Minggu, 28 Oktober 2012

Opini Perdana

Aku percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan justru menjadi kekuatan untuk kita bangkit dan berjuang. Kegagalan bukan sebuah alasan untuk kita berhenti mencoba tapi justru kegagalan menjadi cambuk untuk kita agar terus bersemangat dan membuktikan bahwa kita mampu. Gagal bukan berarti kalah, tapi gagal adalah kemenangan yang tertunda. Hal ini aku rasakan betul. Tiga kali aku mengirim opini ke koran dan ketiga-tiganya ditolak. Hal itu sempat membuatku down dan tak bersemangat untuk menulis lagi. Namun aku kembali berpikir dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang mungkin aku lakukan hingga opini ku tak layak untuk dimuat. Kegagalan demi kegagalan itu membuatku memperbaiki kembali cara menulisku, dengan menambah lebih banyak referensi dan menulis opini sesuai timing. Alhamdulillah, usahaku tidak sia-sia. Hari sabtu kemarin (29/10/12), opiniku yang berjudul "Setitik Asa Generasi Muda" berhasil dimuat di Koran Serambi Indonesia. Alhamdulillah. 
Ini merupakan opini perdanaku yang dimuat. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.amin :)


Setitik Asa Generasi Muda


Oleh Cut Liza Novita Sari

SUMPAH Pemuda merupakan satu tonggak sejarah dan bukti bahwa pada 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun hidup tertindas di bawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu. Kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat bangsa. Tekad inilah yang kemudian menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Hari sumpah pemuda diperingati setiap tahunnya pada 28 Oktober demi mengenang semangat juang para pemuda terdahulu yang dengan gagah berani memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semangat yang berkobar melawan penjajah, sebuah pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan bahwa satu tanah, satu bangsa, dan satu bahasa. Kini, setiap tahun kita memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai refleksi bahwasanya meskipun berbeda-beda suku, bahasa, ras, dan agama, tapi kita tetap satu, hidup di bawah payung yang sama, yaitu Negara Republik Indonesia. 

Sejak kemerdekaan penjajah sudah tidak ada lagi di negeri kita, tapi masih ada “penjajah-penjajah pribumi” yang harus kita lawan. Penjajah itu ialah mereka-mereka yang melakukan praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Mereka adalah musuh yang harus kita berantas bersama. Praktik KKN yang terus terjadi telah merugikan negara hingga berdampak pada semakin suburnya persoalan kemiskinan yang dihadapi negara ini.

 Korupsi merajalela
Kita bisa melihat realita yang terjadi belakangan ini, bagaimana korupsi merajalela di negara kita. Bagaimana hukum begitu lemah dan tunduk pada penguasa. Negara kita adalah negara hukum. Tapi jika hukum tak bisa lagi menjadi pondasi yang kuat, apa mungkin rakyat bisa sejahtera? Ibarat sebuah rumah, hukum adalah pondasi, negara Indonesia adalah rumah, dan kita adalah penghuninya. Jika Pondasinya sudah tidak kuat, apakah rumah itu masih bisa berdiri kokoh? Apalagi jika terjangan angin dan badai kian kencang, maka rumah itu perlahan-lahan akan roboh dan hancur.

Bercermin dari sejarah masa lalu, kita bisa melihat bagaimana perjuangan para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Meskipun mereka berasal dari berbagai daerah dan suku yang berbeda, mereka bisa menyatukan perbedaan-perbedaan itu demi mencapai cita-cita yang sama. Memaknai Hari Sumpah Pemuda adalah dengan mengingat kembali sejarah masa lalu untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan para generasi muda saat ini.

