Nonton film Baghban malah banjir airmata. Yup, filmnya sedih banget banget banget :(
Baghban adalah sebuah film yang bercerita tentang orangtua yang begitu mencintai anak-anak mereka. Pasangan Raj Malhotra dan istrinya Pooja mempunyai 4 orang anak kandung dan seorang anak angkat. Raj membanting tulang demi bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya agar bisa menjadi anak-anak yang sukses. Mereka adalah potret orangtua yang sempurna. Bahkan hingga mereka telah menikah selama 40 tahun, hubungan mereka berdua tetap harmonis dan saling mencintai. Istrinya, Pooja, selalu setia menunggu suaminya, Raj pulang kerja sambil menghidangkan teh, yang telah menjadi kebiasaannya hingga sudah 40 tahun perjalanan rumah tangga mereka. Suatu ketika, Raj pensiun dari pekerjaannya sebagai akuntan di sebuah bank. Saat masa pensiunnya itu, dia merasa ingin agar mereka bisa lebih dekat dengan anak-anak. Karena selama ini semua anak-anaknya tinggal di kota yang berbeda-beda sehingga mereka hanya berjumpa beberapa kali dalam setahun. Namun 4 anak kandung mereka dan juga para istrinya merasa enggan dan tidak ada yang mau menampung mereka berdua karena dianggap akan menjadi beban bagi keluarga mereka nantinya. Sehingga mereka mengajukan syarat bahwa mereka akan secara bergiliran menjaga kedua orangtua mereka namun mereka tidak bisa menampung kedua orangtua mereka secara sekaligus, yang artinya kedua orangtuanya akan tinggal terpisah dan akan tinggal dengan salah satu dari mereka.
Raj tidak bisa menerima hal itu karena dia sama sekali tidak mau berpisah dengan istrinya. Namun istrinya menerima keputusan anak-anaknya itu dan menganggap bahwa maksud anak-anaknya itu sebenarnya baik.
6 bulan masa perpisahan Raj dan Pooja merupakan saat terberat bagi mereka berdua. Belum lagi perlakuan anak-anak mereka pada mereka. Dalam kesedihan mereka, mereka hanya bisa bertukar kabar lewat surat dan sesekali menelepon. Karena saran dari teman barunya, Raj mencoba untuk menulis kisahnya dengan istrinya menjadi sebuah buku. Hingga akhirnya setelah 6 bulan, mereka kembali bersama. Saat itulah, tanpa sengaja mereka bertemu dengan anak angkatnya yang bernama Alok. Anak yang diangkatnya dulu kini sudah menjadi sukses dan kaya raya. Bahkan Alok menghadiahi orangtuanya itu sebuh mobil mewah dan mengajak mereka untuk tinggal bersama.
Selama nonton film ini, nggak berhenti-berhenti aku nangis. Karena memang ceritanya sedih banget. Bayangin yaa, anak-anak kandung yang sudah mereka besarkan dengan penuh kasih sayang malah tega memperlakukan mereka seperti itu. Menganggap mereka seperti beban. Sedangkan anak angkatnya justru yang begitu menghargai dan menyayangi mereka dengan tulus.
Film ini memberiku banyak pelajaran berharga. Ternyata dimanapun orangtua itu sama. Mereka selalu memberi yang terbaik buat anak-anaknya bahkan rela mengorbankan dirinya sendiri. Tapi anak-anaknya belum tentu bisa melakukan hal yang sama.
Anak-anak hanya bisa menjadi alasan orangtuanya menangis. Aku hanya berharap nanti saat aku sudah berkeluarga, aku tidak memperlakukan orangtuaku dengan buruk. Aku selalu berharap bisa menjadi alasan orangtuaku tertawa, bangga, dan bahagia. Semoga aku dan KITA semua bisa menjadi anak-anak yang bisa memberi senyum di wajah orangtua KITA, terutama di hari tua mereka :)
Jumat, 24 Mei 2013
Jumat, 17 Mei 2013
Program Siaran Radio dan Televisi
Besok midterm "Program Siaran Radio dan Televisi" dan bahannya lumayan banyak juga. Dan kelemahan aku adalah susah mengingat apa yang sudah aku baca, terkecuali jika aku baca berulang-ulang dan sering. Dan biasanya aku hanya membaca bahan kuliah di saat kepepet, biasanya di malam sebelum midterm. Tapi untuk midterm ini, aku bacanya sudah dari seminggu yang lalu. Mulai dari aku pindahin bahan yang awalnya dalam bentuk powerpoint ke word document, lalu setelah selesai aku salin dan aku masukkan bahan word tersebut ke dalam handphone agar bisa aku baca kapanpun dan dimanapun. Well, sudah lumayan banyak juga yang aku pahami dan mengerti. Nah kenapa kali ini aku lebih rajin belajarnya?? Karena katanya dosen yang satu ini agak selektif dalam memberikan nilai. So, aku harus berupaya lebih keras.
