Sudah 2 bulan aku tidak memenuhi blog ini dengan postingan yang baru dan tiba-tiba saja saat ini aku begitu rindu untuk menorehkan kata-kata di sini. Rindu sekali, hingga rasanya begitu sulit untuk bernafas. Karena menulis bagiku adalah sebuah kebutuhan, menyalurkan segala unek-unek yang tersimpan di kepala yang tak bisa aku ungkap secara lisan. Dan jika pikiran-pikiran itu tidak aku tumpahkan di sini maka ia akan membusuk dan menghancurkan otakku. Dan di sinilah aku sekarang. Duduk di atas tempat tidur yang nyaman dan mengetik-ngetikkan jariku di layar iPad. Yup, sudah dua bulan iPad ini menemaniku dan rasanya sangat membantu. Karena dengannya aku tak pernah merasa bosan, justru semenjak ada dia, aku jadi lalai dan malas. Yang dulunya nggak begitu suka main game, sekarang malah seperti kecanduan. Dan berkat gadget inilah aku jadi lupa membuka blog dan memposting tulisan-tulisanku lagi. Memang benar ya, gadget membuat kita ketergantungan, malas, dan beragam efek negatif lainnya. Tapi gadget jugalah yang membantu kita dalam banyak hal, terutama dalam mengakses internet. Dan selama ada gadget ini di sisiku, aku bisa tahu apa yang sedang terjadi di luar sana tanpa perlu keluar rumah. Memang segala hal itu selalu memiliki dua sisi, positif dan negatif. Tergantung kita mau menggunakan sisi yang mana :)
Setelah aku memakai iPad, aku menemukan bahwa aplikasi-aplikasi yang ada di samsung (play store) dan apple (app store) begitu mirip. Misalnya game dan banyak aplikasi lain. Bisa dibilang, buat kamu yang sudah memakai android, nggak akan ribet dalam memakai iPad. Ini yang membuat aku heran saat pertama kali menggunakan gadget yang satu ini. Tapi wajar aja kan kalau mirip, karena apple dulunya pernah menjalin kerja sama dengan samsung. Semenjak menjalin kerjasama itu, bisa dilihat kan Samsung yang dulunya nggak begitu populer langsung melejit bahkan sekarang sudah mulai menyaingi apple. Tapi yang menarik dari apple, bisa dibilang keunggulannya yang membuat brand ini begitu dicintai oleh konsumennya adalah karena apple punya kelas. Selain itu gadget merk Apple nggak mudah masuk virus. Makanya nggak heran kalau Macbook apple nggak butuh aplikasi anti-virus, sangat berbeda kan dengan merk lainnya yang sangat mudah kemasukan virus. Nah ini juga yang membuat aku tenang saat menggunakan iPad, karena nggak mudah masuk virus. Makanya iPad dan merk apple lainnya nggak open source. Sehingga agak sulit mengirim data ke gadget yang lain yang berbeda merk. Dan ini yang suka bikin aku kesal, karena tiap mau ngirim foto dari iPad ke handphone temanku via bluetooth nggak pernah bisa. Jadi terpaksa ngirimnya via email atau pakai kabel data bawaan iPad. Ribet ya???
Ini juga yang sempat di olok-olok oleh samsung dalam salah satu iklan mereka. Mereka membandingkan gadget mereka yang begitu mudah mengirim data dengan gadget lain (apple) yang nggak bisa ngirim data ke gadget lain yang merk nya beda.
So, mau yang ribet tapi aman atau gampang tapi kemungkinan kemasukan virus lebih besar?
Hmmmmmm enaknya sih pakai dua-duanya yaa, jadi bisa mendapatkan keuntungan dari kedua-dua merk tersebut. Oke deh, cukup itu dulu untuk malam ini karena jam di rumahku sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi alias tengah malam. See you dear, have a nice day :)
Jumat, 23 Agustus 2013
Rabu, 26 Juni 2013
Kurangi Menonton Televisi
Beberapa hari ini lagi hobi baca buku, tepatnya jenis novel
roman. Tau sendiri kan kalau novel-novel luar negeri itu romantis abis J Bayangin ya, dalam
satu hari aku bisa melahap satu novel. Kalau aja baca buku kuliah juga secepat
itu pasti tiap semester aku bisa dapat IP 4 hahahaahaaa :D
Memang dari dulu aku suka membaca. Tapi entah kenapa
beberapa bulan ke belakang jadi agak malas. Buku “Chairul Tanjung si Anak
Singkong” yang Mama beli bulan 1 lalu, sampai sekarang belum aku sentuh.