Ironisnya, masih banyak generasi muda kita yang lupa bahkan apatis dengan sejarah bangsa ini. Bagaimana kita bisa memaknai hari sumpah pemuda, jika sejarah yang melatarbelakangi hal itu terjadi pun kita tidak tahu. Mengenang sejarah merupakan salah satu langkah kecil dalam memaknai hari sumpah pemuda, juga dengan menumbuhkan semangat dan jiwa kebangsaan, serta keinginan bersatu yang tinggi. Seperti kata Bung Karno dalam setiap pidatonya, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” yang akhirnya dikenal istilah “Jasmerah”.

Realita yang kita hadapi kini adalah semangat para pemuda kian terkikis zaman. Persatuan dan kesatuan yang dulunya menjadi ruh perjuangan pemuda, sekarang telah berganti menjadi semangat individualis, primordialisme, dan etnosentrisme. Sebagai contoh, kini tawuran antar pemuda sesama anak bangsa semakin sering terjadi dan penyampaian aspirasi dilakukan secara anarkis yang mengganggu ketenangan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat.

Semangat primordialisme pun kian menguat, hingga tanpa sadar telah membangun sekat-sekat keberagaman dalam kehidupan berbangsa. Jika semangat kedaerahan itu terlalu berlebihan, maka dapat mengancam persatuan nasional dan menimbulkan perilaku etnosentrisme. Seperti yang dikatakan Matsumoto (1996) bahwa “Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri”. 

Sehingga terkadang etnosentrisme ini memunculkan sikap prasangka dan stereotype negatif terhadap etnis atau kelompok lain. Hal ini tentu saja akan berdampak pada menipisnya rasa persatuan dan saling memiliki dengan yang berbeda budaya. Tidak hanya itu, generasi muda juga mulai sering membuang-buang waktu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, seperti duduk berjam-jam di warung kopi dan ketergantungan pada game online.

Memaknai hari sumpah pemuda dapat kita lakukan dengan banyak cara, seperti generasi muda yang menjalankan fungsinya untuk mengawasi kinerja pemerintah dan kebijakan-kebijakan yang diambil. Ketika hukum begitu lemah dan tak berkutik pada para penguasa, maka generasi muda harus menjadi pengawas dan penegak ketimpangan itu. Generasi muda tidak hanya berdiam diri dan menjadi penonton terhadap ketidakadilan dan praktik KKN yang terus terjadi.

 Harus lebih peka

Di samping itu, generasi muda juga berperan sebagai penyampai aspirasi masyarakat. Saat para wakil rakyat terbuai dengan jabatan dan kekuasaannya, maka di sinilah peran generasi muda, khususnya mahasiswa untuk bertindak sebagai penyampai aspirasi. Generasi muda harus lebih peka dan sensitif dengan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Lebih kreatif dan solutif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. 

Sebagai generasi muda kita harus ikut berkontribusi untuk membangun negara, seperti aktif di kegiatan-kegiatan yang berdampak positif di kampus dan masyarakat, serta mengembangkan potensi diri (skill) yang nantinya dapat berguna di masa mendatang. Selain itu, untuk menjalankan peran kita sebagai generasi muda, kita harus bisa menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada menjadi satu kesatuan yang utuh. 

Negara kita membutuhkan peran pemuda-pemudi untuk menumbuhkan kembali semangat sumpah pemuda dan nasionalisme yang kian memudar mengingat tantangan ke depan semakin berat dan kompleks. Momentum Sumpah Pemuda ini untuk mengingatkan kita kembali bahwa tidak boleh ada golongan yang merasa ditindas, dianaktirikan, atau diabaikan. Sumpah Pemuda harus melahirkan keadilan bagi seluruh warga negara tanpa ada diskriminasi.