Oke, aku juga mau bagiin hasil rangkuman materi kuliah ini untuk kalian semua, mana tau berguna kan :)
Bahan Kelima
Oke, aku juga mau bagiin hasil rangkuman materi kuliah ini untuk kalian semua, mana tau berguna kan :)
Bahan Pertama
*Hubungan TV, Penonton, dan
Pengiklan => Program
dianalogikan sebagai produk atau barang (goods) atau pelayanan (services) yang
dijual kepada audien dan pemasang iklan.
*Jenis Acara Televisi :
1. INFORMASI
a.
Hard News (Buletin, current affair)
b.
Soft News (feature, magazine, documentary, talkshow)
2. HIBURAN
a.
Musik
b.
Drama
c.
Permainan/ Games
d.
Pertunjukan
*Program Informasi :
Hard news, yaitu Informasi penting yang segera harus disiarkan.
Soft News, yaitu Informasi yang disajikan secara mendalam (in depth) namun tidak bersifat segera harus
disiarkan.
Softnews yaitu :
a. Current Affair yaitu “Persoalan kekinian” berita penting yang muncul sebelumnya
diangkat secara lengkap dan mendalam.
b. Magazine
c. Dokumenter , yaittu Informasi untuk pembelajaran dan
pendidikan
d. Talkshow
*Membangun program harus
memperhatikan 4-P :
-PRODUCT, yaitu materi program yang dipilih haruslah
berkualitas bagus dan diharapkan disukai penonton.
-PRICE, yaitu biaya program seminimal
mungkin, tapi menguntungkan.
-PLACE, pemilihan waktu tayang sangat
berpengaruh.
-PROMOTION, yaitu memperkenalkan
program agar segera diketahui publik ,
untuk selanjutnya dijual kepada
pengiklan.
*Dalam membangun program harus
memperhatikan :
1. Seberapa menarik dan unik acara yang akan
dibuat?
2. Seberapa
penting acara ini dibutuhkan oleh penonton?
*Dalam membangun program harus
memiliki visi misi yang kuat, meliputi :
1.
Teknis
a.
Isi Program
b.
Kemasan Program
c.
Dukungan sumber daya
2. Non
Teknis
a.
Pemeliharaan program
b.
Pemasaran Program
*Menurut Edwin T Vane & Lynne S Gross (Pakar media), ada beberapa
ciri program yang berhasil menjaring banyak penonton, yaitu:
-Ada konflik
-Durasi yang pas dan masa penayangan
-Menampilkan idola
-Memiliki daya tarik
-Jam tayang yang pas
-Trend masa kini
-Konsistensi
*Membangun program bisa diaplikasikan melalui analisis
SWOT :
STRENGTH – KEKUATAN
WEAKNESS – KELEMAHAN
OPPORTUNITY – KESEMPATAN
THREAT – ANCAMAN/ TANTANGAN
*Membangun program :
- Pengumpulan ide
- Perumusan
- Uji Coba
- Evaluasi
*Program
televisi dilihat dari cara penyajiannya dibedakan menjadi:
1.
LIVE/ siaran langsung
2.
TAPING/ siaran tunda
*Program
televisi dilihat dari isinya dibedakan menjadi :
1.
Program jurnalistik (berita/ informasi)
2. Program
entertainment (hiburan)
3.
Gabungan keduanya
*Hal
yang terkait dengan pengemasan program
1.
Prioritas
2.
Alur cerita
3.
