Sabtu, 25 Februari 2012

Tips Belajar Efektif Saat Menjelang Ujian

Malam blogger :) tadi sewaktu aku lagi browsing, aku menemukan sebuah artikel menarik "Tips Belajar Efektif Saat Menjelang Ujian". Karena jujur aja selama ini tuh aku ngerasa belajar kurang efektif. Dan yang paling susah itu adalah dalam hal mengingat materi kuliah. Makanya dengan adanya artikel ini aku berharap bisa sedikit membantu. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman bisa sedikit terbantu dan jadi tambah semangat belajarnya :)


TIPS BELAJAR EFEKTIF SAAT MENJELANG UJIAN

1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat

Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran


Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Latih Sendiri Kemampuan Kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Sediakan Waktu Untuk Istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

sumber: terselubung.blogspot.com

Jumat, 24 Februari 2012

Gadis Kecil yang Kuat

Ketika aku membaca dan menonton “Hafalan Shalat Delisa” aku merasa begitu kagum dengan tokoh pemeran utamanya yang bernama Delisa. Seorang gadis kecil yang baru berumur 6 tahun dengan keceriaan dan semangatnya yang mampu menulari orang-orang disekitarnya. Gadis kecil yang penuh rasa ingin tahu, senang berbagi, selalu mempertanyakan hal-hal yang menurut sebagian orang “nggak penting”, dan pemikirannya yang sudah dewasa di umurnya yang sekecil itu. Wow, amazing! Banyak hal yang aku dapatkan dengan mengenal karakter Delisa. Dia selalu mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang disekitarnya, oleh umminya, abinya, uztadnya, kakak-kakaknya, dan orang-orang disekitarnya. Bukan hanya sekedar mendengar tetapi juga dipraktekkan. Yang paling menyentuh adalah ketika dia mengatakan pada umminya, “Delisa cinta Ummi karena Allah”. Subhanallah, anak sekecil itu mampu mengatakan kata-kata luar biasa seperti itu. Memang itu hanya sepenggal kalimat, namun maknanya tak bisa diterjemahkan dengan kata-kata. Nggak kebayang kalau nanti punya anak dan dia juga akan mengatakan kata-kata itu padaku. Delisa, gadis kecil yang kuat, dan tegar. Aku ingin bercerita sedikit tentang isi novel tersebut. Delisa begitu gembira karena sesuai kebiasaan di keluarganya, apabila dia mampu menyelesaikan tugas menghapal bacaan shalat yang diberikan oleh gurunya, maka Ummi Delisa akan menghadiahinya sebuah kalung. Hal yang sama yang dilakukan ummi kepada kakak-kakak Delisa. Ummi selalu menghadiahi anak-anaknya dengan kalung jika berhasil melewati tugas hafalan shalat tersebut. Makanya Delisa sangat bersemangat menghafal bacaan shalatnya. Meskipun selalu kebolak-balik antara bacaan yang satu dan yang lainnya. Dan hal itu selalu menjadi ledekan oleh kak aisyah (kakak Delisa). Suatu hari, kak Aisyah membuatkannya “jembatan keledai” untuk memudahkan Delisa supaya mudah mengingat bacaannya dan tidak kebolak balik lagi. Dan ternyata “jembatan keledai” yang dibuat oleh kak Aisyah sangat membantu Delisa. Suatu hari, ummi mengajak Delisa ke pasar Lhoknga untuk membeli hadiah kalung untuk Delisa. Dan yang berbeda dari kalungnya dengan kakak-kakaknya adalah pada kalung Delisa ada inisial namanya yaitu “D” untuk Delisa. Kalung itu yang menjadi salah satu penyemangatnya untuk segera menyelesaikan hafalannya. Meskipun kalung tersebut sempat membuat kak Aisyah iri padanya. Karena hanya kalung Delisa lah yang terdapat inisial namanya. Melihat gelagat putrinya yang tiba-tiba menjadi murung, ummi Delisa mendekati kak Aisyah, dan setelah tau permasalahannya, ummi berkata, “Jangan jadi orang yang mudah iri hati ya nak. Apalagi iri sama saudara kita sendiri.” Mendengar itu Aisyah langsung memeluk umminya dan menyadari kesalahannya. Subhanallah :’)
