Senin, 09 April 2012

Pemilukada Aceh

Hari ini pemilukada dilaksanakan di kota Aceh ku tercinta. Sejak kemarin, tempat-tempat yang digunakan sebagai tempat pemilihan sudah disusun rapi.  Undangan pun sudah beberapa hari lalu disebarkan, meskipun masih ada warga yang tidak mendapatkan undangan.Tadi aku datang ke TPS di SMA negeri 5 Banda Aceh Darussalam sekitar jam 10 pagi. Dan tak lupa membawa undangan. Begitu masuk ke TPS 1, tak perlu mengantri langsung bisa nyoblos. Alhamdulillah prosesnya dipermudah dan tidak berbelit-belit J Namun, menurutku, ada kelemahan dalam pemilukada kali ini, yaitu bagi masyarakat yang sudah mendapat undangan tidak perlu memperlihatkan KTP lagi.  
Seperti dirumahku saja, tersisa satu undangan milik abangku. Karena dia sudah pindah ke Calang, jadi dia memilih disana, namun disini dia tetap terdaftar dan mendapatkan undangan. Bisa saja kan undangan itu digunakan oleh orang lain yang belum cukup umur, lalu ke TPS dan mencoblos. Toh tidak ada bukti bahwa undangan tersebut bukan milik dia. Nah menurutku itu  adalah salah satu kelemahan dari KIP tahun ini. Dan hari ini untuk yang pertama kalinya, aku bisa memilih dan ikut berpartisipasi di dalam pelaksanaan pemilukada. Untuk itu, aku mengikuti jalannya debat kandidat baik untuk pemilihan calon walikota maupun calon gubernur. Agar tak salah pilih nantinya. Memang kepintaran dalam berbicara/berdebat bukanlah sebuah tolak ukur pasti bahwa kedepannya calon kandidat mampu membangun Aceh dengan baik, namun itu bisa menjadi satu nilai plus bagi setiap calon. Karena kriteria calon pemimpin yang baik juga beragam. Salah satunya adalah kemampuannya dalam berkomunikasi dan mempengaruhi audiens. Namun selain itu, yang menjadi penilaian ku pada saat debat kandidat berlangsung adalah kecerdasan emosional dari para calon. Karena itulah unsur yang paling penting dalam memilih calon pemimpin. Bagaimana seorang pemimpin tidak hanya mampu berkomunikasi, tapi juga mampu menghargai pendapat lawan, mampu bersikap bijak, bertutur kata sopan, menahan emosi, dan banyak lainnya. Namun, pada saat acara debat kandidat calon walikota kemarin, aku merasa sedikit kecewa dengan calon yang aku jagokan. Tidak seperti yang aku harapkan. Calon jagoanku justru tidak bisa menghargai pendapat orang lain. Menurutku terkesan sombong. Dan hal itu mengurungkan niatku untuk memilihnya. Seharusnya, ketika kita berbicara, terlebih jika didepan umum, kita haruslah bisa menjaga citra diri dengan baik. Aku pernah mendengar kalimat “berpikirlah dulu sebelum berkata”. Jika yang kita lakukan justru sebaliknya, maka hasilnya tidak akan baik. Kata-kata yang keluar tanpa dipikirkan dan disaring terlebih dahulu, seringkali bisa menyakiti orang lain atau memancing konflik. Begitu pula ketika debat kandidat calon gubernur yang ditayangkan di Metro beberapa hari yang lalu. Itu juga membuka mata dan pikiranku untuk memilih yang sesuai dengan nuraniku. Bukan paksaan atau bujukan dari orang lain. Tapi memang pilihanku sendiri. Yang lucunya dalam acara debat kandidat calon gubernur malam itu adalah ada beberapa calon yang menjawab pertanyaan dari panelis “tidak kena sasaran”. Kalau bahasa sehari-harinya, “ditanya apa, dijawabnya apa = nggak nyambung”.
Dan itu membuat aku yang menonton merasa malu. Bisa dibayangkan itu ditayangkan di TV nasional yang disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Apa yang di pikirkan orang luar jika mereka menjawab pertanyaan seperti itu.
Namun, di akhir acara ada adegan yang menarik perhatianku. Yaitu saat Pasangan calon Irwandi-Muhyan bersalaman dan berpelukan dengan pasangan calon Zaini-Muzakkir. Semoga kemesraan itu menjadi langkah baru bagi Aceh yang damai dan sejahtera. Dan aku berharap siapapun calon yang terpilih nantinya mampu mengemban amanah dengan baik dan membawa Aceh ke kejayaan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Kamis, 05 April 2012