Pacing/ kecepatan dalam bertutur
Bahan Kedua
*Perencanaan program TV :
Berpikir
seperti pemirsa
Mampu meyakinkan pemasang iklan
Mampu meyakinkan pemasang iklan
Bahwa
waktu siaran bernilai setiap detiknya
Berkompetisi
merebut waktu orang lain
*TUJUAN TV KOMERSIAL ADALAH :
Mendapatkan audien sebanyak-banyaknya
Target audien tertentu
Prestise
Penghargaan
Kepentingan publik
*Faktor Program :
Persaingan
Ketersediaan audien
Kebiasaan (habit) audien
Aliran audien
Ketertarikan audien
Ketertarikan pemasang iklan
Anggaran
Ketersediaan program
Produksi sendiri
*Program TV:
Program dibuat sendiri (in-house production)
Program yang dibuat pihak lain.
PROGRAM DIPRODUKSI SENDIRI “LEBIH BISA
MENGHEMAT PENGELUARAN”
*Eksekusi Program yaitu kegiatan
menayangkan program sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.
*Pengawasan dan Evaluasi Program
:
Mempersiapkan standar program
Mengawasi seluruh isi program agar sesuai dengan standar dan aturan perundangan yang berlaku
Memelihara catatan (record) program yang disiarkan.
Memastikan kepatuhan terhadap kontrak yang sudah dibuat
Memastikan biaya program tidak melebihi jumlah yang dianggarkan.
*Klasifikasi Program :
KLASIFIKASI
A : TAYANGAN UNTUK ANAK (KHALAYAK BERUSIA DI BAWAH 12 TAHUN)
KASIFIKASI
R :TAYANGAN UNTUK REMAJA (12-18 TAHUN)
KLASIFIKASI
D : TAYANGAN UNTUK DEWASA
KLASIFIKASI
SU : TAYANGAN UNTUK SEMUA UMUR
Bahan Ketiga
*Audien Penyiaran
-Audien adalah pasar
-Program yang disajikan adalah
produk yang ditawarkan
* STRATEGI
MEREBUT PASAR AUDIEN
SEGMENTASI AUDIEN : STRATEGI UNTUK MEMAHAMI STRUKTUR AUDIEN.
TARGET AUDIEN :
BAGAIMANA MEMILIH, MENYELEKSI DAN MENJANGKAU AUDIEN SASARAN.
POSITIONING
: STRATEGI UNTUK MEMASUKI JENDELA OTAK KONSUMEN
*Segmentasi Audien yaitu
kegiatan mengelompokkan audien ke dalam kotak-kotak yang lebih homogen.
*Dasar Segmentasi Audien :
a. Segmentasi demografis yaitu segmentasi berdasarkan peta
kependudukan.
Misalnya : Jenis kelamin,
usia, besarnya anggota keluarga, pendidikan tertinggi, jenis pekerjaan, tingkat
penghasilan, agama, suku, dsb.
v USIA : anak-anak, remaja,
dewasa, dan orang tua.
Audien anak-anak jauh lebih
besar dari orang dewasa. Anak-anak merupakan pasar potensial bagi pemasang
iklan. Film animasi adalah program untuk anak-anak yang paling populer.
v JENIS KELAMIN : wanita atau
pria.
Olahraga (laki-laki)
Infotainment (wanita)
Sinetron (wanita)
Kuliner (wanita)
Berita (laki-laki)
“WANITA
LEBIH BANYAK MENONTON TELEVISI DARIPADA PRIA”
v PEKERJAAN :
Kalangan eksekutif
(berita/talkshow)
Pekerja kasar (musik
dangdut/film komedi)
v PENDIDIKAN
v PENDAPATAN : KELAS SOSIAL/ SELERA
KELAS ATAS-ATAS (A+)
KELAS ATAS BAGIAN BAWAH (A)
KELAS MENENGAH ATAS (B+)
KELAS MENENGAH BAWAH (B)
KELAS BAWAH BAGIAN ATAS (C+)
KELAS BAWAH BAGIAN BAWAH (C)
b. Segmentasi geografis, segmentasi berdasarkan jangkauan geografis.
c. Segmentasi Geodemografis yaitu segmentasi berdasarkan geografis dan demografis.
d. Segmentasi Psikografis yaitu segmentasi berdasarkan gaya hidup dan kepribadian manusia.