Setiap shalat, kak Aisyah akan membaca bacaan shalat dengan keras agar Delisa bisa mendengar. Selain kak Aisyah, juga ada kak Zahra (saudara kembarnya kak Aisyah) dan kak Fatimah sebagai anak sulung. Abi Delisa bekerja disebuah kapal tanker diluar negeri. Setiap 3 bulan sekali baru abinya pulang menjenguk mereka.
Delisa adalah anak yang cerdas, lincah, dan menggemaskan dengan rambut ikalnya.
Pada hari Minggu, 26 Desember 2004, tepat saat kejadian tsunami itu, Ummi Delisa mengantarkannya ke sekolah untuk mengikuti tes bacaan shalatnya. Delisa sudah mengingat bacaan-bacaannya dengan baik, meskipun masih ada yang terlupa, namun dia yakin nanti akan bisa mengingatnya. Dan tibalah gilirannya untuk maju ke hadapan gurunya. Dia mulai membaca bacaan salatnya. Saat ia tengah membacanya, tiba-tiba gempa mengguncang dan membuat orang-orang di sekitar berlarian keluar. Namun tak demikian dengan Delisa, dia tetap khusyuk menjalankan praktek salatnya. Dan meski vas bunga di meja gurunya terjatuh dan salah satu pecahannya mengenai tangannya hingga berdarah pun, dia tetap khusyuk. Dia ingat dengan cerita uztadnya tentang kisah salah seorang sahabat nabi yang saking khusyuknya ia salat, bahkan ketika seekor kalajengking menggigit pantatnya hingga bengkak, ia tetap khusyuk. Makanya Delisa juga ingin seperti sahabat nabi tersebut.
Kejadian tsunami membuat sebelah kaki Delisa buntung karena tertimpa pohon. Dan merenggut nyawa ummi dan ketiga kakaknya. Setelah kejadian itu, Delisa hanya tinggal berdua dengan abi nya. Namun meskipun ditimpa cobaan seberat itu, gadis kecil itu tetap tegar. Dia masih mampu tersenyum dan menyikapi itu semua dengan bijak. Bahkan itu adalah hal yang terkadang bagi kita sebagai orang dewasa masih susah untuk dilakukan. Delisa mengajarkan aku banyak hal. Termasuk rasa ikhlas. Keikhlasan melepas orang-orang yang kita cintai pergi. Rasanya pasti sangat sulit. Namun yang harus kita sadari bahwa kehidupan tak ada yang kekal. Kita semua akan kembali kepada-Nya. Hanya waktu nya saja yang berbeda. Makanya dalam setiap sujudku pada-Nya aku selalu meminta “semoga aku lah yang meninggalkan mereka terlebih dulu. Karna aku takkan mungkin sanggup jika harus ditinggalkan oleh mereka.”
Itu ku pinta bukan karena aku sudah merasa siap untuk mati. Jujur, aku tak pernah siap, dan selalu bertanya-tanya kapan ajalku akan tiba. Namun jika aku yang meninggalkan mereka, aku tak perlu menanggung sakitnya rasa kehilangan itu. Namun setelah membaca dan menonton kisah Delisa tersebut aku merasa malu. Gadis sekecil itu mampu merelakan dan mengikhlaskan orang-orang yang ia sayangi pergi. Tapi aku?
Dia yang belum mengerti apa itu arti keikhlasan, dia yang masih belum mengerti apa itu arti “meninggal”, dia yang masih belum mengerti apa itu kehilangan. Namun dia berusaha untuk mengerti. Keadaan yang membuatnya belajar. Keadaan yang membuat ia mengerti. Karna dia tahu bahwa Tuhan selalu ada untuknya. Tuhan menyayanginya. dan Tuhan tak akan pernah meninggalkannya.  
Untuk teman-temanku yang ditinggalkan oleh orang-orang yang kalian sayangi, Be strong!
Kuncinya adalah ikhlas. Jika kita ikhlas semua akan terasa lebih mudah. Yakinlah bahwa mereka yang pergi adalah orang-orang pilihan yang telah disiapkan tempat terindah disisi-Nya. Dan kita yang ditinggalkan adalah orang-orang yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri. Gunakan kesempatan yang Tuhan berikan dengan sebaik mungkin. Yang mereka butuhkan bukan tangis kita atau kekecewaan kita, melainkan doa kita. Mereka yang disana tentu tak akan mau melihat orang-orang yang mereka sayangi bersedih.Selalu berdoa untuk mereka dan terus lanjutkan hidup J