Konteks dalam Komunikasi Lintas Budaya


Pengertian Konteks dan Peranannya dalam Komunikasi Lintas Budaya
Di dalam proses komunikasi terdapat perbedaan dalam cara berkomunikasi antara
orang yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, perbedaan ketika berkomunikasi dengan teman tentu akan berbeda ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua ataupun dengan orang yang lebih muda. Hal inilah yang dinamakan dengan konteks dalam komunikasi. Perbedaan cara berkomunikasi itu adalah hal yang sangat wajar dikarenakan situasi psikologis dan sosial. Bisa dikatakan bahwa konteks adalah sebuah wadah yang membatasi tindakan berkomunikasi yang dipengaruhi oleh situasi psikologis dan sosial. Dengan mengetahui konteks, maka akan mempermudah kita dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Pendekatan-Pendekatan Tentang Konteks dalam Komunikasi Lintas Budaya
Dalam komunikasi lintas budaya, ada empat pendekatan tentang konteks, yaitu :
Pendekatan Situasional terhadap Konteks
Salah satu cara untuk menentukan dan membedakan konteks, dapat diidentifikasikan melalui pengaruh karakteristik komunikasi terhadap komunikasi. Beberapa pengarang telah menyusun karakteristik komunikasi berdasarkan : jumlah komunikator, derajat proksimitas fisik, jumlah saluran sensoris yang mungkin dapat digunakan komunikator, dan kecepatan reaksi umpan balik (Miller, dalam Sarah Trenholm). Menurut Miller, dimensi-dimensi ini berkaitan satu sama lain, namun yang  paling penting adalah faktor jumlah komunikator, karena inilah yang menjadi kunci dimensi situasional tersebut. Ini berarti dengan menambah jumlah orangg maka berubah pula situasi komunikasinya. Menyusul Miller adalah Swanson dan Delia yang menempatkan urutan kepentingan pada kemampuan para interaktor untuk mengadaptasi pesan-pesan sesuai dengan kebutuhan orang lain, situasi formalitas dan dari pesan komunikasi, serta tujuan komunikasi yang bersifat khusus.
Ada lima konteks dalam pendekatan ini, antara lain:
Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi lintas budaya juga termasuk dalam konteks komunikasi antarpribadi, karena dalam komunikasi lintas budaya itu melibatkan paling sedikit dua atau tiga orang yang berbeda kebudayaan, lalu jarak fisik di antara mereka sangat dekat satu sama lain; sementara itu dalam komunikasi tatap muka atau bermedia, umpan baliknya berlangsung cepat, adaptasi pesan bersifat khusus, dan tujuan komunikasi bersifat tidak berstruktur. Dalam kenyataannya proses komunikasi lintas budaya yang dilakukan oleh dua atau tiga orang yang berbeda kebudayaan itu dipengaruhi oleh faktor-faktor personal maupun kelompok budaya. Faktor-faktor personal yang mempengaruhi komunikasi antarpribadi antara lain, faktor kognitif, seperti konsep diri, persepsi, sikap, orientasi diri (self orientation), dan self esteem.

Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok merupakan komunikasi di antara sejumlah orang.  Di dalam komunikasi kelompok juga terjadi proses interaksi antar budaya dari para anggota kelompok yang berbeda latar belakang kebudayaan. Termasuk dalam pengertian konteks komunikasi kelompok adalah operasi komunikasi antar budaya di kalangan in group maupun antara anggota sebuah in group dengan out group, atau bahkan antara pelbagai kelompok (intergroup communication). Perasaan-perasaan terikat pada kelompok yang kerap kali dimanifestasikan dengan merendahkan kelompok lain yang dikenal dengan etnosentrisme dan rasisme. Akibatnya adalah terbentuknya jaringan komunikasi antara anggota kelompok (networks of communication).
Ada beberapa kategori peranan setiap orang dalam membentuk jaringan antar pribadi, yaitu :
1.      Nodes, yang menjelaskan peranan atau kedudukan serta fungsi komunikasi setiap individu dalam kelompok.
2.      Links, yang menjelaskan kaitan antara nodes dan karakteristik hubungan tersebut sebagai akibat dari fungsi mereka sebagai saluran komunikasi.
3.      Cliques, yang menjelaskan subkelompok dalam jaringan dan pembagian tugas dalam klik dan struktur mereka dalam kaitan dengan arus komunikasi.
4.      Network, menjelaskan tentang satuan jaringan dan relasi antara karakteristik sistem (ukuran atau struktur) dan kaitannya dengan arus komunikasi.

Komunikasi Organisasi
Praktek komunikasi organisasi melibatkan di dalamnya komunikasi antar pribadi atau komunikasi kelompok yang bersifat impersonal (komunikasi yang berstruktur) yang dilakukan oleh pribadi atau kelompok kerja dalam satu organisasi. Jalur komunikasi organisasi adalah jalur vertikal (atas-bawah, bawah-atas), horizontal (antara unit atau satuan kerja yang sama derajat), dan diagonal (komunikasi lintas unit atau satuan kerja). Organisasi merupakan wadah yeng mempekerjakan karyawan yang berasal dari pelbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, dan kebudayaan yang berbeda.

Komunikasi Publik
Dalam komunikasi  publik, jumlah orang yang terlibat dalam komunikasi semakin banyak, umpan balik mulai lamban dan tertunda, adaptasi pesan masih bersifat khusus dengan tema tertentu, dan tujuan komunikasi mulai terstruktur. Komunikasi publik merupakan komunikasi yang dilakukan oleh seorang kepada sejumlah orang yang berbeda latar belakang kebudayaan di dalam situasi pertemuan (rapat, seminar, lokakarya, simposium). Komunikasi publik mengutamakan pengalihan pesan yang tersusun secara baik misalnya tertulis maupun lisan (karena itu aspek penggunaan simbol verbal dan non verbal yang patut dipahami oleh peserta yang berbeda kebudayaan) yang dimulai dengan proses satu arah kemudian dibuka dialog antara pembicara dengan audiens.