Padahal dulu aku sempat mencari buku itu di toko-toko buku tapi belum keluar.
Dan tiba-tiba aja waktu itu, pas aku pulang dari rumah teman, si Mama
memberikan buku itu. Senangnya bukan kepalang. Tapi baru aku baca beberapa
halaman. Dan ini semua gara-gara koleksi film yang semakin numpuk di laptop dan
menunggu untuk ditonton. Tapi lucunya, beberapa hari ini aku malah keranjingan
baca buku dan sebentar lagi sepertinya buku “Chairul Tanjung si Anak Singkong”
juga akan aku baca sampai halaman terakhir J
Tapi ya, walaupun aku suka menonton, entah kenapa sekarang
ini aku malaaaaaaas sekali menonton sebuah kotak ajaib bernama “TELEVISI”. Kenapa?
Karena program-program sekarang kebanyakan membosankan dan datar, hampir
sebagian besarnya mirip antara satu dan yang lain. Belum lagi porsi iklan dalam
setiap program-program acaranya. Kadang saking bosannya ngeliat iklan, sampai
aku hitungin itu iklan berapa buah di setiap jeda program acaranya. Bukan
berarti aku nggak suka melihat iklan, tapi kadang porsi iklan yang terlalu besar
membuat aku jenuh dan bosan. Pada dasarnya kan kita menghidupkan televisi
karena ingin mendapatkan informasi dan hiburan. Tapi ketika porsi
informasi/hiburan dan iklannya sebanding, hal itu tentu aja membuat kita bosan
dan akhirnya apa? Tentu saja berpindah channel TV. Dan ketika aku berpindah
channel TV, aku selalu lupa untuk kembali ke channel sebelumnya x_x
Dari semua channel TV, yang paling sering aku tonton adalah
MNC music (suka lihat video-videonya), Metro TV (suka sama informasinya yang selalu
aktual, ada program favorit aku kayak Kick Andy, Mata Najwa, Stand Up Comedy,
Mario Teguh), Diva Universal (koleksi film baratnya seru, juga ada yang drama
series nya), FoxCrime (program-program tv nya di sini keren-keren), National
Geographic juga oke-oke informasinya terutama mengungkap fakta-fakta yang nggak
pernah kita tahu, KBS (banyak koleksi film-film korea terbaru), SCTV (itu
program FTV nya jadi favorit aku). Tapi bisa dibilang aku sangat jarang
menghidupkan televisi. Kalau di rumah, aku lebih suka di kamar dengan koleksi
film-film yang aku punya, baca buku, atau menjelajah dunia maya. Sekarang aku
bahkan nggak tahu apa program TV favorit orang-orang. Seperti X-factor,
indonesian idol, atau master chef yang sering disebut orang-orang di twitter
misalnya. Aku bahkan nggak pernah mengikuti tayangan-tayangan itu. Entah kenapa
sejak masuk jurusan komunikasi dan tahu bagaimana pengaruh dan dampak media televisi
terhadap masyarakat, sejak saat itu aku mulai membatasi diri untuk tidak
terlalu sering menonton televisi. Dan sejak Kak Mena pulang dari Surabaya, dia
juga jadi tidak terlalu sering menonton. Dia lebih sering belajar speaking di
youtube, atau belajar listening di laptop. Jadi bisa di bilang di rumah yang
menonton hanya Mama, itupun hanya pada malam hari. Kalau Bapak paling nonton
kalau pas ada tayangan bola, atau berita aja.