Minggu, 12 Februari 2012

Calon Pemimpin Aceh

            Hari ini, Minggu 12 Februari 2012, partai aceh menggelar deklarasi kandidat kepala daerah yang telah mereka usung dalam pemilukada Aceh, April mendatang. Sejak kemarin, ribuan pendukung partai aceh datang berduyun-duyun ke jantung kota Banda Aceh untuk melakukan deklarasi partai aceh atas dukungan mereka terhadap calon gubernur dan wakil gubernur, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, serta 15 pasangan calon bupati/wakil bupati yang diusung oleh partai aceh. Para simpatisan dari berbagai daerah tiba di Banda Aceh dengan simbol khas partai mereka yang didominasi oleh warna merah tersebut. Di perkirakan ada sekitar 200.000 kader dan simpatisan yang menghadiri acara tersebut.
Para kader dan simpatisan partai aceh merasa calon dan wakil yang mereka usung, nantinya mampu membawa Aceh lebih maju dan terjauh dari kemiskinan. Deklarasi ini turut diliput oleh berbagai media lokal, baik cetak maupun elektronik. Deklarasi tersebut diadakan di stadion H.Dimurtala, Lampineng Banda Aceh. Mulai dari pagi, jalanan sekitar Lamprit dipadati massa sehingga menyebabkan kemacetan. Banyak masyarakat yang merasa terganggu akan hal tersebut dan memilih untuk berdiam diri dirumah.
Hari ini mereka melakukan pesta rakyat, berharap calon pilihannya mampu memegang amanah dan tidak mengecewakan mereka. Hhmmmm, setiap orang berhak memilih siapa yang dirasa pantas untuk dipilih. Yang terpenting, pilihlah dengan rasional. Pilihlah calon yang memang benar-benar Anda senangi, baik dari sosoknya, cara berpikirnya, wawasan/pengetahuannya, serta cara kerjanya. Agar apa yang kita semua cita-citakan dapat terwujud di bumi Aceh tercinta ini. Namun, jika dari semua calon yang ada, justru tidak ada yang berkenan dihati Anda, silahkan “golput”.hahaahaha J
Up to you, blogger. Pilihan ada ditanganmu. Dan semoga pilihanmu tidak akan mengecewakanmu J
Mau Aceh selamat, pilih dengan cermat!
Mau rakyat bahagia, Pilih dengan logika!
Mau rakyat sejahtera, pilih dengan bijaksana!
Pilihan ada ditanganmu, teman. Dan semoga siapapun pemimpinnya kelak, dapat memajukan Aceh, tidak melupakan rakyat, dan nggak gampang dibodoh-bodohi J
Dan yang terpenting, keinginan aku cuma satu, “Aceh bisa damai dan tentram”. Terlalu lama konflik, menyisakan trauma dan ketakutan yang berkepanjangan. Dan hanya itu yang aku mau “DAMAI” J

