama keluarga. Karena abangku pesta. Ini
pertama kalinya aku ke Calang loh, hhmmm masih belum punya bayangan Calang itu
kayak apa. Aku cuma tau dari foto aja. Lucu ya, padahal hampir sebagian
keluarga aku tinggal di sana, tapi aku malah belum pernah ke sana sekalipun. Bahkan
ke tanah kelahiran bapakku aja baru tiga kali aku pergi. Dua kali sebelum
tsunami dan sekali setelahnya. Sering sih orangtua ku ngajak pulang ke sana,
tapi cuma sekali itu aja aku mau, abis itu kapok dan nggak mau pulang lagi. Bukannya
nggak mau, tapi karena jalannya berkelok kelok, jadinya selama di perjalanan
mual aja bawaannya. Sampai disana pun nggak ada saudara, yang tersisa hanya rumah
bantuan yang nggak ada penghuninya. Cuma ditinggali kalau ada yang pulang aja. Kadang-kadang suka sedih juga sih, kalau dengar teman-teman bilang “aku mau
pulang kampung”..lha aku mau pulang kemana? :’(
Tapi khusus buat pestanya si abang aku bela-belain deh ke
Calang. Padahal baru ingat jalanannya aja udah mual :’(
Cuma belum pasti juga sih, karena minggu depan itu kan mau
dekat final. Ada dosen yang mau buat final duluan, takutnya malah bentrok. Dan kalau
itu sampai terjadi berarti memang nasibku ditinggal sendiri disini. Nggak sendiri
sih, ditinggal bertiga, sama nenek dan beo ku, si Raja Muda :’)
Doain aja ya jum’at depan aku bisa ikut kesana..
Minggu, 25 Desember 2011
Peringatan tsunami
Besok tanggal 26 desember, warga aceh akan memperingati tsunami yang melanda Aceh 7 tahun silam. Sejak hari ini pun banyak warga yang sudah melakukan doa bersama di mesjid. Bencana tsunami tujuh tahun lalu merupakan peristiwa kelam yang menyisakan tangis dan luka. Banyak saudara-saudara kita yang pergi dan tak pernah kembali. Kampung halaman yang kucintai pun ikut hilang bersama dengan sapuan air laut tersebut. Padahal dahulu, kampungku yang terletak di daerah Aceh barat sana memiliki pantai yang sangat indah, yang belum terjamah oleh tangan-tangan manusia, air nya yang biru, ombaknya yang riuh, menambah keelokan pantai itu. Terakhir kali aku melihat pemandangan tersebut ketika aku kelas 5 SD. Masih tergambar jelas diingatanku, bagaimana indahnya pesona laut disana, setiap hari selama disana, aku selalu bermain dipantai, karena jarak rumah nenek dengan pantainya sangat dekat. Selain itu, dihalaman rumah nenekpun ditanam berbagai jenis pohon, mulai dari durian, kedongdong, kuini, nangka, dan lain sebagainya. Namun itu hanya masa lalu. Kini rumah itu telah terbawa tsunami, dan sekarang hanya tinggal bekasnya saja. Ketika aku pulang kesana 2 tahun yang lalu, suasananya sudah gersang, panas, seperti tidak ada kehidupan, sungguh menyedihkan. Pantainya pun tidak terawat dan kotor. Melihatnya aku merasa sedih. Laut yang sedari dulu aku kagumi sudah berubah, rasanya aku ingin menangis melihat keadaan pantai yang seperti itu. Tsunami telah mengambil saudara-saudaraku, nenek, oom, teman, dan sahabat. Namun aku sadar bahwa ini semua merupakan ujian dari Tuhan. Tuhan tahu bahwa kami sanggup dan kuat menghadapinya. Dan sekarang lihatlah kota kami Aceh. Dia telah berubah menjadi kota yang cantik, dan berkat tsunami jugalah adanya MoU di Aceh. Tidak ada lagi kontak senjata dan konflik. Ya, dibalik setiap kejadian selalu ada hikmah. Tsunami membawa bencana sekaligus berkah. Dan tentu ada hikmah dari itu semua. Ada pembelajaran yang bisa kita ambil. Aku berharap, saudara-saudaraku yang tlah pergi menjadi orang-orang terbaik, diterima disisi-Nya, dan menjadi penghuni surga-Nya. Bagi saudara-saudaraku yang ditinggalkan tetaplah tegar, bencana ataupun masalah bukanlah akhir dari segalanya. Karna masalah lah yang mewarnai kehidupan kita. Masalah yang membuat kita belajar, belajar dari kegagalan, belajar dari kesalahan, belajar dari kekecewaan, belajar dari sakit hati, dan belajar dari segalanya. Tanpa masalah kita tidak akan pernah belajar dan menghasilkan yang terbaik. Masalah adalah ujian bagi kita untuk menentukan seberapa kuat dan tegarnya kita dalam mengarungi hidup ini. Masalah pulalah yang mengajarkan kita kedewasaan dan kebersamaan.