Saya berharap dengan adanya Hari Sumpah Pemuda ini menjadi cermin bagi kita semua untuk berkaca seperti apa bangsa kita saat ini. Ke depannya, semoga pemuda-pemudi Indonesia dapat terus menjaga semangat persatuan dan jiwa nasionalisme untuk mewujudkan cita-cita bersama menuju Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

* Cut Liza Novita Sari, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Email: azaazaliza92@yahoo.com
Editor : hasyim

Kamis, 06 September 2012

Lirik Lagu Judika "Ku Tak Mampu"


Sudah pernah dengar lagu Judika "Ku Tak Mampu" ? Kalau belum, coba deh didengerin. Liri dan musiknya klop banget. coba dipahami tiap liriknya, dijamin terharu dan galau pasti..hahaha :)
nih aku bagiin juga liriknya, biar bisa di pahami bait demi baitnya.kalau lagunya tinggal di download sendiri aja yaa. Enjoy guys :)


Pernah sudah ku coba tuk melupakanmu
Namun aku tak mampu oh kekasihku
Tlah ku coba tuk jalani semua
Rasa cintaku yang tulus untukmu

Jauh sudah ku jalani arti hidup ini
Yang ku harap dapat buat ku berdiri
Biarkanlah ku jalani semua
Tanpa dirimu di sisiku lagi

Ku tahu aku sungguh mencintaimu
Tak mampu redupkan luka di hatiku
Biarkan ku coba untuk melupakanmu
Walau ku tak mampu

Sudah ku coba untuk melupakanmu
Meski ku masih ingin mencintaimu
Biarkan ku coba untuk melupakanmu
Walau ku tak mampu
Uoooo, uoooo, uoooo

Ku tahu aku sungguh mencintaimu
Tak mampu redupkan luka di hatiku
Biarkan ku coba untuk melupakanmu
Walau ku tak mampu
Sudah ku coba untuk meninggalkanmu
Meski ku masih ingin mencintaimu
Biarkan ku coba untuk melupakanmu
Walau ku tak mampu

(ku tahu aku sungguh mencintaimu)
Biarkan ku coba untuk melupakanmu
Walau ku tak mampu oooo
Ku tak mampu oooo