Minggu, 25 Desember 2011

Peringatan tsunami

Besok tanggal 26 desember, warga aceh akan memperingati tsunami yang melanda Aceh 7 tahun silam. Sejak hari ini pun banyak warga yang sudah melakukan doa bersama di mesjid. Bencana tsunami tujuh tahun lalu merupakan peristiwa kelam yang menyisakan tangis dan luka. Banyak saudara-saudara kita yang pergi dan tak pernah kembali. Kampung halaman yang kucintai pun ikut hilang bersama dengan sapuan air laut tersebut. Padahal dahulu, kampungku yang terletak di daerah Aceh barat sana memiliki pantai yang sangat indah, yang belum terjamah oleh tangan-tangan manusia, air nya yang biru, ombaknya yang riuh, menambah keelokan pantai itu. Terakhir kali aku melihat pemandangan tersebut ketika aku kelas 5 SD. Masih tergambar jelas diingatanku, bagaimana indahnya pesona laut disana, setiap hari selama disana, aku selalu bermain dipantai, karena jarak rumah nenek dengan pantainya sangat dekat. Selain itu, dihalaman rumah nenekpun ditanam berbagai jenis pohon, mulai dari durian, kedongdong, kuini, nangka, dan lain sebagainya. Namun itu hanya masa lalu. Kini rumah itu telah terbawa tsunami, dan sekarang hanya tinggal bekasnya saja. Ketika aku pulang kesana 2 tahun yang lalu, suasananya sudah gersang, panas, seperti tidak ada kehidupan, sungguh menyedihkan. Pantainya pun tidak terawat dan kotor. Melihatnya aku merasa sedih. Laut yang sedari dulu aku kagumi sudah berubah, rasanya aku ingin menangis melihat keadaan pantai yang seperti itu. Tsunami telah mengambil saudara-saudaraku, nenek, oom, teman, dan sahabat. Namun aku sadar bahwa ini semua merupakan ujian dari Tuhan. Tuhan tahu bahwa kami sanggup dan kuat menghadapinya. Dan sekarang lihatlah kota kami Aceh. Dia telah berubah menjadi kota yang cantik, dan berkat tsunami jugalah adanya MoU di Aceh. Tidak ada lagi kontak senjata dan konflik. Ya, dibalik setiap kejadian selalu ada hikmah. Tsunami membawa bencana sekaligus berkah. Dan tentu ada hikmah dari itu semua. Ada pembelajaran yang bisa kita ambil. Aku berharap, saudara-saudaraku yang tlah pergi menjadi orang-orang terbaik,  diterima disisi-Nya, dan menjadi penghuni surga-Nya. Bagi saudara-saudaraku yang ditinggalkan tetaplah tegar, bencana ataupun masalah bukanlah akhir dari segalanya. Karna masalah lah yang mewarnai kehidupan kita. Masalah yang membuat kita belajar, belajar dari kegagalan, belajar dari kesalahan, belajar dari kekecewaan, belajar dari sakit hati, dan belajar dari segalanya. Tanpa masalah kita tidak akan pernah belajar dan menghasilkan yang terbaik. Masalah adalah ujian bagi kita untuk menentukan seberapa kuat dan tegarnya kita dalam mengarungi hidup ini. Masalah pulalah yang mengajarkan kita kedewasaan dan kebersamaan.

Semoga peringatan tsunami besok bukan mengingatkan kita akan sejarah yang kelam namun justru mengingatkan kita bahwa tanpa bencana itu maka hari ini kita bukanlah apa-apa. Karna bencana itulah yang membuat kita menjadi manusia yang kuat. Jika bencana sebesar itu mampu kita lewati maka yakinlah bahwa kita bisa dan mampu melewati cobaan seberat apapun juga. J

Sabtu, 17 Desember 2011

Apakah kita "Baik"? Who knows..

Baik adalah satu kata yang memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang. Meskipun standar dari “baik” itu sendiri tentu ada. Namun banyak orang yang mempersepsikan kata “baik” berdasarkan pengamatan ataupun penilaian yang dia tentukan sendiri. Artinya apa yang saya anggap baik, belum tentu orang lain juga menganggapnya baik. Dan apa yang saya anggap buruk, belum tentu orang lain juga berpendapat sama. Terkadang kita menilai seseorang baik, tergantung bagaimana perilaku seseorang tersebut terhadap kita. Misalkan si A berlaku sopan dan ramah pada saya maka saya akan menganggapnya baik. Namun bisa saja orang lain menganggap si A sebaliknya.
Dalam hidup ini, selalu saja ada orang yang membenci dan menyayangi kita, begitupun sebaliknya, selalu saja ada orang yang tidak kita sukai dan yang kita sukai. Dan terkadang perasaan tidak suka itu sangat sulit dikendalikan. Mau marah, nggak enak. Diam saja juga makan hati.
Namun, saya mengingat kata-kata dosen saya bahwa seburuk apapun seseorang itu yang penting think positif. Yah, berpikirlah positif. Karena dengan begitu hati menjadi tenang, damai, dan terhindar dari rasa benci (tercela). Karena manusia tiada yang sempurna. Hari ini kita tidak menyukai orang lain, mungkin di tempat lain ada orang yang juga tidak menyukai kita. Jangan menganggap diri paling baik karena tidak ada orang yang benar-benar baik.
Karena ketika saya menganggap seseorang buruk, maka mungkin dia atau orang lain pun menganggap saya demikian. Dan saya sadar bahwa saya sangat jauh dari kata baik. Banyak kesalahan yang telah saya lakukan. Dan saya sadar bahwa saya bukanlah teman yang baik. Oleh sebab itu, saya sangat senang jika ada teman-teman yang mau mengkritik dan mengingatkan saya, daripada menggunjing dibelakang, akan lebih baik jika diutarakan didepan. Pertama, berpahala karena sudah jujur, dan kedua, hati menjadi tenang. Namun satu hal yang harus di ingat bahwa jika ingin mengkritik seseorang gunakanlah kata-kata yang sopan agar tidak menyinggung dan yang paling penting adalah lihat dan identifikasikan karakter teman yang ingin dikritik. Karena tidak semua orang mau dan sanggup menerima kritikan. So, be carefull J
Saya pribadi sangat menghargai setiap kritikan yang diberikan teman-teman, karena dengan kritikan itulah saya bisa mengintrospeksi diri agar bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Karena kritikan adalah suatu proses menuju kemajuan. Tanpa kritikan, seseorang tidak akan pernah maju, karena dia tidak pernah tahu dimana letak kesalahannya. Orang yang sukses adalah orang yang mau menerima kritikan dan belajar dari kesalahan. Karena kita sebagai manusia bukanlah makhluk sempurna, sering melakukan hal-hal yang tidak baik, sering mengeluarkan kata-kata yang tanpa sadar menyinggung orang lain, selalu memperhitungkan untung rugi, iri hati, dengki, sombong, dan banyak perilaku-perilaku tercela lainnya. Diharapkan dengan setiap kritikan dan nasehat yang datang, kita dapat menjadi manusia yang lebih baik dan sukses di kemudian hari. Amin J