Komunikasi Massa
Dalam komunikasi massa, jumlah orang yang terlibat dalam komunikasi massa sangat banyak (bisa ratusan, ribuan, bahkan jutaan manusia) yang disebut massa. Sifat umpan balik komunikasi massa berlangsung lamban yang disebut umpan balik tertunda (delayed feedback), adaptasi pesan bersifat sangat umum, tujuan komunikasi mulai sangat berstruktur. Komunikasi massa adalah proses komunikasi dengan massa yang dilakukan melalui media, yakni media massa seperti surat kabar, majalah, buku, radio, televisi, dan lain-lain. Seluruh proses komunikasi massa melibatkan – sangat tinggi – didalamnya pelbagai aspek perbedaan latar belakang budaya, mulai dari pengelola (organisasi media), saluran atau media massa, pesan-pesan, hingga kepada khalayak sasaran maupun dampak.
Khalayak dalam komunikasi massa merupakan orang atau sekelompok orang yang berbeda latar belakang budaya dan tersebar secara geografis di aneka ruang yang luas mulai dari lokal, regional, nasional maupun internasional. Dampak dari kehadiran lembaga, pesan, maupun media yang berasal dari latar belakang kebudayaan yang berbeda sangat besar terhadap perubahan sikap khalayak. Jadi pemahaman terhadap konsep komunikasi antar budaya sangat membantu untuk menganalisis konteks komunikasi massa. Karena itu maka salah satu kunci untuk menentukan komunikasi lintas budaya yang efektif adalah pengakuan terhadap faktor-faktor pembeda yang mempengaruhi sebuah konteks komunikasi, misalnya peserta komunikasi, apakah  itu etnik, ras, kelompok, kategori yang memiliki kebudayaan tersendiri. Perbedaan-perbedaan itu meliputi nilai, norma, kepercayaan, bahasa, sikap, dan persepsi, yang semuanya itu sangat menentukan pola-pola komunikasi lintas budaya.
Pendekatan Fungsional
Kalau pendekatan situasi menekankan pada faktor situasi interaksi, maka pendekatan ini lebih menekankan pada faktor fungsional yang menghambat komunikasi. Dengan demikian, konteks komunikasi ditentukan oleh fungsi komunikasi. Anda dipersilahkan melihat relasi antara pasangan suami isteri yang berbeda kebudayaan namun sudah menikah 10 tahun. Mereka telah berhasil mempertahankan fungsi-fungsi keluarga (reproduksi, perlindungan, ekonomi) melalui cara-cara mereka berkomunikasi selama masa perkawinan itu. Bandingkan relasi suami isteri itu dengan seorang pembicara yang berpidato di depan audiens dalam sebuah seminar.
Perbedaan antara dua contoh komunikasi itu terletak pada fungsi yang digambarkan oleh situasi. Situasi pertama menunjukkan sebuah proses komunikasi lintas budaya yang lebih mendalam lantaran dua pihak telah mengembangkan relasi, pertukaran informasi dan mengembangkan komunikasi persuasif selama kurun waktu 10 tahun. Kalau dibandingkan dengan situasi kedua yang proses komunikasinya baru pada tahap interaksi yang mengarah ke tahap relasi bagi pertukaran informasi. Aspek fungsi tersebut harus dipertimbangkan ketika kita menjelaskan  komunikasi, karena komunikasi antar pribadi, antar kelompok sangat bervariasi, dan variasi itu terletak dalam hal  maksud, tujuan serta harapan dari sebuah tindakan komunikasi.  Mengacu pada konteks situasional maka meskipun mungkin dua orang yang bertatap muka merupakan bagian yang sama dari konteks antar pribadi namun mempunyai tujuan dan maksud (fungsi) komunikasi yang berbeda. Suami dengan isteri melakukan komunikasi antarpribadi tanpa batas jarak (proksimitas) fisik, sebaliknya komunikasi tatap muka antara seorang salesman dengan calon pembeli, antara dosen dengan mahasiswa, atasan dengan bawahan, kyai dengan jamaah, antara anda dengan tetangga, semua jenis komunikasi itu berbeda karena berkomunikasi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda pula.
Dalam pendekatan fungsional taksonomi konteks komunikasi sangat ditentukan oleh tiga kemungkinan fungsi, yaitu : (1) pengembangan dan pemeliharaan relasi; (2) pertukaran informasi; dan pengaruh sosial dan  psikologis (persuasi). Konsep yang sama dalam pelbagai ilmu sosial dikonstruk dengan : (1) fungsi therapeutic; dimana salah satu pihak merasa bahwa pengalaman kognitif dan emosional dia tumbuh akibat dari interaksi antarpribadi; (2) komunikasi yang ritualistic sebagai pendorong fungsi menciptakan solidaritas budaya dan identifikasi budaya; dan (3) fungsi puitis dan estetika yakni untuk memenuhi kualitas pesan komunikasi.

Pendekatan Pengembangan Kognitif
Menurut Dance dan Larson, ada tiga dasar konteks atau tingkatan komunikasi yaitu intrapersonal, interpersonal, dan the person to person. Setiap  dasar konteks itu mempunyai jenis pemrosesan kognitif yang berbeda-beda. Pada tingkatan pertama, yakni komunikasi intrapersonal, pengirim dan penerima itu identik atau sama, hanya ada satu orang. Pesan-pesan yang bersumber dari diri sendiri dikirimkan melalui media self yang mengikuti proses yang dia lakukan sendiri, yaitu internalisasi simbol vokal untuk maksud dan tujuan menyelesaikan urusan pribadi atau bagi penyesuaian sosial.
Pada tingkatan kedua, yakni  komunikasi antarpribadi, komunikasi yang terjadi antara dua orang dan kemudian memusatkan perhatian pada karakteristik yang unik dari dua pihak masing-masing. Pada tingkat ini dua orang yang berkomunikasi akan terlibat dalam partisipasi pertukaran pesan, saling memberi dan menerima, saling merasa bahwa saya adalah bagian dari Anda dan Anda adalah bagian dari saya, saya mengakui Anda dan Anda mengakui saya, jadi keunikan dalam perbedaan tetap dihargai.
Pada tingkatan ketiga, komunikasi antara satu orang “kepada” orang lain, yang dimaksudkan sebagai komunikasi yang simultan antara satu orang dengan sejumlah orang. Ketika seorang berbicara dengan sejumlah orang lain maka dia mengkonsentrasikan diri pada kesamaan-kesamaan dan bukan pada perbedaan, tingkatan ini banyak dilakukan dalam percakapan. Disini individu harus mampu mengabstraksikan karakteristik bersama dan berbicara untuk menarik kesimpulan tentang orang lain dan menjadikan mereka ke dalam kelompok yang satu. Baik Dance maupun Larson menekankan bahwa hubungan interkoneksi pada tiap tingkatan. Bahwa pengalaman dan kemampuan setiap orang pada setiap tingkatan/level komunikasi mempengaruhi komunikasi pada setiap level berikutnya.