Minggu, 02 September 2012

Bertemu Sosok Idola


Hari ini adalah hari yang begitu istimewa untukku. Karena hari ini aku bisa bertemu langsung dengan sosok yang menginspirasiku selama ini. Aku mengenal sosoknya hanya dari sebuah buku, tapi aku merasa begitu dekat dengannya. Sosok yang begitu kukagumi dan kuidolakan. Dan menurutku, daripada aku sibuk mengidolakan artis-artis yang selalu datang silih berganti, aku lebih memilih mengidolakannya saja. Beliau bukan sosok biasa, tapi begitu istimewa. Beliau adalah Menteri BUMN, Bapak Dahlan Iskan. Orang yang sederhana, baik, ramah, dan menerobos birokrasi-birokrasi lama yang dirasa merugikan masyarakat. Dia melakukan banyak perubahan pada tempat-tempat yang dipimpinnya.
Ya, tadi aku bisa melihatnya langsung dan secara dekat. Karena dia mengisi kuliah umum di gedung AAC Dayan Dawood. Ketika aku tiba dan akan memasuki pintu masuk, aku langsung mengenalinya saat berpapasan dengannya. Ternyata wajahnya tak berbeda dengan yang sering ku lihat di televisi. Dan yang ku lihat setelahnya adalah sepatunya. Yup, sesuai dugaanku, dia memakai sepatu kets, yang memang menjadi ciri khas seorang Dahlan Iskan. Yang membuatnya terlihat berbeda dari para pejabat lainnya.
Mengikuti kuliah umum dengannya semakin menambah ketertarikanku padanya. Orang yang ramah dan lucu. Tak malu mengakui kekurangan dan kesalahannya. Saat diceritakan sedikit profil hidupnya, terutama tentang sarung, baju dan celana, satu-satunya pakaian yang dimiliki, aku tak kuasa menahan haru. Tadi aku hampir menangis, apalagi bisa melihat dia secara dekat. Aku begitu BAHAGIA.
Bagiku waktu 2 jam tadi begitu langka dan rugi jika kulewatkan begitu saja.
Dia juga mengatakan bahwa hidup harus optimis. Karena jika kita optimis maka kita akan dekat dengan kesuksesan. Tidak ada yang tidak mungkin. Selalu berpikir optimis.
Dia juga mengatakan bahwa menjadi seorang pengusaha ibarat orang yang naik sepeda. Tidak ada tata cara atau kursus untuk mempelajarinya. Tapi semua dipelajari secara otodidak. Seperti halnya ketika kita belajar sepeda. Pertama-tama kita coba-coba pegang, lalu kita coba naik, ketika naik, lalu jatuh, naik lagi, baru akhirnya bisa lancar membawa sepedanya. Begitu juga ketika kita melakukan sebuah usaha, kita coba-coba dulu pegang uang, bagaimana memutar agar uang yang tadinya hanya lima ratus ribu menjadi jutaan.
Jangan takut bangkrut atau gagal, karena saat kita gagal atau jatuh itu sama halnya ketika kita jatuh dari sepeda. Kita harus segera bangkit dan memulainya lagi.
Dia juga mengatakan bahwa ketika dia menjadi menteri, dia tidak suka jika diberikan banyak wewenang. Makanya sebagian wewenangnya diberikan untuk bawahannya. Karena dia merasa, dia dan para bawahannya adalah sama. Hanya yang berbeda adalah kesempatan. Setiap orang berhak diberi kesempatan. Makanya dia lebih senang memberi kesempatan kepada bawahannya agar bisa maju. Karena ketika orang diberi wewenang pasti akan timbul tanggung jawab dalam dirinya.
Bagi kalian yang belum tahu banyak tentang sosok Dahlan Iskan, aku ingin sedikit berbagi informasi.
Bapak Dahlan adalah seorang anak petani miskin dari Jawa Timur, di desa Kebon dalem.
Satu-satunya pakaian yang dia punya hanya sebuah celana pendek, baju, dan kain sarung. Jika dia mau mencuci celananya maka dia akan memakai sarung sebagai pengganti celananya, dan ketika dia mencuci bajunya, dia akan menggunakan sarung sebagai pengganti bajunya. Sarung baginya multi fungsi. Bisa sebagai celana, sebagai alat untuk solat, sebagai selimut, alat untuk main ninja-ninjaan. Juga kadang sarung dililitkan diperut untuk menahan lapar.
Beliau hanya tamatan SMA, sempat kuliah dua semester lalu di drop out.
Saat masih kecil, ada dua mimpinya yaitu ingin punya sepatu dan sepeda. Saat belum punya sepatu, dia harus ke sekolah menempuh jarak kurang lebih 6 KM dengan berjalan kaki dan tanpa alas kaki. Alhasil, kakinya lecet-lecet.
Baginya, hidup bagi orang miskin harus dijalani apa adanya. Kemiskinan tak lantas membuatnya bersedih. Dia tetap bisa menikmati hidupnya, tertawa-tawa bersama teman-temannya.
Sosok nya mengajarkan kita bahwa takdir seseorang bisa berubah. Dia bisa membuktikan bahwa miskin bukan menjadi hambatan baginya untuk bisa sukses. Walaupun dia tidak mengenyam pendidikan di bangku kuliah, tapi dia bisa membuktikan bahwa dia bisa lebih hebat dari orang-orang yang lulus sarjana.
Menurutnya, seseorang tidak hanya harus pintar, tapi juga memiliki kepribadian yang baik. Karena pintar saja tidak cukup. Tapi untuk diterima oleh orang lain juga diperlukan kepribadian yang baik, sederahana, dan tidak sombong. Karna banyak orang pintar yang gagal berbaur di masyarakat karena dia merasa pintar sendiri. Kepintaran diberikan  Tuhan untuk kita bukan untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk kita bagi dengan orang-orang di sekitar kita. Bagaimana kita bisa memintarkan orang lain.
Dahlan Iskan always inspiring me. He’s my inspirator J