Sabtu, 10 Desember 2011

luv my parents

            Ada satu hal yang sangat aku syukuri hingga hari ini adalah aku terlahir dari orangtua yang begitu menyayangiku. Di tengah maraknya eksploitasi anak yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri dan banyaknya orangtua yang melucuti anaknya sendiri atau banyaknya orangtua yang acuh pada anaknya sendiri.Subhanalllah..
Terima kasih Tuhan karena telah mengirimkan aku ke dunia ini melalui orangtua yang baik hingga aku bisa menikmati dan merasakan bahwa hidup ini begitu indah.
Orangtua adalah tumpuan seorang anak, sebagai tempat berlindung, tempat mengadu, tempat belajar, tempat bercanda, dan tempat bermanja. Tak bisa dibayangkan apa jadinya seorang anak tanpa bimbingan orangtuanya. Karena orang tua ibarat penunjuk jalan dan apabila penunjuk itu salah maka kita akan tersesat atau masuk ke jurang. I love you mom n dad :*
Aku adalah seorang anak yang sedari kecil sangat bergantung pada orangtua ku. Manja tepatnya. Aku ingat dulu kalo aku masih TK, bapak selalu menungguku diluar kelas. Dan kalau sampai tiba-tiba aku melihat bapak tidak ada, aku akan menangis. Bahkan sampai guruku berkata pada bapak, “Dia anak bapak satu-satunya ya?” Mengingat itu aku selalu terharu dan sedih. Sungguh begitu sayangnya mereka padaku. Apalagi waktu aku kecil, bapak bekerja di Takengon dan tentu menjadi jarang bertemu. Jadi jika beliau pulang kemari selalu dihabiskan waktu untuk menemaniku dan kakak. Bahkan hingga saat ini pun aku masih bergantung pada mereka. Walaupun tidak semanja dulu. Karna prinsip mamakku adalah “kecil boleh dimanja tapi ketika mulai beranjak dewasa harus dididik untuk mandiri”.
Mamak selalu mengajariku untuk menjadi anak yang rajin, belajar masak dan bersih-bersih rumah. Mamak selalu bilang, “anak yang dimanja itu nggak bagus, nggak akan bisa jadi ORANG, justru yang dididik keras itu yang berhasil. Kayak mamak dulu, dari kecil udah cari uang, sekolah jalan kaki, belum lagi harus jaga adek-adek yang masih kecil. Kalian sekarang enak mau apa aja bisa. Mamak dulu harus cari uang sendiri.”
Saat mendengar itu aku merasa tersentil. Aku yang hidup jauh lebih baik dari beliau selalu merasa kurang. Namun beliau bisa membuktikan meskipun serba kekurangan namun tidak menjadi halangan untuk bisa berhasil. Dan mamak membuktikan itu. Sekarang mamak bisa bekerja kantoran dengan perjuangannya sendiri. Tahun pertama mamak mengikuti tes IPDN, mamak gagal. Namun itu tidak membuat mamak patah semangat. Di tahun kedua barulah mamak bisa lulus. Aku selalu bangga dengan semangat beliau :’)
Mamak adalah ibu yang hebat, meskipun bekerja namun tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang ibu. Bagiku mamak adalah matahari. Tanpa mamak, aku tak akan bisa membayangkan hidupku akan seperti apa. Begitu juga dengan bapak. Bapak juga selalu mengajari kami anak-anaknya untuk mandiri. Bapak sering bilang, “Jadi anak harus pemberani, kalau dimarahin orang jangan nangis, jangan jadi orang yang lemah. Bapak kerasin kalian atau marahin kalian itu supaya kalian tahan banting dan kuat mental.” Makanya sejak aku lulus SMA kemarin, semua urusan kampus aku urus sendiri tanpa campur tangan orangtuaku. Waktu itu aku merasa sedih karena tidak terbiasa mengurus semuanya sendiri. Namun sekarang barulah aku sadar bahwa itu semua ada hikmahya. Aku tau bahwa apapun yang mereka lakukan demi kebaikanku.