Pendekatan Gaya
Pendekatan ini diperkenalkan oleh Bormann yang merasa yakin bahwa suatu komunitas retorikal tetap eksis karena para anggotanya mempunyai seperangkat aturan tertentu, adat istiadat dan perjanjian yang membiarkan mereka untuk berada dalam satu diskursus yang sama. Diskursus yang mereka pertahankan yaitu gaya baru dalam sebuah retorika akan berkembang ketika sebuah norma tua, adat istiadat, dan seperangkat aturan  komunikasi telah menjadi sangat pekat merekat para anggotanya. Jadi sebuah standar komunikasi akan selalu mengikuti konteks isu yang ada dalam masyarakat.

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa di dalam proses komunikasi terdapat perbedaan dalam cara berkomunikasi antara orang yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan cara berkomunikasi itu adalah hal yang sangat wajar dikarenakan situasi psikologis dan sosial. Bisa dikatakan bahwa konteks adalah sebuah wadah yang membatasi tindakan berkomunikasi yang dipengaruhi oleh situasi psikologis dan sosial. Dalam komunikasi lintas budaya, ada empat pendekatan tentang konteks, yaitu pendekatan situasional terhadap konteks, pendekatan fungsional, pendekatan pengembangan kognitif, dan pendekatan gaya. Di dalam pendekatan situasional terdapat lima konteks yaitu komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi publik, dan komunikasi massa.
Jadi, dalam berkomunikasi dengan orang lain, terdapat perbedaan ketika kita berkomunikasi dengan orang yang satu dan orang yang lainnya, atau antara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua tentu akan berbeda dengan berkomunikasi dengan orang yang lebih muda. Karena setiap orang berkomunikasi sesuai dengan konteks dimana dia berada dan dengan siapa dia berhadapan.

Sistem Komunikasi Libertarian

1.      Sistem Komunikasi Libertarianisme
Sistem berasal dari bahasa Yunani, sistema, yang berarti suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (Shrode dan Voich, dalam Nurudin, 2004). Serupa dengan pendapat Shrode dan Voich, Littlejohn(1999) mengartikan sistem sebagai seperangkat hal-hal yang saling mempengaruhi dalam suatu lingkungan dan membentuk suatu keseluruhan (sebuah pola yang lebih besar yang berbeda dari setiap bagian-bagiannya).
Kemudian Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, sama di sini maksudnya adalah sama makna. Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif, para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?
Sistem komunikasi adalah sekumpulan unsur-unsur atau orang-orang yang mempunyai pedoman dan media yang melakukan suatu kegiatan mengelola, menyimpan, mengeluarkan ide, gagasan, simbol, dan lambang yang menjadikan pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai suatu kesepakatan dan saling pengertian satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi. Jadi sistem komunikasi liberatarian adalah sistem komunikasi yang mengatur atau yang mengkaji tentang kebebasan, dalam lingkup lebih sempitnya bisa dikataan sistem pers.

Libertarianisme
Sistem komunikasi libertarian bersandar pada sistem filsafat liberalism yang bermula di Inggris dengan tokoh-tokoh antara lain John Locke dan John Stuar Mill yang menekankan pentingnya kebebasan manusia untuk berpendapat sehingga dapat diperoleh kebenaran atau gagasan yang unggul.
Paham libertarian ini lalu menyebar ke negara-negara lain, Amerika Serikat dan negara-negara lain di Eropa, sejalan dengan perkembangan paham demokrasi. Sistem komunikasi libertarian mengajarkan bahwa individu harus diberi kebebasan untuk menyatakan gagamsannya di pasar ide, agar bisa diperoleh kebenaran. Dalam bidang pers, pers harus dibebaskan dari campur tangan pemerintah, bahkan pers berfungsi mengawasi pemerintah. Meskipun demikian, dalam praktiknya, seperti terlihat di Amerika Serikat misalnya, paham libertarian ini menimbulkan berbagai interpretasi dan tidak menjamin kebebasan yang bersifat mutlak.
Menurut teori ini, manusia pada dasarnya mempunyai hak-haknya secara alamiah untuk mengejar dan mengembangkan potensinya apabila diberikan iklim kebebasan menyatakan pendapat. Hal ini tidak mungkin berlaku apabila terdapat kontrol dari pemerintah. Menurut paham liberalisme, manusia pada hakekatnya dilahirkan sebagai makhluk bebas yang dikendalikan oleh ratio atau akalnya. Kebahagiaan dan kesejahteraan individu merupakan tujuan dari manusia, masyarakat, dan negara. Manusia sebagai makhluk yang menggunakan akalnya untuk mengatur dunia sekelilingnya dan dapat mengambil keputusan-keputusan yang sesuai dengan kepentingannya. Oleh karena kemampuan yang dimilikinya ini, maka manusia merupakan unsur utama dari dunia peradaban dan sekaligus sebagai penggeraknya. Kedudukan istimewa yang diberikan kepada individu dalam masyarakat libertarian ini, mengakibatkan timbulnya anggapan bahwa fungsi dari masyarakat ialah untuk memajukan kepentingan anggota-anggotanya secara individual. Mengenai hakekat kebenaran dan pengetahuan, paham leberal memandang sebagai tidak berasal dari kelompok kecil orang-orang yang berkuasa atau merupakan monopoli mereka, akan tetapi harus ditemukan sendiri oleh manusia dengan manfaatkan akalnya.
Mengenai kebebasan pers, teori libertarian beranggapan bahwa pers harus mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya untuk membantu manusia dalam usahanya mencari kebenaran. Untuk mencari kebenaran, manusia memerlukan kebebasan untuk memperoleh informasi dan pikiran-pikiran yang hanya dapat secara efektif diterima ketika itu, apabila disampaikan melalui pers.
Sistem politik Indonesia, terutama pada tahun 1950 - 1959 dengan berlakunya UUDS, pernah menerapkan teori pers liberal. Peraturan perundangan tentang pers masih mengacu pada KUHP warisan kolonial. Realitas kehidupan pers benar-benar menggambarkan penerapan teori pers liberal. Pers pada masa ini cenderung tidak lagi dipergunakan untuk perjuangan negara, namun dipergunakan sebagai terompet partai. Banyak surat kabar yang beredar merupakan organ dari partai politik pada sistem politik waktu itu (baca Tribuana Said, 1988, Sejarah Pers Nasional dan Pembangunan Pers Pancasila, CV Haji Masagung, Jakarta). Merdeka dan Indonesia Raya merupakan surat kabar yang masih bisa disebut sebagai surat kabar yang netral (memperjuangkan kepentingan bangsa).
2.      Dampak positif dan negatif komunikasi libertarian
Pada sistem pers libertarian lebih menekankan pada individu dimana masyarakat dibebaskan untuk berekspresi, berpendapat dan bahkan untuk mengkritik pemerintahan. Tidak selamanya yang namanya bebas itu menguntungkan. Ada pula dampak negatif yang ditimbulkan dari kebebasan tersebut, diantaranya negara akan susah dikendalikan karena akan banyak dari masyarakat yang melakukan kritik terhadap pemerintah bahkan akan sering terjadi konflik antar masyarakat akibat terjadinya salah persepsi dan akan sulit dikontrol oleh pemerintah. Kebebasan media yang berlebihan ada kalanya membatasi kebebasan individu lain. Dengan adanya kebebasan media ini menjadikan seorang individu (terutama public figure) kehilangan area pribadinya, karena semua yang dilakukannya diekspos oleh media.
Tapi sisi positif nya pada sistem liberal, media massa pers bukan alat pemerintah lagi melainkan sebagai alat untuk menyajikan fakta, alasan, dan pendapat rakyat untuk mengawasi pemerintah yaitu bisa sebagai melayani kebutuhan pendidikan politik masyarakat, memberi penerangan kepada masyarakat, memberi hiburan kepada masyarakat, melindungi hak warga masyarakat. Sistem ini menjamin kebebasan bereksresi yang tinggi bagi tiap individu. Negara didalamnya hanya memberikan sarana bagi pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh individu. Sehingga informasi yang ditampilkan lebih beragam. Selain itu, masyarakat juga lebih “melek” dengan keadaan negaranya serta perkembangan yang ada. Karena semua informasi dapat diakses nya melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