Semoga peringatan tsunami besok bukan mengingatkan kita akan sejarah yang kelam namun justru mengingatkan kita bahwa tanpa bencana itu maka hari ini kita bukanlah apa-apa. Karna bencana itulah yang membuat kita menjadi manusia yang kuat. Jika bencana sebesar itu mampu kita lewati maka yakinlah bahwa kita bisa dan mampu melewati cobaan seberat apapun juga. J
Sabtu, 10 Desember 2011
luv my parents
Ada satu hal yang sangat aku syukuri hingga hari ini adalah aku terlahir dari orangtua yang begitu menyayangiku. Di tengah maraknya eksploitasi anak yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri dan banyaknya orangtua yang melucuti anaknya sendiri atau banyaknya orangtua yang acuh pada anaknya sendiri.Subhanalllah..
Terima kasih Tuhan karena telah mengirimkan aku ke dunia ini melalui orangtua yang baik hingga aku bisa menikmati dan merasakan bahwa hidup ini begitu indah.
Orangtua adalah tumpuan seorang anak, sebagai tempat berlindung, tempat mengadu, tempat belajar, tempat bercanda, dan tempat bermanja. Tak bisa dibayangkan apa jadinya seorang anak tanpa bimbingan orangtuanya. Karena orang tua ibarat penunjuk jalan dan apabila penunjuk itu salah maka kita akan tersesat atau masuk ke jurang. I love you mom n dad :*
Aku adalah seorang anak yang sedari kecil sangat bergantung pada orangtua ku. Manja tepatnya. Aku ingat dulu kalo aku masih TK, bapak selalu menungguku diluar kelas. Dan kalau sampai tiba-tiba aku melihat bapak tidak ada, aku akan menangis. Bahkan sampai guruku berkata pada bapak, “Dia anak bapak satu-satunya ya?” Mengingat itu aku selalu terharu dan sedih. Sungguh begitu sayangnya mereka padaku. Apalagi waktu aku kecil, bapak bekerja di Takengon dan tentu menjadi jarang bertemu. Jadi jika beliau pulang kemari selalu dihabiskan waktu untuk menemaniku dan kakak. Bahkan hingga saat ini pun aku masih bergantung pada mereka. Walaupun tidak semanja dulu. Karna prinsip mamakku adalah “kecil boleh dimanja tapi ketika mulai beranjak dewasa harus dididik untuk mandiri”.
Mamak selalu mengajariku untuk menjadi anak yang rajin, belajar masak dan bersih-bersih rumah. Mamak selalu bilang, “anak yang dimanja itu nggak bagus, nggak akan bisa jadi ORANG, justru yang dididik keras itu yang berhasil. Kayak mamak dulu, dari kecil udah cari uang, sekolah jalan kaki, belum lagi harus jaga adek-adek yang masih kecil. Kalian sekarang enak mau apa aja bisa. Mamak dulu harus cari uang sendiri.”