Senin, 20 Agustus 2012

Hari Lebaran


Kemarin, Minggu, 19 Agustus 2012, seluruh umat muslim di seluruh dunia merayakan hari raya idul fitri 1433 H. Setelah berpuasa menahan hawa nafsu selama sebulan penuh, akhirnya diakhiri dengan perayaan lebaran dan kembali ke fitrah/suci. Pagi sekitar pukul 6 sudah bangun, mandi, dan bersiap-siap untuk menjalankan shalat hari raya bersama keluarga di lapangan tugu Darussalam. Yang paling mengena saat khatib memberikan khotbahnya tentang orang-orang yang mendapatkan furqan dari Allah. Juga tentang bersyukur, dan doa. Terkadang ketika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah, kita merasa marah, kesal, jengkel, dan bertanya-tanya kenapa doa kita tak kunjung dikabulkan. Tapi tahukah kalian bahwa bukan karena doa kita belum dikabulkan artinya Tuhan tidak sayang kepada kita. Tetapi itu karena Dia ingin selalu mendengar kita berdoa pada-Nya. Dan jika ada orang yang tidak pernah melakukan kebajikan yang cepat dikabulkan doanya, itu bukan karena Tuhan lebih sayang padanya, tapi mungkin saja karena Tuhan sudah muak mendengar doa-doanya. Pernyataan itu menggelitik saya, bahwa selama ini saya sering lupa berdoa pada-Nya. Hanya datang pada-Nya di saat saya membutuhkan pertolongan-Nya. Saya merasa diri begitu sombong dan angkuh, saya merasa malu. Dan setelah mendengar itu, timbul keinginan saya untuk selalu berdoa pada-Nya, bercerita pada-Nya.
Pulangnya, saya meminta maaf pada kedua orangtua, lalu lanjut bersih-bersih rumah lagi.
Sekitar jam setengah 12, kami pergi bertamu ke rumah saudara, baru kemudian dilanjutkan ke rumah nenek. Jam 2 pulang ke rumah karena teman-teman mau datang. Setelah itu dilanjutkan bertamu ke rumah Ami. Dan kita makan mihun buatan mamanya. Asli enak banget, pedasnya mantap, bikin ketagihan J tapi sayang nggak ketemu Toyok (keponakan Ami), jadi sedih L
Di rumah, seperti biasa, ada lontong, kue blackforest dengan dua pilihan rasa (keju dan coklat), eskrem juga dengan dua pilihan rasa (coklat mocca dan durian), minuman soda (fanta dan pepsi blue), jus terong belanda, jus rambutan, sirup kuning, dan es buah. Melihat banyaknya makanan di rumah, perut sudah terasa kenyang. Dari kemarin, yang menjadi favorit perut saya adalah lontong. Ya, pagi, siang, malam, makan lontong terus. Sampai kak Mena bilang, “Maniak lontong ya, Dek?” J
Pulang ke rumah nenek pun, yang dimakan lontong juga. Olalala, maklum lontong buatan mamak itu maknyusss :D
Buat semuanya, selamat hari raya idul fitri 1433 H. Minal adzin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin J

Kamis, 16 Agustus 2012

Buku "Sepatu Dahlan"