3.      Teori Pers dan Sistem komunikasi Libertarian
Pers dalam sistem liberal terbentuk sebagai akibat dari timbulnya revolusi industri
dan perusahaan-perusahaan besar. Menurut teori ini, secara alamiah manusia memiliki hak untuk mengejar kebenaran dan mengembangkan potensinya apabila diberikan kebebasan untuk menyataka pendapat. Hal ini tidak akan mungkin tercapai apabila terdapat control dari pemerintah atau penguasa seperti yang terdapat di sistem otoritarian. Menurut paham libertarian, pada hakikatnya manusia dilahirkan sebagai makhluk bebas yang dikendalikan oleh rasio atau akalnya.
Teori libertarian pers mengatakan bahwa pers harus mendukung fungsi membantu menemukan kebenaran dan mengawasi pemerintah sekaligus sebagai media yang memberikan informasi, menghibur, dan mencari keuntungan. Di bawah teori liberal, pers bersifat swasta dan siapa pun yang mempunyai uang cukup untuk dapat menerbitkan media. Dalam sistem ini, pers bukan instrumen atau alat pemerintah/penguasa, melainkan sebuah alat untuk meyajikan buktidan argument-argumen yang akan menjadi landasan bagi orang banyak untuk mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap terhadap kebijaksanaannya. Dengan demikian, pers seharusnya bebas dari pengawasan dan pengaruh pemerintah. Dalam sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya sebebas mungkin asal tidak melanggar norma yang berlaku. Pers bukan merupakan perpanjangan tangan pemerintah/penguasa. Pers berdiri dengan cara masing-masing untuk mengutarakan pendapat masyarakat. Dalam hubungannya dengan kebebasan pers, teori libertarian beranggapan bahwa pers harus mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya untuk membantu manusia dalam usahanya mencari kebenaran. Manusia memerlukan kebebasan untuk memperoleh informasi dan pikiran-pikiran yang hanya dapat secara efektif diterima ketika itu apabila disampaikan melalui pers. Pihak yang berhak menggunakan media massa dalam teori libertarian adalah siapapun yang mempunyai sarana ekonomi. Tujuan dan fungsi media massa menurut paham liberalisme adalah memberi penerangan, menghibur, sekaligus menjual, namun yang terutama adalah menemukan kebenaran dan mengawasi pemerintah serta mengecek atau mengontrol pemerintah. Hakikat kebenaran dan pengetahuan dianggap bukanlah berasal dari sekelompok kecil orang atau penguasa, melainkan harus ditemukan sendiri oleh manusia dengan mempergunakan akalnya. Mengenai kebebasan pers, dalam teori ini pers dianggap harus memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk dapat membantu manusia dalam usahanya mencari kebenaran. Untuk mencapai kebenaran, manusia memerlukan kebebasan. Dalam masyarakat liberal, kebebasan pers menjadi sebuah hal utama yang sangat penting karena dari kebebasan pers dapat dilihat kebebasan manusia.