Mereka adalah tempatku bersandar dari terpaan angin, badai dan hujan. Namun, bukan berarti aku menjadi bergantung pada mereka. Tapi justru hal itu membuatku menjadi orang yang kuat karena selalu ada orang-orang yang menyayangi dan akan selalu mendukung dan menopangku jika aku terjatuh dan gagal.
Mamak selalu tahu kapan aku bersedih. Aku ingat beberapa tahun yang lalu, aku mengalami masa-masa tersulit dalam hidupku. Aku selalu mengurung diri dikamar daan menangis. Dan disitu, mamak selalu menemaniku. Setiap malam mereka (orangtuaku) mengajakku jalan-jalan agar tak mengurung diri terus. Lalu setiap hari minggu mereka mengajakku ke pantai untuk refreshing. Hingga akhirnya aku bisa kembali ceria.
Ada saatnya aku bercanda dengan mereka layaknya teman dan ada kalanya mereka bersikap tegas dan keras. Karena pada dasarnya seorang anak tidak boleh terlalu dimanjakan karena akan membuatnya menjadi egois dan ingin mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Cara yang paling baik adalah berikan apa yang baik buat mereka bukan apa yang mereka butuhkan. Karna terkadang apa yang dianggap baik oleh kita namun sebenarnya belum tentu baik. Disitulah peran orangtua membimbing dan mengarahkan kita. Yang terpenting adalah sayangi kedua orangtua kita baik segala kelebihannya maupun kekurangannya. Karena orangtua juga manusia, tak ada yang sempurna. Namun yang pasti setiap orangtua pasti menyayangi anak-anaknya, namun hanya cara menunjukkannya yang berbeda. Hug and kiss your parents before late J

Minggu, 04 Desember 2011

Kampanye Sosial

            Beberapa waktu yang lalu, dosen memberikan kami tugas akhir membuat proposal kampanye. Dan dari 3 judul kampanye yang kelompokku ajukan, yang disetujui yakni “Pencegahan Dini Kanker Serviks”. Selama beberapa hari kemarin terasa sangat sibuk mengerjakan semuanya. Mencari informasi dan melakukan survey kesana kemari. Meski lelah, namun terasa mengasyikkan.Yah, ini pertama kalinya aku merasa berbeda dengan mata kuliah yang diberikan. Terasa lebih menantang, dan sungguh suatu kebahagiaan mendapatkan dosen yang cerdas, tegas namun baik hati. Di mata kuliah ini pula, aku pertama kalinya benar-benar serius belajar dan bekerja sendiri saat mengerjakan soal midterm kemarin. Bukan berarti biasanya aku suka mencontek. Hanya saja biasanya dulu saat mengerjakan midterm atau final pasti ada 1 atau 2 soal yang aku tak yakin dengan jawabannya. Namun kali ini, aku mengerjakannya sendiri and yeah I do it J
Di mata kuliah ini aku belajar banyak hal. Bahwa kuliah itu bukan semata-mata untuk mendapatkan nilai A, tapi “apa yang kita dapatkan”. Bukan hanya datang, duduk, diam, pulang, and nothing!
Walaupun proposal kampanye yang kami buat dikarenakan tugas akhir dari Bu Febri (nama dosenku), tapi aku akan tetap concern untuk mengkampanyekan “Pencegahan Dini Kanker Serviks”. Meskipun aku tak mempunyai dana sedikitpun, namu aku bisa mensosialisasikannya melalui jejaring sosial yakni facebook, twitter, dan blog. Karena penyakit ini sangat berbahaya bagi wanita.