Bukan berarti televisi itu nggak bagus loh, tapi jangan
terlalu sering dilihat, karena bisa membuat kita terpedaya. Karena nggak semua
yang diperlihatkan media itu benar-benar adanya. Terutama tayangan-tayangan
seperti sinetron. Buat aku sinetron itu sangat tidak mendidik. Peran-peran
tokohnya dibuat sejahat mungkin, sampai kadang kita yang menonton jadi ikut
kesal pada pemeran antagonisnya. Aku ingat dulu waktu aku kecil ada satu
sinetron laga yang memperlihatkan adegan bunuh-bunuhan gitu. Dan gara-gara menonton
sinetron itu, aku jadi nggak bisa tidur dan merasa banyak orang jahat di
sekeliling aku. Dan itu benar-benar menakutkan. Sampai akhirnya aku nggak
berani lagi menonton sinetron itu. Jadi coba kalian bayangkan jika anak-anak
kecil mengkonsumsi tayangan-tayangan sinetron yang penuh dengan tindak
kejahatan, adegan-adegan percintaan, adegan-adegan yang penuh intrik, bisa
dipastikan akan mempengaruhi sikap dan tingkah lakunya. Karena harus diingat
jika anak-anak sangat suka meniru. Makanya bisa dilihat kan sekarang banyak
anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, banyak anak-anak lelaki yang
memperkosa temannya yang berlainan jenis, atau sekedar mencium temannya yang
berlainan jenis. Helloooo?? Mereka masih anak-anak tapi sudah mengerti hal-hal
seperti itu? Kalau sudah begitu siapa yang harus disalahkan? Pastinya yang
harus disalahkan adalah orangtua. Kenapa tidak menjaga dan merawat anaknya
dengan baik, terutama menjaga anaknya agar tidak menonton tayangan-tayangan
orang dewasa. Jadilah orangtua cerdas, dan ikuti pertumbuhan anak-anak Anda.
Jangan biarkan anak-anak sendirian dan menafsirkan segala hal sendirian. Ajak
mereka belajar dan bermain, bimbing mereka. Karena usia dini adalah usia yang
membutuhkan bimbingan, dan menginjak usia 10-15 tahun adalah usia ketika
anak-anak lebih sering berada di luar rumah, sehingga kondisi lingkungan yang
sangat mempengaruhi tingkah laku anak. Lingkungan yang baik akan menjadikan
anak-anak tumbuh dengan baik dan lingkungan yang buruk akan membuat anak-anak
terpengaruh untuk berperilaku buruk.
Jumat, 21 Juni 2013
6 Pertanyaan Imam Ghozali
REPOST...
Dulu guru agama di sekolah pernah juga menanyakan 6 pertanyaan yang ditanyakan oleh Imam Ghozali di bawah ini kepada kami. Aku suka sekali mendengarnya. Makanya saat aku menemukan kembali pertanyaan-pertanyaan ini, langsung aku ketik ulang dan posting ke blog. Selamat membaca :)
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.
Lalu Imam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.
Pertama,”Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia
ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orangtua, teman, dan kerabatnya. Imam
Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan
kita adalah “MATI”. Sebab itu sudah janji Alaah SWT bahwa setiap yang bernyawa
pasti akan mati. (Ali imran : 185)
Pertanyaan kedua,”Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia
ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, lautan, dan matahari. Semua
jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita,
apapun kendaraan kita tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab
itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan
yang sesuai dengan ajaran agama.
Pertanyaan ketiga, “ Apa yang paling besar di dunia ini?”.
Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, lautan, dan matahari. Semua
jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di
dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’Raf : 179). Maka kita harus hati-hati dengan
nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan ke empat adalah, “Apa yang paling berat di dunia
ini?”. Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata
Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab : 72). Tumbuh-tumbuhan,
binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta
mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan
sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk
ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang ke lima adalah,” Apa yang paling ringan di
dunia ini?”. Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu
benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah
MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan, kita tinggalkan sholat. Gara-gara
meeting kita tinggalkan sholat.
Lalu, pertanyaan yang ke enam adalah, “Apakah yang paling
tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”. Benar,
kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA”. Karena
melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.