Senin, 02 April 2012

Kelebihan dan Kekurangan Iklan Pond's Flawless white

Iklan merupakan suatu tampilan yang akan selalu hadir di dalam kehidupan kita setiap harinya. Iklan selalu beredar di sekeliling kita dan selalu dapat kita temukan dimanapun kita berada. Pada masa kini, iklan digunakan tidak hanya bertujuan untuk menawarkan suatu produk, akan tetapi iklan berusaha membentuk sistem nilai, gaya hidup maupun selera budaya tertentu. Iklan tidak hanya memvisualisasikan kualitas dan atribut dari suatu produk tetapi juga membuat  bagaimana sifat atau ciri produk tersebut memiliki arti sesuatu bagi konsumen. Dengan kata lain, iklan mencoba mendefinisikan image tertentu ketika orang menggunakan produk tersebut. 
Kulit putih, lembab, bercahaya, bebas flek hitam, dan bekas jerawat, merupakan dambaan setiap wanita. Beberapa produk kecantikan menawarkan keajaibannya dalam waktu singkat, misalnya 7 hari atau 2 minggu. Salah satu dari sekian banyak produk kecantikan tersebut adalah pond’s. Pond’s merupakan salah satu produk keluaran unilever. Alasan peluncuran pond’s adalah kepercayaan bahwa semua wanita itu cantik dan cantik itu tidak mengenal batas usia. Oleh sebab itu, pond’s menghadirkan rangkaian produk perawatan kecantikan yang inovatif dan lengkap bagi wanita dalam segala usia. Rangkaian produk perawatan pond’s dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu pengendalian minyak, pemutih kulit, dan penghambat penuaan dini. Ketiga kategori tersebut dikelompokkan dalam lima paket, yaitu salah satunya adalah pond’s flawless white yang membuat kulit tampak putih mulus serta mengurangi noda hitam dan bekas jerawat hanya dalam tujuh hari.
A.                Kelebihan
Berdasarkan pengamatan dari iklan diatas, dapat saya simpulkan beberapa kelebihan dari iklan pond’s flawless white. Pertama, kekuatan tag line yang digunakan dalam iklan tersebut yaitu “putih dalam 7 hari”. Kekuatan tag line tersebut mampu menghipnotis konsumen terutama para wanita yang berkulit gelap. Hal itu mampu meningkatkan optimisme masyarakat untuk menggunakan produk pond’s. Apalagi kebanyakan masyarakat Indonesia sangat mudah terbujuk dengan hal-hal yang instan. Selain itu juga mengingat bahwa negara kita merupakan negara tropis yang mayoritas penduduknya berkulit sawo matang. Tentunya tag line seperti itu mampu menarik minat konsumen. Kedua, pada gambar iklan diatas juga disebutkan “7 days challenge or your money back”. Ini juga menjadi suatu strategi yang digunakan produsen dalam memasarkan produk tersebut. Artinya buktikan tantangan dalam 7 hari atau uang akan kembali. Di sini konsumen benar-benar diyakinkan untuk membeli produk tersebut, sampai-sampai ada kata-kata “or your money back”. Itu merupakan penekanan yang menyatakan bahwa produk tersebut memang mampu memutihkan hanya dalam waktu 7 hari. Jika kita melihat pada tayangan iklannya sendiri, juga diperlihatkan bagaimana seorang wanita yang tadinya berkulit wajah kusam, setelah menggunakan produk tersebut, dalam jangka waktu 7 hari, kulit wajahnya menjadi putih mulus dan cantik berseri. Hal ini tentu saja membuat para konsumen yang melihat iklan tersebut merasa penasaran dan ingin mencoba. Bahasa iklan pond’s sering menipu, misalnya “membuat kulit tampak lebih putih”. Kalimat itu sebenarnya hanya membuat kulit “tampak putih”, bukan “menjadi putih”. Masyarakat sering tertipu dengan kalimat-kalimat seperti itu. Dan itulah strategi yang digunakan oleh para produsen untuk menarik minat konsumen. Di samping itu, para wanita yang menjadi model iklan pond’s selalu memiliki bentuk fisik sempurna. Kulit wajah yang putih dan bersih tanpa noda sedikitpun. Padahal kulit mereka memang sudah putih sejak dulu, bukan karena memakai produk pond’s.

B.                 Kekurangan
Selain beberapa kelebihan produk yang telah disebutkan diatas, juga ada beberapa kekurangan dari produk tersebut. Memang tag line “putih dalam 7 hari” mampu meningkatkan optimisme dan menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi produk tersebut, namun di sisi lain, konsumen yang cerdas tentu tidak akan dengan mudahnya mempercayai iklan semacam itu. Konsumen cerdas mampu merasionalkan pikirannya untuk menentukan logis atau tidaknya sebuah tag line. Mana mungkin hanya dalam waktu 7 hari saja kulit yang tadinya gelap bisa menjadi putih. Itu adalah hal yang mustahil. Tag line seperti itu bisa jadi justru akan membuat masyarakat enggan untuk menggunakan produk tersebut. Masyarakat akan berpikir bahwa ia telah dibodohi atau menjadi korban iklan. Seharusnya seorang produsen, dalam membuat tag line juga harus berhati-hati. Jangan sampai tag line yang seharusnya menjadi kekuatan dari sebuah produk justru menjadi bumerang bagi produk itu sendiri. Selain itu pada kalimat “7-day challenge, or your money back”. Ini juga menjadi kekurangan dalam iklan ini. Seandainya konsumen yang menggunakan produk tersebut kulit wajahnya tidak kunjung memutih dalam jangka waktu 7 hari, kemana dia harus meminta uang nya kembali? Kalimat “or your money back” tersebut akan menyebabkan masyarakat menjadi bingung harus meminta kembali uangnya kemana dan merasa dibohongi.
Dari gambar iklan diatas, juga bisa kita lihat perbandingan pada wajah model sebelum dan setelah wanita tersebut menggunakan pond’s flawless white. Perbandingannya tidak terlalu jauh. Memang sejak sebelumnya pun wanita tersebut sudah berkulit putih mulus tanpa bekas jerawat maupun noda hitam. Seharusnya kulit wanita itu dibuat lebih gelap lagi dengan noda hitam atau bekas jerawat. Jadi, setelah menggunakan pond’s selama 7 hari, kulit wajahnya menjadi tampak putih berseri. Sehingga bisa lebih meningkatkan minat konsumen yang melihat iklan tersebut.

C.                 Solusi
Berdasarkan pengamatan diatas, solusi yang dapat diberikan yaitu seharusnya jangan menggunakan tag line “putih dalam 7 hari”. Karena itu dirasa terlalu cepat. Tidak mungkin bisa memutihkan secara alami dalam kurun waktu sesingkat itu, terkecuali jika menggunakan bahan-bahan kimia. Dalam memasarkan produk, janganlah mengelabui konsumen dengan kalimat-kalimat ambigu. Gunakanlah kalimat sederhana yang berdasar fakta, bukan hanya ilusi atau rekayasa hanya demi keuntungan. Juga harus dilihat siapa target adoptersnya, sehingga tahu strategi pemasaran seperti apa yang cocok digunakan.