*Gaya hidup masyarakat perkotaan
Indonesia :
v
KELOMPOK
SEJAHTERA (THE AFFLUENT, 15%) PEKERJA KERAS, PERCAYA DIRI YANG KUAT, INOVASI, PROAKTIF BERANI MENGAMBIL RESIKO. TERBUKA
TERHADAP HAL-HAL BARU
DAN MAMPU MEMPENGARUHI ORG LAIN.
v
KELOMPOK
SUKSES (THE ACHIEVERS, 14 %) MEMILIKI KEMAMPUAN MEMIMPIN, CENDERUNG
TIDAK SUKA DIPERHATIKAN. MENGEOMSUSMSI BARANG-BARANG SECARA FUNGSIONAL, KEPUTUSAN DENGAN RASIONAL.
TIDAK MUDAH MENERIMA GAGASAN BARU.
v
PENCEMAS
(THE ANXIOUS, 6 %) FOLLOWER, AMBISIUS, RASA PD YANG KUAT, SENANG MENUNJUKKAN PRESTASI TIDAK
BERANI, MEMERLUKAN SARAN-SARAN DARI ORANG
LAIN, MUDAH DIBUJUK DGN HAL2 RASIONAL.
v
PENYENDIRI
(LONERS, 10 %) SENANG MENYENDIRI, KURANG BERANI TAMPIL, CENDERNG
INDIVIDUALISTIK, KURANG TERTARIK BERAFILIASI DENGAN TEMAN,
TETANGGA ORANG LAIN.
v
KELOMPOK
GAUL (THE SOCIALITE ,11%) SENANG BERGAUL, PENGAMBIL RESIKO YANG BERANI MESKI RASIONAL KURANG, CENDERUNG MENGUASAI
ORANG , SENANG
MENONJOL, REAKTIF TERHADAP PERUBAHAN DAN IMPULSIF.
v
PENDORONG(THE
PUSHER,6 %) TIDAK INGIN DIPERHATIKAN TAPI INGIN MENDOMINASI SEGALA SESUATU TANPA ARAH YANG JELAS, TIDAK MEMILIKI OBYEKTIF YANG JELAS, SENANG MENGONTROL ORANG LAIN. TIDAK MUDAH MENERIMA HAL
BARU.
v
PENCARI
PERHATIAN (ATTENTION SEEKERS, 17 %) INGIN MENARIK PERHATIAN, SENANG BELI
BARANG-BARANG
BARU,IMPULSIF, IRRASIONAL, MUDAH DIBUJUK SECARA EMOSIONAL DAN CENDERUNG FOLLOWER.
v
PENCARI
KESENANGAN (PLEASURE SEEKERS, 20 %) INGIN MENCAPAI SESUATU TANPA KERJA KERAS,
INDIVIDUALISTIK, KURANG SENANG BERSOSIALISASI, TEKUN MENGIKUTI TREN, PRINSIP KURANG KUAT, MUDAH
GOYAH, TIDAK MENGHENDAKI
TERJADI PERUBAHAN.
*Target audien yaitu memilih salah satu atua beberapa segmen audien yang akan menjadi fokus kegiatan pemasaran program dan promosi.
*Kriteria Target Audien :
v
RESPONSIF
v
POTENSI
PENJUALAN
v
PERTUMBUHAN
MEMADAI
v
JANGKAUAN
IKLAN
*Positioning yaitu bagaimana khalayak menempatkan suatu produk, merek atau perusahaan di dalam otaknya, di dalam alam khayalnya, sehingga khalayak memiliki penilaian tertentu.
*POSITIONING PENTING KARENA ADANYA KOMPETISI
YANG CUKUP TINGGI
Bahan Keempat
Siaran Radio => Awalnya, semua pelopor hanya ingin mencari cara untuk mengirimkan suara
sepanjang kabel, bukan melalui udara.
*Radio masih bertahan karena
pendengar mencari kepraktisan dan radio dekat dengan pendengarnya.
*Radio banyak didengar orang saat
mereka bekerja dan berkendara di dalam mobil.
*Siaran Radio :
a. 41 % di dalam rumah
b. 36% di dalam mobil
c. 21% di tempat kerja
*Program Radio :
a. Format Radio, yaitu upaya pengelola stasiun radio untuk
memproduksi program siaran yang dapat memenuhi kebutuhan audiennya.
Tujuannya :
Untuk memenuhi sasaran khalayak secara spesifik dan bisa
berkompetisi dengan media lain.