Kamis, 20 Juni 2013
Kegiatan Penanaman dan Pembibitan Mangrove
Kemarin, hari Kamis (20/06/12), aku dan teman-teman relawan
Sobat Bumi Aceh melakukan penanaman dan pembibitan tanaman Mangrove di Desa
Ruyung, Aceh Besar. Lokasinya itu di daerah Krueng Raya. Kami menempuh
perjalanan yang lumayan jauh juga, menghabiskan waktu sekitar 45 menit di
perjalanan. Sekitar pukul setengah 11 kami mulai melakukan penanaman mangrove.
Kami mengangkat bibit-bibit mangrove ke lokasi penanaman. Lumayan jauh juga
kami harus berjalan kaki, dengan panas matahari yang menyengat. Proses
penanaman berlangsung seru. Kami menanam di tanah-tanah berlumpur. Pakaian-pakaian
yang kotor tak kami pedulikan lagi, bahkan sinar matahari menjadi teman kami
hari itu. Rasanya menyenangkan sekali bisa melakukan hal positif untuk bumi.
Dan di kemudian hari tanaman-tanaman itu juga bisa membantu perekonomian para
nelayan di wilayah tersebut. Pukul dua belas siang proses pembibitan selesai
dilakukan, kamipun kembali dan beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan lagi
kegiatan selanjutnya. Aku segera mencari air dan meneguknya. Rasanya air yang
kuminum tak pernah cukup, ya mungkin saking lelahnya jadi dehidrasi J
Kemudian kami membersihkan kotoran-kotoran lumpur yang
menempel di tangan, kaki, dan pakaian. Setelah itu dilanjutkan dengan makan
siang yang dimasak oleh warga di desa itu. Enak sekali rasa masakannya. Ada
kuah plik ue, ayam goreng, ikan asin goreng, mie goreng, dan kerupuk.
Wah saking laparnya rasanya seperti tidak makan setahun hahaaaaa
:D Yah mungkin karena ini pertama kalinya aku menanam di tanah yang berlumpur.
Aku jadi ingat dulu waktu kecil sering ikut nenek ke sawah, dan melihat
orang-orang bertani. Mereka menanam padi di tanah-tanah berlumpur. Aku suka
sekali terjun ke tanah itu dan bermain kotor-kotoran. Yah, momen kemarin
kembali mengingatkan aku akan suasana dulu saat menemani nenek ke sawah.
Rasanya seperti anak kecil yang baru melihat lumpur dan tertawa kegirangan.
Satu kata yang bisa menggambarkan suasana kemarin adalah “seru”.
Pukul dua siang, kami melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu
pembibitan tanaman mangrove. Di situ sudah tersedia polibex-polibex yang sudah
diisi tanah. Juga ada bibit-bibit mangrove. Kami mengambil bibit-bibit itu dan
memasukkannya ke dalam polibex. Ada 20000 bibit yang kami masukkan. Kami juga
dibantu oleh para warga di desa tersebut. Mereka juga antusias dengan kegiatan
ini, apalagi anak-anak kecilnya. Mereka begitu bersemangat membantu. Rasanya
menyenangkan sekali memasukkan bibit-bibit itu ke dalam polibex. Dan beberapa
bulan ke depan, kami akan datang ke desa itu lagi untuk melakukan penanaman mangrove
lagi dari bibit-bibit yang telah kami masukkan ke dalam polibex tersebut. Pukul setengah empat sore kegiatan selesai
dilakukan. Alhamdulillah kami telah berhasil menanam 1000 tanaman mangrove dan
melakukan 20000 pembibitan mangrove K
Acara kemarin benar-benar menyenangkan, karena di sana aku mendapat banyak teman dan pengalaman baru yang berwawasan lingkungan dengan melakukan hal positif untuk alam. Terimakasih Sobat Bumi Aceh telah memberikanku kesempatan bergabung dalam kegiatan ini :)
Caption: Melakukan pembibitan mangrove ke dalam polibex
Caption: Tumpukan bibit dan tanaman mangrove yang akan ditanam
Rabu, 12 Juni 2013
Ayo Jadi Sobatnya Bumi !