Saat mendengar itu aku merasa tersentil. Aku yang hidup jauh lebih baik dari beliau selalu merasa kurang. Namun beliau bisa membuktikan meskipun serba kekurangan namun tidak menjadi halangan untuk bisa berhasil. Dan mamak membuktikan itu. Sekarang mamak bisa bekerja kantoran dengan perjuangannya sendiri. Tahun pertama mamak mengikuti tes IPDN, mamak gagal. Namun itu tidak membuat mamak patah semangat. Di tahun kedua barulah mamak bisa lulus. Aku selalu bangga dengan semangat beliau :’)
Mamak adalah ibu yang hebat, meskipun bekerja namun tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang ibu. Bagiku mamak adalah matahari. Tanpa mamak, aku tak akan bisa membayangkan hidupku akan seperti apa. Begitu juga dengan bapak. Bapak juga selalu mengajari kami anak-anaknya untuk mandiri. Bapak sering bilang, “Jadi anak harus pemberani, kalau dimarahin orang jangan nangis, jangan jadi orang yang lemah. Bapak kerasin kalian atau marahin kalian itu supaya kalian tahan banting dan kuat mental.” Makanya sejak aku lulus SMA kemarin, semua urusan kampus aku urus sendiri tanpa campur tangan orangtuaku. Waktu itu aku merasa sedih karena tidak terbiasa mengurus semuanya sendiri. Namun sekarang barulah aku sadar bahwa itu semua ada hikmahya. Aku tau bahwa apapun yang mereka lakukan demi kebaikanku.
Mereka adalah tempatku bersandar dari terpaan angin, badai dan hujan. Namun, bukan berarti aku menjadi bergantung pada mereka. Tapi justru hal itu membuatku menjadi orang yang kuat karena selalu ada orang-orang yang menyayangi dan akan selalu mendukung dan menopangku jika aku terjatuh dan gagal.
Mamak selalu tahu kapan aku bersedih. Aku ingat beberapa tahun yang lalu, aku mengalami masa-masa tersulit dalam hidupku. Aku selalu mengurung diri dikamar daan menangis. Dan disitu, mamak selalu menemaniku. Setiap malam mereka (orangtuaku) mengajakku jalan-jalan agar tak mengurung diri terus. Lalu setiap hari minggu mereka mengajakku ke pantai untuk refreshing. Hingga akhirnya aku bisa kembali ceria.
Ada saatnya aku bercanda dengan mereka layaknya teman dan ada kalanya mereka bersikap tegas dan keras. Karena pada dasarnya seorang anak tidak boleh terlalu dimanjakan karena akan membuatnya menjadi egois dan ingin mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Cara yang paling baik adalah berikan apa yang baik buat mereka bukan apa yang mereka butuhkan. Karna terkadang apa yang dianggap baik oleh kita namun sebenarnya belum tentu baik. Disitulah peran orangtua membimbing dan mengarahkan kita. Yang terpenting adalah sayangi kedua orangtua kita baik segala kelebihannya maupun kekurangannya. Karena orangtua juga manusia, tak ada yang sempurna. Namun yang pasti setiap orangtua pasti menyayangi anak-anaknya, namun hanya cara menunjukkannya yang berbeda. Hug and kiss your parents before late J
Sabtu, 15 Oktober 2011
Birthday_19
Hari Jum’at, 14 oktober 2011 kemarin, aku tepat berusia 19 tahun. Tak bisa dibayangkan betapa bahagianya aku kemarin. Sedikit flashback, tepat jam 12 teng, kak Mena membangunkan aku yang tengah lelap tertidur. Dia yang pertama kali mengucapkan “Happy Birthday to You” sambil memberikan aku kado. Aku yang masih agak mengantuk tidak begitu menyadari apa yang baru saja terjadi. Berpikir It’s just a dream J
Aku pun kembali tertidur. Namun, aku adalah tipe orang yang kalau sudah dibangunkan akan susah tertidur lagi. Jadinya sambil nutup mata lagi aku mikir ulang, “kok bisa ada kado ya? Mimpi apa bukan nih?” Jadinya aku bangun lagi, buka mata, dan jreng jreng jreng, ternyata bukan mimpi.hahahaha J
I said thankyou to my sist :*
Setelah itu, aku ngelanjutin buat tugas Teori Komunikasi yang baru setengah aku selesaikan gara-gara ketiduran. Sambil mengerjakan tugas, aku pun menjelajahi facebook dan twitter. Ada beberapa teman yang ngucapin selamat ulang tahun juga, I really really happy J
Pukul 3 pagi aku baru tertidur lagi, meski tugas belum juga selesai. Sekitar pukul 7 aku terbangun, karena mau bersiap-siap ke kampus.