*Format Radio, yaitu :
a. Format Informasi : dominasi berita (all news), dominasi
perbincangan (all talk), atau news talk/talk news
b. Format Hiburan
c. Jinggel Radio/ Radio air promo
: gabungan musik atau kata yang mengidentifikasi
keberadaan stasiun radio. Radio Expose,
programme expose dan announcer expose.
*Format Siaran, yaitu :
a. Kepribadian (personality) penyiar dan reporter
b. Pilihan musik dan lagu
c. Pilihan musik dan gaya bertutur
d. Spot atau kemasan iklan, jinggel dan promosi
lainnya.
*Membuat Sebuah Program Radio Lebih Menarik
a. Menganalisa Pendengar , Memahami pendengar secara umum
Jika anda menjadi pendengar, apa yang anda
harapkan dari sebuah radio. Jika anda sedang bersiaran, siapa kira-kira pendengar anda? Di mana kira-kira
pendengar anda berada?
b. Harus Melakukan Riset
Tujuan :
mendefinisikan yang tidak anda ketahui tentang pendengar anda ( pola dengar,
sikap, kebiasaan membeli, pilihan musik dan kebutuhan pendengar). Dengan data
ini dapat memenuhi minat pendengar dan membuat program yang efektif.
*Mengapa harus ada riset pendengar?
-Untuk mengetahui siapa pendengar
kita
-Untuk mengetahui kegemaran pendengar
-Menunjukkan radio anda memberi
perhatian kepada pendengar
-Memberi tahu pengiklan data yang
kita peroleh
Riset Peta Pendengar?
-Siapa Pendengar program anda (Geografis,
demografis, tingkat ekonomi, sosial seeker, trend setter).
-Bagaimana
dengan bukan pendengar program anda? Apakah mereka tertarik mendengarkan
program anda?
*KARAKTERISTIK PENDENGAR
Heterogen : Siapa saja
Pribadi : radio is personal
Aktif : pendengar tidak pasif,
menginterpretasi dan menilai apa yang didengar.
Selektif : pendengar bisa memilih
gelombang mana saja dan penyiar tidak dapat memaksa tetap stay tune
*Riset Penyiaran yaitu upaya
media penyiaran untuk mengukur kerjanya.
*Riset Penyiaran :
-Memotivasi audien
-Memberikan feedback dengan hadiah/cendera mata
*FEEDBACK YANG DIBUTUHKAN
v
FEEDBACK
YANG ILMIAH, AKURAT DAN TIDAK MENYESATKAN
v
FEEDBACK
YANG BEBAS DARI BIAS PRIBADI DAN PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL SEKITAR
v
FEEDBACK
YANG OBYEKTIF, KONSISTEN DAN LENGKAP DENGAN RISET SECARA SISTEMATIS
*Jenis Riset Program :
v
RISET
RATING (RATING RESEARCH)
v
RISET
NON-RATING (NON-RATING RESEARCH)
*PENELITIAN YANG DILAKUKAN LEMBAGA RISET DAPAT
MEMBANTU MEDIA PENYIARAN DALAM 2 HAL :
v
MEMBANTU PERSIAPAN PEMBUATAN PROGRAM SIARAN ATAU IKLAN
v
MENILAI HASIL PROGRAM SIARAN DAN IKLAN.
*Riset Rating mengandalkan
perhitungan kuantitatif.
*Pengumpulan Data :
v
Menggunakan catatan (diary)
v
Alat pemantau (recordimeter)
v
Telephone Coincidental Method
v
Telephone Recall
v
Wawancara langsung
*RISET RATING MENERAPKAN SAMPEL ATAS 3 ASPEK
PENELITIAN :
v
SAMPEL
PERILAKU
v
SAMPEL
WAKTU
v
SAMPEL
ORANG
*Kelemahan Riset Rating :
v
TUJUAN
RISET KERAP TIDAK BERHASIL KARENA AUDIEN YANG DITELITI TERPUSAT MASYARAKAT
KELAS MENENGAH.
v
JUMLAH
SAMPEL YANG SANGAT KECIL.
v
UPAYA
STASIUN PENYIARAN MENAYANGKAN PROGRAM2 TERBAIK DALAM MASA RISET RATING.