Alhamdulillah, akhirnya beberapa hari lagi final selesai dan libur menanti. Harusnya sih finalnya udah siap semua tapi karena kemarin dosennya berhalangan jadilah finalnya diundur ke hari jum'at. Jadi final terakhir hari jumat besok (14/06/13). Siap itu libur panjang dong yaa.
Oya, alhamdulillah aku lulus seleksi jadi relawan Sobat Bumi. Ada sekitar 340 peserta yang mendaftar jadi relawan dan yang diterima ada sekitar seratus orang, setelah melewati tahap wawancara.
Dan programnya itu, nanti kita akan menanam 10.000 tanaman manggrove di Desa Ruyung, Aceh Besar. Memang tidak langsung sekaligus 10.000 pohon tapi akan dicicil dan dilakukan pertahap. Dalam jangka waktu setahun. Melihat bagaimana kondisi bumi hari ini yang semakin memprihatinkan, sudah seharusnya kita melakukan sesuatu untuk bumi. Kita harus lebih aware dengan keadaan lingkungan kita saat ini. Di Aceh misalnya, cuacanya sudah tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan dan disertai angin kencang. Dan parahnya lagi, suhu panas di Aceh saat ini sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Si onyong aja baru balik ke sini beberapa hari, langsung komentar, "Panas kali banda aceh ini, pengen balik ke jawa aja lagi lah."
Dosen IAD aku juga pernah bilang bahwa kondisi bumi yang sudah seperti ini sudah tidak mungkin bisa disembuhkan lagi. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaga agar bumi tidak semakin parah. Ya, apapun yang kita lakukan sekarang tidak mungkin mengembalikan bumi menjadi sehat, tapi paling tidak satu langkah kecil kita bisa menyelamatkan bumi agar tidak semakin terpuruk. Karena ini semua demi anak-cucu kita di masa mendatang. Makanya sejak belajar IAD beberapa tahun lalu, aku concern untuk tidak membuang lagi sampah sembarangan, mengurangi penggunaan kantong plastik dan kertas. Ada satu kejadian yang begitu menyentilku, itu terjadi saat aku kelas 1 SMA. Guru native speaker ku di sekolah dulu adalah seorang berkebangsaan Australia. Suatu hari aku melihat dia memungut kertas sampah yang tergeletak di lantai dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya. Dan ketika dia membuka tas ranselnya, ternyata ada beberapa sampah lainnya yang ia masukkan ke situ. Dia tidak tahan melihat sampah-sampah bergeletakan di sembarang tempat. Melihat kejadian itu begitu mengharukan buatku. Dia yang non-muslim bahkan lebih bersih dari kebanyakan orang muslim. Dia menerapkan kata pepatah "Kebersihan sebagian dari iman". Sejak melihat itu, aku mulai menerapkannya dalam kehidupanku sehari-hari. Jika ingin membuang sampah dan aku tidak menemukan tong sampah maka sampahnya akan aku simpan dulu di dalam tas, baru kemudian aku buang di tong sampah. Begitu juga saat aku ke supermarket, jika barang-barang belanjaanku muat di tas maka aku lebih memilih memasukkannya sekaligus ke dalam tas daripada menggunakan plastik supermarket tersebut. Itu adalah hal-hal kecil yang terus aku terapkan hingga saat ini. Dan semoga dengan bergabungnya aku di dalam kegiatan Sobat Bumi ini menjadi langkah awal untukku melakukan hal-hal besar kedepannya untuk bumi tercinta ini. Okay, guys, cintai bumi, karena itu salah satu bentuk rasa terimakasih kita karena telah hidup dan tinggal di muka bumi ini. Ayoo jadi sobatnya bumi !! Kalau bukan kita, siapa lagi??? :)
Oya, alhamdulillah aku lulus seleksi jadi relawan Sobat Bumi. Ada sekitar 340 peserta yang mendaftar jadi relawan dan yang diterima ada sekitar seratus orang, setelah melewati tahap wawancara.