Sabtu, 25 Februari 2012

Tips Belajar Efektif Saat Menjelang Ujian

Malam blogger :) tadi sewaktu aku lagi browsing, aku menemukan sebuah artikel menarik "Tips Belajar Efektif Saat Menjelang Ujian". Karena jujur aja selama ini tuh aku ngerasa belajar kurang efektif. Dan yang paling susah itu adalah dalam hal mengingat materi kuliah. Makanya dengan adanya artikel ini aku berharap bisa sedikit membantu. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman bisa sedikit terbantu dan jadi tambah semangat belajarnya :)


TIPS BELAJAR EFEKTIF SAAT MENJELANG UJIAN

1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat

Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran


Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Latih Sendiri Kemampuan Kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Sediakan Waktu Untuk Istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

sumber: terselubung.blogspot.com

Jumat, 24 Februari 2012

Gadis Kecil yang Kuat

Ketika aku membaca dan menonton “Hafalan Shalat Delisa” aku merasa begitu kagum dengan tokoh pemeran utamanya yang bernama Delisa. Seorang gadis kecil yang baru berumur 6 tahun dengan keceriaan dan semangatnya yang mampu menulari orang-orang disekitarnya. Gadis kecil yang penuh rasa ingin tahu, senang berbagi, selalu mempertanyakan hal-hal yang menurut sebagian orang “nggak penting”, dan pemikirannya yang sudah dewasa di umurnya yang sekecil itu. Wow, amazing! Banyak hal yang aku dapatkan dengan mengenal karakter Delisa. Dia selalu mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang disekitarnya, oleh umminya, abinya, uztadnya, kakak-kakaknya, dan orang-orang disekitarnya. Bukan hanya sekedar mendengar tetapi juga dipraktekkan. Yang paling menyentuh adalah ketika dia mengatakan pada umminya, “Delisa cinta Ummi karena Allah”. Subhanallah, anak sekecil itu mampu mengatakan kata-kata luar biasa seperti itu. Memang itu hanya sepenggal kalimat, namun maknanya tak bisa diterjemahkan dengan kata-kata. Nggak kebayang kalau nanti punya anak dan dia juga akan mengatakan kata-kata itu padaku. Delisa, gadis kecil yang kuat, dan tegar. Aku ingin bercerita sedikit tentang isi novel tersebut. Delisa begitu gembira karena sesuai kebiasaan di keluarganya, apabila dia mampu menyelesaikan tugas menghapal bacaan shalat yang diberikan oleh gurunya, maka Ummi Delisa akan menghadiahinya sebuah kalung. Hal yang sama yang dilakukan ummi kepada kakak-kakak Delisa. Ummi selalu menghadiahi anak-anaknya dengan kalung jika berhasil melewati tugas hafalan shalat tersebut. Makanya Delisa sangat bersemangat menghafal bacaan shalatnya. Meskipun selalu kebolak-balik antara bacaan yang satu dan yang lainnya. Dan hal itu selalu menjadi ledekan oleh kak aisyah (kakak Delisa). Suatu hari, kak Aisyah membuatkannya “jembatan keledai” untuk memudahkan Delisa supaya mudah mengingat bacaannya dan tidak kebolak balik lagi. Dan ternyata “jembatan keledai” yang dibuat oleh kak Aisyah sangat membantu Delisa. Suatu hari, ummi mengajak Delisa ke pasar Lhoknga untuk membeli hadiah kalung untuk Delisa. Dan yang berbeda dari kalungnya dengan kakak-kakaknya adalah pada kalung Delisa ada inisial namanya yaitu “D” untuk Delisa. Kalung itu yang menjadi salah satu penyemangatnya untuk segera menyelesaikan hafalannya. Meskipun kalung tersebut sempat membuat kak Aisyah iri padanya. Karena hanya kalung Delisa lah yang terdapat inisial namanya. Melihat gelagat putrinya yang tiba-tiba menjadi murung, ummi Delisa mendekati kak Aisyah, dan setelah tau permasalahannya, ummi berkata, “Jangan jadi orang yang mudah iri hati ya nak. Apalagi iri sama saudara kita sendiri.” Mendengar itu Aisyah langsung memeluk umminya dan menyadari kesalahannya. Subhanallah :’)
Setiap shalat, kak Aisyah akan membaca bacaan shalat dengan keras agar Delisa bisa mendengar. Selain kak Aisyah, juga ada kak Zahra (saudara kembarnya kak Aisyah) dan kak Fatimah sebagai anak sulung. Abi Delisa bekerja disebuah kapal tanker diluar negeri. Setiap 3 bulan sekali baru abinya pulang menjenguk mereka.
Delisa adalah anak yang cerdas, lincah, dan menggemaskan dengan rambut ikalnya.
Pada hari Minggu, 26 Desember 2004, tepat saat kejadian tsunami itu, Ummi Delisa mengantarkannya ke sekolah untuk mengikuti tes bacaan shalatnya. Delisa sudah mengingat bacaan-bacaannya dengan baik, meskipun masih ada yang terlupa, namun dia yakin nanti akan bisa mengingatnya. Dan tibalah gilirannya untuk maju ke hadapan gurunya. Dia mulai membaca bacaan salatnya. Saat ia tengah membacanya, tiba-tiba gempa mengguncang dan membuat orang-orang di sekitar berlarian keluar. Namun tak demikian dengan Delisa, dia tetap khusyuk menjalankan praktek salatnya. Dan meski vas bunga di meja gurunya terjatuh dan salah satu pecahannya mengenai tangannya hingga berdarah pun, dia tetap khusyuk. Dia ingat dengan cerita uztadnya tentang kisah salah seorang sahabat nabi yang saking khusyuknya ia salat, bahkan ketika seekor kalajengking menggigit pantatnya hingga bengkak, ia tetap khusyuk. Makanya Delisa juga ingin seperti sahabat nabi tersebut.
Kejadian tsunami membuat sebelah kaki Delisa buntung karena tertimpa pohon. Dan merenggut nyawa ummi dan ketiga kakaknya. Setelah kejadian itu, Delisa hanya tinggal berdua dengan abi nya. Namun meskipun ditimpa cobaan seberat itu, gadis kecil itu tetap tegar. Dia masih mampu tersenyum dan menyikapi itu semua dengan bijak. Bahkan itu adalah hal yang terkadang bagi kita sebagai orang dewasa masih susah untuk dilakukan. Delisa mengajarkan aku banyak hal. Termasuk rasa ikhlas. Keikhlasan melepas orang-orang yang kita cintai pergi. Rasanya pasti sangat sulit. Namun yang harus kita sadari bahwa kehidupan tak ada yang kekal. Kita semua akan kembali kepada-Nya. Hanya waktu nya saja yang berbeda. Makanya dalam setiap sujudku pada-Nya aku selalu meminta “semoga aku lah yang meninggalkan mereka terlebih dulu. Karna aku takkan mungkin sanggup jika harus ditinggalkan oleh mereka.”
Itu ku pinta bukan karena aku sudah merasa siap untuk mati. Jujur, aku tak pernah siap, dan selalu bertanya-tanya kapan ajalku akan tiba. Namun jika aku yang meninggalkan mereka, aku tak perlu menanggung sakitnya rasa kehilangan itu. Namun setelah membaca dan menonton kisah Delisa tersebut aku merasa malu. Gadis sekecil itu mampu merelakan dan mengikhlaskan orang-orang yang ia sayangi pergi. Tapi aku?
Dia yang belum mengerti apa itu arti keikhlasan, dia yang masih belum mengerti apa itu arti “meninggal”, dia yang masih belum mengerti apa itu kehilangan. Namun dia berusaha untuk mengerti. Keadaan yang membuatnya belajar. Keadaan yang membuat ia mengerti. Karna dia tahu bahwa Tuhan selalu ada untuknya. Tuhan menyayanginya. dan Tuhan tak akan pernah meninggalkannya.  
Untuk teman-temanku yang ditinggalkan oleh orang-orang yang kalian sayangi, Be strong!
Kuncinya adalah ikhlas. Jika kita ikhlas semua akan terasa lebih mudah. Yakinlah bahwa mereka yang pergi adalah orang-orang pilihan yang telah disiapkan tempat terindah disisi-Nya. Dan kita yang ditinggalkan adalah orang-orang yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri. Gunakan kesempatan yang Tuhan berikan dengan sebaik mungkin. Yang mereka butuhkan bukan tangis kita atau kekecewaan kita, melainkan doa kita. Mereka yang disana tentu tak akan mau melihat orang-orang yang mereka sayangi bersedih.Selalu berdoa untuk mereka dan terus lanjutkan hidup J