*Riset Radio :
v
FORMAT
SIARAN
v
PILIHAN
MUSIK
v
CAMPURAN
MUSIK
v
MUSIK
YANG DITINGGALKAN
v
PERCEPTUAL
CALL-OUTS
v
LIFE
STYLE ANALYSIS
Rabu, 08 Mei 2013
Pers
Pada
pasal 1 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers tersurat apa yang di maksud
dengan pers yaitu lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan
kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan,
mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tilisan, suara, gambar,
serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media
cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Pers dalam pengertian luas
meliputi segala penerbitan, bahkan termasuk pers elektrolit, radio siaran, dan
televisi siaran. Sedangkan pers dalam
arti sempit hanya terbatas pada pers cetak, yakni surat kabar, majalah, dan
buletein kantor berita.
Haris
Sumadiria (2004) mengatakan ciri-ciri pers adalah sebagai berikut:
1. Periodesitas.
Pers
harus terbit secara teratur, periodek, misalnya setiap hari, setiap minggu,
setiap bulan, dan sebagainya. Pers harus konsisten dalam pilihan penerbitannya
ini.
2. Publisitas.
Pers
ditujukan (disebarkan) kepada khalayak sasaran yang sangat heterogen. Apa yang
dimaksud heterogen menunjuk dua hal, yaitu geografis dan psikografis.
3. Aktualitas
Informasi apapun yang disuguhkan media pers
harus mengandung unsur kebaruan, menunjuk kepada peristiwa yang benar-benar baru
terjadi atau sedang terjadi. Secara etimologis, aktualitas (actuality)
mengandung arti kini dan keadaan sebenarnya, secara teknis jurnalistik,
aktualitas mengandung tiga dimensi: kalender;waktu; masalah. Aktualitas
kalender berarti merujuk kepada berbagai peristiwa yang sudah tercantum atau
terjadwal dalam kalender.
4. Universalitas
Berkaitan
dengan kesemestaan pers dilihat dari sumbernya dan dari keanekaragaman materi
isinya.
5. Objektivitas
Merupakan
nilai etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh surat kabar dalam
menjalankan profesi jurnalistiknya.
Ada
3 pilar pers, yaitu :
1. Idealisme;
Dalam pasal 6 UU Pers no 40 tahun 1999 dinyatakan, pers nasional melaksanakan
peranan sebagai:
a.
Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui
b.
Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi dan hak-hak azasi manusia serta
menghormati kebhinekaan
c.
Mengembangkan pendapat umum berdasarkan infoemasi yang tepat, akurat, dan benar
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan
saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
e.
Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Maknanya,
bahwa pers harus memiliki dan mengemban idealisme. Idealisme adalah cita-cita,
obsesi, sesuatu yang terus dikejar untuk dijangkau dengan segala daya dan cara
yang dibenarkan menurut etika dan norma profesi yang berlaku serta diakui oleh
masyarakat dan negara.
2. Komersialisme;
Pers harus mempunyai kekuatan dan keseimbangan. Kekuatan untuk mencapai
cita-cita itu, dan keseimbangan dalam mempertahankan nilai-nilai profesi yang
diyakininya.
3. Profesionalisme;
Profesianalisme adalah isme atau paham yang menilai tinggi keahlian profesional
khususnya, atau kemampuan pribadi pada umumnya, sebagai alat utama untuk
mencapai keberhasilan. Seseorang bisa disebut profesional apabila dia memenuhi
lima ciri berikut:
a.
memiliki keahlian tertentu yang diperoleh melalui penempaan pengalaman,
pelatihan, atau pendidikan khusus di bidangnya.
b.
mendapat gaji, honorarium atau imbalan materi yang layak sesuai dengan
keahlian, tingkat pendidikan, atau pengalaman yang diperolehnya.
c.
seluruh sikap, perilaku dan aktivitas pekerjaannya dipagari dengan dan
dipengaruhi oleh keterikatan dirinya secara moral dan etika terhadap kode etik
profesi.
d.
secara sukarela bersedia untuk bergabung dalam salah satu organisasi profesi
yang sesuai dengan keahliannya.
e. memiliki kecintaan dan dedikasi luar biasa
luar biasa terhadap bidang pekerjaan profesi yang dipilih dan ditekuninya.
f.tidak semua orang mampu melaksanakan
pekerjaan profesi tersebut karena untuk menyelaminya mensyaratkan penguasaan
ketrampilan atau keahlian tertentu. Dengan merujuk kepada enam syarat di atas,
maka jelas pers termasuk bidang pekerjaan yang mensyaratkan kemampuan
profesionalisme.