Akhirnya selesai membaca buku “Sepatu Dahlan”. Kisah perjalanan hidup seorang Dahlan Iskan, menteri BUMN. Buku ini mengajarkan bagaimana seorang yang bertahan hidup dalam keterbatasan kemiskinan, berteman dengan rasa lapar setiap harinya, mempunyai mimpi sederhana yaitu bisa mempunyai sepasang sepatu dan sepeda. Ya, sesuai dengan judulnya “sepatu Dahlan”, buku ini menceritakan bagaimana seorang Dahlan kecil yang bermimpi dan berkeinginan mempunyai sepatu, ingin merasakan bagaimana rasanya memakai sepatu. Kemiskinan tak lantas membuatnya menyerah atau menghentikan niatnya untuk terus maju dan berjuang. Sedari kecil kedua orangtuanya selalu menekankan bahwa hidup miskin bukan berarti harus meminta-minta untuk dikasihani, tetapi harus dihadapi dengan bekerja dan berusaha.
Bagi orang lain, kemiskinan adalah penderitaan, tapi bagi Dahlan dan teman-temannya, kemiskinan adalah kesenangan. Semuanya dijalani dengan riang dan tanpa keluh kesah. Terlahir dari keluarga miskin, membuatnya menjadi sosok pekerja keras, disiplin, dan pantang menyerah. Rumahnya hanya berlantaikan tanah, dan jika musim hujan tiba maka akan lembab dan basah. Setiap kemarau datang, lantai tanah itu akan panas dan berdebu. Tak ada kursi, meja, atau perabotan lainnya di dalam rumah. Kecuali sebuah lemari kayu tua di pojok kiri dapur. Hanya ada dua kamar, tak ada ranjang dan kasur di kedua kamar itu. Sehari-harinya dia menggembala domba-domba miliknya, pagi-pagi buta sebelum matahari terbit, dia sudah menyabit rumput untuk domba-dombanya, baru kemudian bergegas ke sekolah. Kadang juga dia menjadi kuli nyeset di kebun tebu untuk mendapat uang tambahan.
Dia harus menempuh jarak sepanjang 6 kilometer ke sekolahnya setiap hari dengan berjalan kaki dan tanpa menggunakan sepatu. Bayangkan jarak sejauh itu ditempuh tanpa menggunakan alas kaki. Perih karena lecet di kakinya yang tak bersepatu tak membuatnya malas bersekolah. Tapi justru membuatnya kian bersemangat.
Dan sepatu adalah salah satu mimpi yang sangat ingin diwujudkannya selain ingin memiliki sepeda.
Rasa lapar menjadi santapannya sehari-hari. Jika sudah begitu, dia dan adiknya, Zain, akan melilitkan sarung di perut agar rasa sakit karena lapar itu bisa hilang. Bahkan dia pernah terpaksa mencuri tebu karena tak tega melihat adiknya yang menangis dan terus mengerang karena rasa lapar yang mendera.
Suatu ketika tim bola voli sekolahnya memenangkan kejuaraan. Dan dia direkomendasikan sebagai pelatih anak-anak pegawai pabrik gula dengan upah 10.000 rupiah per bulan. Tak pernah terbayangkan olehnya bisa mendapatkan upah sebesar itu. Dengan upah sebesar itu, maka mimpinya untuk mendapatkan sepeda dan sepatu akan bisa terwujud. Dan ya, dia menyicil membeli sepeda temannya, Arif, sebesar 12.000 rupiah yang dicicilnya selama 3 bulan.
Dan selain itu, akhirnya dia juga bisa membeli sepatu untuknya dan untuk adiknya, Zain. Akhirnya dua mimpinya, sepeda dan sepatu, bisa diwujudkannya.
Buku ini sangat menginspirasi dan memberi motivasi. Mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita peroleh sekarang. Bahwa masih banyak orang yang hidup serba kekurangan dan tak lantas menyerah. Kemiskinan bukan untuk diratapi dan disesali. Tapi kemiskinan mengajarkan kita untuk menjadi orang-orang yang selalu melihat ke bawah. Kemiskinan mengajarkan kita tentang arti berbagi dengan sesama. Bahwa apa yang kita miliki hanya titipan dan bukan milik kita. Bahwa sebagian dari harta kita adalah milik mereka yang membutuhkan. Jadilah orang yang selalu bersyukur dan terus berjuang meski dalam keterbatasan.
Kemiskinan bukanlah penghalang untuk maju. Terus berjuang dan berusaha. Karena setiap orang punya kesempatan untuk sukses. Semua tergantung pada kita, MAU ATAU TIDAK?
Dahlan Iskan telah membuktikan kepada kita bahwa kemiskinan tak membuatnya menyerah pada hidup. Dia mampu menjadi seorang menteri berkat kerja keras dan usahanya. Di samping itu, Dahlan Iskan dikenal sebagai sosok yang bersahaja, dia rela berkeringat ikut naik KRL dalam menjalankan tugasnya, menginap di rumah petani miskin, tak sungkan menyantap soto di pinggir jalan, tidak canggung bergaul dengan rakyat dan selalu menggunakan sepatu kets kemanapun pergi.
Kalian harus baca buku “sepatu Dahlan” ini, sangat memotivasi. Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau J

Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya”
                                 Dahlan Iskan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Lebaran ^_^


Tak terasa lebaran sebentar lagi akan tiba. Kue-kue lebaran pun sudah ramai dijual di toko-toko. Ibu-ibu juga sibuk mempersiapkan kue dan penganan untuk lebaran nanti. Aku jadi teringat waktu masih kecil dulu, jika lebaran sudah mau dekat pasti orangtuaku akan mengajakku untuk membeli pakaian baru. Wah itu senangnya nggak tahu bilang. Biasanya kalau lebaran idul fitri beli bajunya lebih banyak dari pada lebaran idul adha. Beli bajunya sampai 5 pasang lebih, saing-saingan sama temen, mana yang lebih banyak. Trus yang paling seru itu pas malam takbiran. Masing-masing dari kita buat lampu sendiri dari kaleng bekas, didalam nya kita taruh lilin, dan kita ambil kawat sebagai pegangannya. Nah, lampu dari kaleng bekas itu nantinya kita pakai pas malam lebaran buat takbiran keliling kompleks sama teman-teman sambil mengumandangkan takbir. Saat-saat seperti itu indah banget. Nggak lupa, kita juga bakar kembang api. Kalau mercon biasanya cowok-cowoknya yang bakar, kita ngeliatin aja J
Tapi karena sekarang udah gede, tradisi kayak gitu udah nggak ada lagi. Bahkan baju baru bukan prioritas lagi. Karena yang terpenting dari menyambut hari raya itu bukan dengan semua yang serba baru, tapi bagaimana kita bisa memaknai hari lebaran dengan saling memaafkan. Lupakan semua yang telah lalu, dan buka pintu maaf selebar-lebarnya J
Di rumahku, makanan yang wajib ada setiap lebaran tiba adalah lontong. Ya, karena memang aku dan kakak suka banget sama makanan yang satu itu. tapi, kuahnya itu bukan kuah lontong yang banyak sayurnya itu, tapi kita pakai kuah soto. Yup, jadinya lontong soto. Rasanya enak banget. Selain lontong juga ada blackforest, nah ini juga menu wajib kedua. Karena kak Mena jago banget buat kue. Terutama blackforest dan bolu. Rasanya yummy loh. Yang paling aku suka itu blackforest isi selai blueberry. jadi ada dua lapisan yang dipisah dengan blueberry. di atasnya dihias dengan coklat batang dan cream.
Nah, yang ketiga ada eskrem. Eskrem ini aku beli yang pondan. Cara pembuatannya juga gampang, palingan masukin adonan lalu di mixer sekitar 20 menit, lalu dibekuin di kulkas. Kalau bingung, di situ ada petunjuk penggunaannya juga kok.
Eskrem nya ada 3 lapisan, coklat, vanilla, dan stroberi. Ini favorit aku juga. Biasanya ini yang paling diminati sama anak-anak yang datang lebaran ke rumah. Bahkan ada yang minta nambah, haha J
Kali ini pun sepertinya sama. Juga ada rujak dan es buah, ini andalan mamak. Yang pasti lebaran saatnya penggemukan J
Seperti kebiasaan, lebaran pertama selalu kita habiskan di rumah nenek. Baru hari-hari selanjutnya di rumah J
Begitulah ceritaku, bagaimana denganmu?? J

Kamis, 09 Agustus 2012

Pidato terhebat seorang anak kecil berusia 12 Tahun



Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)


Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini.
kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.