Dan programnya itu, nanti kita akan menanam 10.000 tanaman manggrove di Desa Ruyung, Aceh Besar. Memang tidak langsung sekaligus 10.000 pohon tapi akan dicicil dan dilakukan pertahap. Dalam jangka waktu setahun. Melihat bagaimana kondisi bumi hari ini yang semakin memprihatinkan, sudah seharusnya kita melakukan sesuatu untuk bumi. Kita harus lebih aware dengan keadaan lingkungan kita saat ini. Di Aceh misalnya, cuacanya sudah tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan dan disertai angin kencang. Dan parahnya lagi, suhu panas di Aceh saat ini sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Si onyong aja baru balik ke sini beberapa hari, langsung komentar, "Panas kali banda aceh ini, pengen balik ke jawa aja lagi lah."
Dosen IAD aku juga pernah bilang bahwa kondisi bumi yang sudah seperti ini sudah tidak mungkin bisa disembuhkan lagi. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaga agar bumi tidak semakin parah. Ya, apapun yang kita lakukan sekarang tidak mungkin mengembalikan bumi menjadi sehat, tapi paling tidak satu langkah kecil kita bisa menyelamatkan bumi agar tidak semakin terpuruk. Karena ini semua demi anak-cucu kita di masa mendatang. Makanya sejak belajar IAD beberapa tahun lalu, aku concern untuk tidak membuang lagi sampah sembarangan, mengurangi penggunaan kantong plastik dan kertas. Ada satu kejadian yang begitu menyentilku, itu terjadi saat aku kelas 1 SMA. Guru native speaker ku di sekolah dulu adalah seorang berkebangsaan Australia. Suatu hari aku melihat dia memungut kertas sampah yang tergeletak di lantai dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya. Dan ketika dia membuka tas ranselnya, ternyata ada beberapa sampah lainnya yang ia masukkan ke situ. Dia tidak tahan melihat sampah-sampah bergeletakan di sembarang tempat. Melihat kejadian itu begitu mengharukan buatku. Dia yang non-muslim bahkan lebih bersih dari kebanyakan orang muslim. Dia menerapkan kata pepatah "Kebersihan sebagian dari iman". Sejak melihat itu, aku mulai menerapkannya dalam kehidupanku sehari-hari. Jika ingin membuang sampah dan aku tidak menemukan tong sampah maka sampahnya akan aku simpan dulu di dalam tas, baru kemudian aku buang di tong sampah. Begitu juga saat aku ke supermarket, jika barang-barang belanjaanku muat di tas maka aku lebih memilih memasukkannya sekaligus ke dalam tas daripada menggunakan plastik supermarket tersebut. Itu adalah hal-hal kecil yang terus aku terapkan hingga saat ini. Dan semoga dengan bergabungnya aku di dalam kegiatan Sobat Bumi ini menjadi langkah awal untukku melakukan hal-hal besar kedepannya untuk bumi tercinta ini. Okay, guys, cintai bumi, karena itu salah satu bentuk rasa terimakasih kita karena telah hidup dan tinggal di muka bumi ini. Ayoo jadi sobatnya bumi !! Kalau bukan kita, siapa lagi??? :)
Selasa, 04 Juni 2013
Publisitas
Publisitas adalah informasi yang disampaikan
(dipublikasikan) tanpa perlu membayar ruang-ruang pemberitaannya/penyiarannya
yang bertujuan untuk menarik perhatian dan mempengaruhi tingkah laku publik
serta mengakibatkan terbentuknya citra di masyarakat.
Publisitas : tidak berbayar, melalui media, relatif short
them (jangka waktu pendek), relatif susah untuk dikontrol.
Kelebihan publisitas yaitu:
-lebih kredibel (dapat dipercaya).
-lebih natural.
-informasinya mempunyai nilai berita (news value).
Cara mengukur publisitas dengan:
-Banyak tidak banyaknya dipublikasikan.
-Dimana dipublikasikan.
Macam-macam publisitas:
-feature article
-caption photo
-news release
-press conference
-special event
Kampanye publisitas yaitu sebuah upaya yang dilakukan secara
terencana, terprogram, memiliki sumberdaya yang memiliki tugas yang jelas dan
dapat dievaluasi hasilnya. Umumnya erat kaitannya dengan publisitas politik
atau advokasi isu tertentu.