Fungsi pers :
-Fungsi menyiarkan informasi (to
inform). Menyiarkan informasi merupakan fungsi pers yang
utama. Khalayak pembaca berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan
informasi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang
lain, apa yang dikatakan orang, dan
sebagainya.
-Fungsi mendidik (to educate).
Sebagai sarana pendidikan massa, surat kabar dan majalah memuat tulisan-tulisan
yang mengandung pengetahuan sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya.
Fungsi mendidik ini bisa secara implisit dalam bentuk artikel atau tajuk
rencana, maupun berita.
-Fungsi menghibur (to entertain).
Hal-hal yang bersifat hiburan sering dimuat oleh surat kabar dan majalah untuk
mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel yang berbobot. Isi
surat kabar dan majalah yang bersifat hiburan bisa berbentuk cerita pendek,
cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, karikatur, tidak
jarang juga berita yang mengandung minat insani (human interest), dan
kadang-kadang tajuk rencana.
-Fungsi mempengaruhi (to influence).
Fungsi mempengaruhi menyebabkan pers memegang peranan penting dalam kehidupan
masyarakat. Sudah tentu surat kabar yang ditakuti ini ialah surat kabar yang
independent, yang bebas menyatakan pendapat, bebas melakukan social control.
* Tribuana
Said mengelompokkan Sejarah Pers Indonesia kedalam 6 periode :
Masa
sebelum 1908
Masa
1908-1927
Masa
1928-1945
Masa
1945-1947
Masa
1950-1965
Masa
1966-sekarang
Pada
era Soeharto terdapat 3 faktor utama penghambat kebebasan pers dan arus
informasi
Adanya system perizinan terhadap pers (SIUUP)
Adanya wadah tunggal organisasi pers dan wartawan (PWI)
Serta
praktek intimidasi dan sensor terhadap pers.
Pada masa konflik, media dan wartawan tak leluasa
menurunkan laporan apa adanya.bahkan Megawati mengeluarkan Kepres No 43/2003 yg
membatasi ruang gerak wartawan.
Pada masa konflik, media mainstream cenderung
menurunkan berita-berita yang tidak kritis, tanpa cover–both sides, dan minim
verifikasi atau cek dan ricek.
Dalam status darurat militer ruang gerak media
dibatasi, pemberitaan dipantau otoritas, media kehilangan independensi.
Berbeda
saat pasca tsunami, media atau pers begitu mudah mondar-mandir, menuliskan apa saja yang terekam, membuat pemberitaan yang berimbang.
* Menurut
Onong Uchjana Effendy, ada empat ciri yang dapat dikatakan sebagai syarat yang
harus dipenuhi oleh surat kabar, antara lain :
1.
Publisitas (Publicity)
Yang
mengandung arti penyebaran kepada khalayak atau kepada publik. Karena
diperuntukkan untuk khalayak umum, isi atau informasi dalam surat kabar ini
terdiri dari berbagai kepentingan yang berkaitan dengan umum.
2.
Periodesitas (Periodicity)
Yang
berarti keteraturan dalam penerbitannya. Keteraturan ini bisa satu kali
sehari bisa juga satu atau dua kali terbit dalam seminggu.
3.
Universalitas (universality)
Yang
berarti kemestaan dan keragaman. Isinya yang datang dari berbagai penjuru
dunia. Untuk itu jika sebuah penerbitan berkala isinya hanya
mengkhususkan diri pada suatu profesi atau aspek kehidupan, seperti majalah
kedokteran, arsitektur, koperasi atau pertanian, tidak termasuk surat
kabar.
4.
Aktualitas (Actuality)
Menurut
kata asalnya aktualitas, berarti “kini” dan “keadaan sebenarnya”. Kedua-duanya
erat sekali sangkut pautnya dengan berita yang disiarkan surat kabar.
Dr.
Willard.G. Bleyer(Suhandang, 2004 : 103) memberikan definisi atau pengertian berita
sebagai segala sesuatu yang hangat dan menarik perhatian sejumlah pembaca. Sedangkan
Mitchel V. Charnley (Syamsul, 1999 : 2) memberikan definisi atau pengertian berita
adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang
faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta menyangkut
kepentingan mereka. Berita adalah uraian tentang peristiwa/fakta dan atau
pendapat yang mengandung nilai berita, dan yang sudah disajikan melalui media
massa periodik.