Pencegahan Dini Kanker Serviks

Berdasarkan penelitian WHO di seluruh dunia, terjadi 490.000 kasus kanker serviks yang mengakibatkan 240.000 kematian tiap tahunnya, dan 80% dari angka tersebut terjadi di Asia. Menurut Center for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat, jumlah penderita kanker serviks di negara-negara berkembang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan di negara maju. Di Amerika, hanya sekitar 2,5% dari penderita kanker yang meninggal karena kanker serviks. Sebaliknya di Haiti, angka kematiannya mencapai 49%.  Sumber lain menyatakan seperti yang ditulis dalam Healthnews.com, kanker serviks sangat banyak diderita kaum perempuan India dan China. Negara-negara lain dengan angka kematian tertinggi akibat kanker serviks meliputi Bolivia, Paraguay, Belize, Peru, Guyana, Nikaragua, El Salvador, Kolombia, dan Venezuela.
Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan sebanyak 8000 kasus diperkirakan berakhir dengan kematian. Sementara itu, data dari Sistem Informasi rumah sakit tahun 2008 menunjukkan kanker payudara (18,4%) menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh rumah sakit di Indonesia, disusul kanker serviks (10,3%).
Di Banda Aceh, saat ini penderita kanker serviks sebanyak 0.5% dari jumlah penduduk wanita. Berarti ada sekitar 520 kasus kanker serviks. Dengan penderita paling banyak adalah wanita berusia 30-55 tahun. Dan diperkirakan sekitar 20% wanita beresiko terinfeksi kanker serviks.
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh di daerah leher rahim yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang terletak diantara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina). Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dikenal dengan sebutan Human Papilloma Virus (HPV). Penyebab terinfeksi kanker serviks diantaranya karena bergonta ganti pasangan seksual, menikah muda (sebelum usia 20 tahun), kehamilan yang sering, pembalut wanita, seringnya mengkonsumsi makanan fastfood/junkfood, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Cara paling mudah untuk mendeteksi penyakit ini dengan melakukan pemeriksaan sitologi leher rahim yang biasa disebut dengan nama Paps smear atau papanicolaou smear. Metode tes Paps smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan di analisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkap apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Tingginya angka penderita kanker serviks disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya kanker serviks, sehingga membuat banyak penderita baru menyadari dan melakukan pengobatan ketika sel kankernya sudah menyebar dan mencapai stadium akut. Karena biasanya kanker serviks baru akan menunjukkan gejala serius setelah 10-20 tahun kedepan. Beberapa gejala yang umumnnya dialami oleh penderita kanker serviks yaitu keputihan lama dan berbau, perdarahan setelah berhubungan, dan tumbuh kutil di bagian leher rahim (biasanya akan terasa perih). Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan membiasakan diri memelihara kesehatan dan kebersihan reproduksi, mengurangi mengkonsumsi makanan fastfood/junkfood, menghindari berganti pasangan seksual, mengganti celana dalam sehari sekali (agar tidak lembab), melakukan tes paps smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual dan melakukan vaksinasi HPV.
Di Banda Aceh, penderita kanker serviks umumnya adalah perempuan berusia produktif. Oleh sebab itulah, kami melakukan kampanye ini yang memfokuskan pada remaja agar mereka dapat melakukan pencegahan sejak dini. Dengan adanya kampanye ini diharapkan dapat menambah pengetahuan sehingga bisa membentuk perilaku yang positif.

Manfaat dari tindakan pencegahan dini kanker serviks yang dilakukan oleh remaja antara lain:
·         Menumbuhkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan organ reproduksi.
·         Mengurangi angka penderita kanker serviks dan resiko kematian.
·         Menghindari resiko pengangkatan rahim yang akan menyebabkan para wanita tidak bisa mempunyai keturunan.