Persamaan Kampanye dan Propaganda yaitu secara operasional keduanya sama-sama
melakukan kegiatan komunikasi yang terencana untuk mencapai tujuan tertentu dan
berupaya mempengaruhi khalayak sebagai sasarannya.
Perbedaan Kampanye dan Propaganda:
Kampanye
|
Propaganda
|
a.Suatu kegiatan komunikasi dua arah
b.Dilakukan terbuka
c.Waktunya terbatas atau jangka pendek
d.Program yang jelas
e.Narasumber dapat diidentifikasi
f.Cenderung berkonotasi positif
Contohnya: Kampanye politik atau kampanye
hidup sehat.
|
a.Komunikasi satu arah
b.Dilakukan terselubung(sembunyi-sembunyi)
c.Waktunya jangka panjang
d.Narasmubernya tidak jelas atau tersembunyi
e.Cenderung berkonotasi negatif
Contoh: Kepentingan agama, politik, militer, dll.
Misal dilakukan melalui film.
|
Tujuan kampanye yaitu:
a.Public Awareness ialah menciptakan “kesadaran publik”
terhadap sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan sosial. Misal: Perda laranga
merokok di tempat umum.
b.Offer Iinformation ialah “menawarkan informasi” yang lebih
mendalam tentang suatu program kepada publik melalui; brosur, majalah, bantuan
tenaga ahli (konsultan). Misal: pencegahan virus flu burung.
c.Public education ialah “mendidik publik” secara emosional
yang tetap bersikap etis dan wajar didukung dengan materi kampanye tentang
informasi dan tujuan suatu program yang bersifat persuasif atau bernilai
pendidikan. Misal: anti kekerasan terhadap anak.
d.Reinforce The Attitudes and Behavior ialah memperkuat
nilai-nilai atau ingin mengubah perilaku publik. Misal: pencegahan penularan
penyakit HIV/Aids.
e.Behavior Modification ialah memodifikasi/ingin merubah
perilaku masyarakat. Misal kampanye penggunaan seat belt dan helm.
Jenis-jenis kampanye yaitu:
1.Product - Oriented Campaigns adalah kegiatan komersial
kampanye terhadap peluncuran suatu produk baru. Misal: pergantian nama National
ke Panasonic atau perubahan logo produk.
2.Candidate - Oriented Campaigns adalah kegiatan kampanye
publik. Misal: kandidat caleg DPR/MPR
3.Ideological or Cause – Oriented Campaigns adalah
ide/gagasan kegiatan kampanye perubahan sosial. Misal: program KB nasional,
anti narkoba, atau pelestarian lingkungan hidup.
Bentuk Komunikasi Kampanye :
-Komunikasi interpersonal
-Komunikasi kelompok
-Komunikasi massa
Teknik kampanye:
a.Participating yaitu keikutsertaan dalam kegiatan kampanye
dengan tujuan untuk menumbuhkan saling pengertian, kerjasama, dan toleransi.
b.Association yaitu menyajikan isi kampanye yang berkaitan
dengan suatu peristiwa atau objek yang tengah ramai dibicarakan agar dapat
memancing perhatian masyarakat.
c.Integrative yaitu menyatukan diri dengan publik secara
komunikatif dengan menggunakan kata-kata “kita, kami, Anda sekalian..”
mencitrakan bahwa apa yang disampaikan bukan untuk kepentingan komunikator atau sepihak tetapi untuk kepentingan
bersama.
d.Pay Off Technique (ganjaran) yaitu mempengaruhi publik dengan
suatu ganjaran atau menjanjikan sesuatu dengan “iming-iming hadiah” dengan 2
kemungkinan : benefit atau kegunaan (bertujuan untuk menumbuhkan kegairahan),
dan ancaman/kekhawatiran/sesuatu yang menakutkan (bertujuan untuk membangkitkan
rasa takut bila hal tersebut akan terjadi di kemudian hari.
e.Icing Technique yaitu teknik ini diumpamakan menata balok
es menjadi bentuk yang menarik. Penyampaian pesan ditata sedemikian rupa
sehingga enak dilihat, didengar, dibaca, dirasakan.
f.Empathy ialah menempatkan diri dalam posisi publik, ikut
merasakan dan “peduli” situasi atau kondisi publik.
g.Coersion Technique ialah kampanye yang lebih menekankan
pada suatu “paksaan” yang dapat menimbulkan rasa ketakutan atau kekhawatiran
bagi publik yang tidak mau tunduk melalui sebuah ancaman.