Minggu, 12 Februari 2012

Calon Pemimpin Aceh

            Hari ini, Minggu 12 Februari 2012, partai aceh menggelar deklarasi kandidat kepala daerah yang telah mereka usung dalam pemilukada Aceh, April mendatang. Sejak kemarin, ribuan pendukung partai aceh datang berduyun-duyun ke jantung kota Banda Aceh untuk melakukan deklarasi partai aceh atas dukungan mereka terhadap calon gubernur dan wakil gubernur, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, serta 15 pasangan calon bupati/wakil bupati yang diusung oleh partai aceh. Para simpatisan dari berbagai daerah tiba di Banda Aceh dengan simbol khas partai mereka yang didominasi oleh warna merah tersebut. Di perkirakan ada sekitar 200.000 kader dan simpatisan yang menghadiri acara tersebut.
Para kader dan simpatisan partai aceh merasa calon dan wakil yang mereka usung, nantinya mampu membawa Aceh lebih maju dan terjauh dari kemiskinan. Deklarasi ini turut diliput oleh berbagai media lokal, baik cetak maupun elektronik. Deklarasi tersebut diadakan di stadion H.Dimurtala, Lampineng Banda Aceh. Mulai dari pagi, jalanan sekitar Lamprit dipadati massa sehingga menyebabkan kemacetan. Banyak masyarakat yang merasa terganggu akan hal tersebut dan memilih untuk berdiam diri dirumah.
Hari ini mereka melakukan pesta rakyat, berharap calon pilihannya mampu memegang amanah dan tidak mengecewakan mereka. Hhmmmm, setiap orang berhak memilih siapa yang dirasa pantas untuk dipilih. Yang terpenting, pilihlah dengan rasional. Pilihlah calon yang memang benar-benar Anda senangi, baik dari sosoknya, cara berpikirnya, wawasan/pengetahuannya, serta cara kerjanya. Agar apa yang kita semua cita-citakan dapat terwujud di bumi Aceh tercinta ini. Namun, jika dari semua calon yang ada, justru tidak ada yang berkenan dihati Anda, silahkan “golput”.hahaahaha J
Up to you, blogger. Pilihan ada ditanganmu. Dan semoga pilihanmu tidak akan mengecewakanmu J
Mau Aceh selamat, pilih dengan cermat!
Mau rakyat bahagia, Pilih dengan logika!
Mau rakyat sejahtera, pilih dengan bijaksana!
Pilihan ada ditanganmu, teman. Dan semoga siapapun pemimpinnya kelak, dapat memajukan Aceh, tidak melupakan rakyat, dan nggak gampang dibodoh-bodohi J
Dan yang terpenting, keinginan aku cuma satu, “Aceh bisa damai dan tentram”. Terlalu lama konflik, menyisakan trauma dan ketakutan yang berkepanjangan. Dan hanya itu yang aku mau “DAMAI” J