*Jenis berita:
1.Straight
News
Straight
news atau berita langsung merupakan uraian fakta yang nilai beritanya kuat
(penting), menarik dan harus disajikan secepatnya dan mengandung unsur (5W
+ 1H) serta dimulai dengan uraian terpenting ke kurang penting.
2.Feature
Feature merupakan sebuah
"karangan khas" yang menuturkan fakta, peristiwa, atau proses
disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses
pembentukannya, dan cara kerjanya. Sebuah feature umumnya mengedepankan unsur why
dan how sebuah peristiwa.
Jenis-jenis Feature :
1.
Feature
Berita yang lebih banyak mengandung
unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian
khalayak. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight-new.
2.
Feature
Human Interest (langsung sentuh
keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya).
Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, liku-liku kehidupan
seorang guru di daerah terpencil, atau kisah seorang penjahat yang dapat
menimbulkan kejengkelan.
3.
Feature
Biografi. Misalnya riwayat hidup seorang
tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang
memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi.
4.
Feature Perjalanan. Misalnya
kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat
yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur
subyektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam
peristiwa / perjalanan itu mempergunakan "aku", "Saya" atau
"kami" (sudut pandang –point of view – orang pertama).
5.
Feature Sejarah, yaitu
tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan,
atau peristiwa keagamaan, dengan memunculkan "tafsir barn" sehingga
tetap terasa aktual untuk masa kini.
*
Indepth
reporting merupakan suatu laporan mendalam terhadap suatu obyek liputan,
biasanya yang menyangkut kepentingan publik, agar publik betul-betul memahami
obyek tersebut.
* Berita Investigasi adalah produk kerja asli
jurnalis berkaitan dengan kepentingan publik, seperti investigasi terhadap
sebuah instansi pemerintah atau nonpemerintah, mengandung informasi yang tidak
akan terungkap.
Ciri-ciri
Opini
1.
Isi
opini merupakan hasil pemahaman dan penilaian seseorang mengenai sesuatu hal
(peristiwa/kejadian )
2. Kebenaran opini bersifat negatif tergantung
terhadap waktu,tempat, sudut pandang dan bukti-bukti yang relevan
3.
Bentuk
kalimat berupa berita / perintah
Jenis-jenis
Opini :
-Tajuk
atau editorial yaitu opini atau pendapat atau sikap resmi suatu media sebagai
institusi penerbitan terhadap topik aktual, fenomenal, atau kontroversial yang
menjadi perhatian masyarakat.
-
Opini
Masyarakat atau sering disebut artikel yang dituangkan dalam tulisan tentang
berbagai soal, mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi bahkan
olahraga.
- Pojok
adalah opini penerbit yang penyajiannya dilakukan secara humor.
- Karikatur
(carricature/cartoon), adalah bagian dari opini penerbit yang dituangkan dalam
bentuk gambar-gambar khusus.
Surat kabar merupakan karya jurnalistik
yang memuat fungsi pers, yaitu informasi, hiburan, pendidikan, kontrol sosial,
dan lain sebagainya. Tajuk rencana merupakan sikap, pandangan atau pendapat
penerbit terhadap masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan masyarakat.
*
Jenis tajuk rencana antara lain:
a.Meramalkan
(forcasting). Penulis tajuk rencana
jenis ini, bisa memasukkan imajinasinya, untuk memprediksi atau meramal
kejadian-kejadian yang akan datang berdasarkan informasi yang melatarbelakangi
ditulisnya tajuk rencana ini.
b.Memaparkan
(interpretating). Penulisan tajuk
rencana bisa digunakan untuk memaparkan kembali berita atau peristiwa yang
kurang jelas dalam pemuatan penerbitannya. Di sini, penulis tajuk bisa
berfungsi sebagai guide dalam
memperjelas informasi pemberitaannya.
c.Menggunakan
(Explorating). Selain bersandar pada
informasi pemberitaan penerbitannya, penulis tajuk rencana bisa mengangkat
permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai sumber informasinya. Penulis
tajuk seperti ini harus mempunyai kepekaan dalam menjaring aspirasi masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)