Sebelum mandi aku menyempatkan diri untuk membuka kado dari kak Mena. Ternyata oh ternyata, kak Men ngasih aku baju dan jilbab.Wow, cool.I love it J
Pukul setengah Sembilan aku tiba di kampus, dan bertemu Sari dan Mila. Kami melanjutkan tugas Teori Komunikasi yang belum terselesaikan. Selagi mengerjakan tugas, Dara pun datang. Kami memutuskan untuk melanjutkan mengerjakan tugasnya di kantin.
Aku terkejut sekaligus bahagia J thankyou my besties :*
Meskipun rada bingung juga, kok cuma ada angka 9 aja, angka 1 nya kemana?? Ntar dikira aku ulang tahun yang ke-9 lagi. Padahal kan umur aku udah 19 tahun :’( Mungkin karna aku imut-imut gitu kali yaa.hahaha.mencoba menyenangkan diri sendiri.Lalu aku meniup lilin dan memotong kue. Kemudian mereka satu persatu menyuapiku. Lalu gantian aku yang menyuapi mereka J
Sorenya, kita jogging di Blangpadang. Waktu aku pamit sama mamak dan bilang mau jogging, mamak bilang, “ udah kurus ngapain jogging lagi?” aku sih ketawa aja. Padahal aku ikutan jogging sama mereka karena mau makan alias menggemukkan diri. Secara disana kan banyak penjual makanan.HHmmmm :D
Waktu lagi lari, tiba-tiba perut aku sebelah kiri sakit banget, mungkin karena dari pagi aku belum makan. Jadinya aku cuma bisa jalan aja. Setelah aku muterin lapangan dua kali, kaki aku jadi sakit, mungkin efek karna jarang olahraga :’(Siap itu, kita istirahat. Lagi asik-asik ketawa, aku pun mengajak mereka makan.Hahahaha
Yang tadinya mereka cuma niat minum doang, garagara liat aku makan batagor mereka jadi pengen juga dan ikut mesen.Hahahaha. Lalu aku sambung dengan makan kue chakyou (kalo nggak salah sih). Lagi-lagi mereka ikutan mesen juga. Tapi enakan kue bolang baling sih, apalagi ada taburan wijennya. Waktu mau mesen kue bolang balengnya ehhh malah abis :’( padahal enak banget loh :D
Udah capek-capek lari malah nggak ada artinya. I’m sorry guys. Kayaknya mereka kapok deh ngajak aku ikutan jogging :D
Siap itu kita jalan-jalan sekitar situ.Ketawa tawa bareng, ngelucu.It was so fun yesterday :D
Meski ada insiden Mila hilang handphone dan kunci motor. Tapi untungnya ketemu.
Finally, aku mau ucapin makasih buat semuanya yang udah ngucapin selamat dan juga thankyou buat doa-doanya. Semoga harapan-harapan aku di tahun ini bisa tercapai dan semoga dengan bertambahnya umurku ini, aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.Amin J
Semoga sikap dan cara berfikir ku juga bisa lebih dewasa, dan segera dapat pacar.hahaha ngarep.com
Special thanks to my parents n my sista whom loves me dan always give me motivation and support. I love you all.thankyou so much :D
Langganan:
Postingan (Atom)