Kamis, 30 Mei 2013
Film "Tears of The Sun"
Seminggu yang lalu aku menonton film "Tears of
The Sun". Film ini mengisahkan tentang peperangan yang terjadi di
Norwegia. Penuh konflik dan pertumpahan darah, merinding juga nontonnya, seakan
nyawa manusia tak ada harganya dan pembunuhan massal pun terjadi. Dalam
film yang dibintangi oleh Bruce Willis ini juga diceritakan bagaimana seorang
tentara militer yang berkarakter dingin kemudian berubah dengan menunjukkan
sisi humanisnya. Bagaimana tidak, dia dan rekan-rekannya melihat sendiri
bagaimana perjuangan kaum-kaum tertindas di sana. Nyawa-nyawa melayang, para
wanita di perkosa kemudian dibunuh, betapa mudahnya manusia menghabisi nyawa
manusia lainnya.
Peperangan ini berawal saat Samuel Akuza terpilih
sebagai presiden Nigeria. Perlawanan mulai ditunjukkan oleh organisasi Mustafa
Yakubu. Isu yang berkembang adalah dengan memanfaatkan perbedaan ras dan etnik
di negara tersebut. Akibatnya pertumpahan pun terjadi dan etnik Yakubu dalam
waktu singkat berhasil menduduki Nigeria dan membersihkan etnik-etnik yang
dinilai bertentangan dengan mereka. Dalam hal ini etnik tersebut yaitu suku
Ibo. Terpaksa sebagian mereka melarikan diri untuk mencari perlindungan.
Sementara itu, Amerika mencoba untuk menyelamatkan
warga negaranya yang masih berada di negara konflik tersebut. Pihak militer
Amerika pun bergerak dan mengutus agennya Eagle One untuk menjalankan misi yang
ditugaskan yaitu menyelamatkan warga negaranya, yang misi utamanya adalah
menyelamatkan Dr. Lena Fiore Kendricks. Selain itu misi sampingannya adalah
menyelamatkan 2 orang suster dan satu pendeta. Saat pasukan Eagle One berhasil menemukan
Dr. Lena beserta dua orang suster dan seorang pendeta, ternyata misi mereka
tidak berjalan lancar karena Dr. Lena menginginkan agar warga Nigeria yang ada
di pengungsian juga harus diselamatkan semua dan ikut dengan mereka. Pertama
pasukan tersebut merasa keberatan, namun akhirnya menyetujui karena tidak punya
pilihan lain. Namun tidak semua warga ikut, ada juga yang tetap tinggal, begitu
pula dengan dua orang suster dan satu pendeta tersebut yang tetap ingin tinggal
karena tidak tega meninggalkan sebagian para pengungsi yang masih sekarat dan
membutuhkan pertolongan. Mereka berjalan selama beberapa hari dengan menempuh
perjalanan yang tidak mudah dan hanya istirahat sebentar saja kemudian melanjutkan
perjalanan lagi. Akhirnya mereka pun sampai di lokasi yang telah ditentukan
untuk pendaratan helikopter yang akan menjemput mereka, namun helikopter yang
muncul hanya dua. Apalagi saat pasukan hanya menarik Dr. Lena untuk naik ke
helikopter sedangkan warga yang lain dibiarkan tinggal di tempat itu.
Film ini mengandung nilai-nilai humanis yang sangat
bagus untuk ditonton. Menonton film ini seakan memutar kembali memoriku
beberapa tahun lalu saat Aceh masih konflik. Memang di tempatku tinggal
terbilang aman dan aku pun tidak mengalami atau menyaksikan tragedi-tragedi
pertumpahan darah. Namun aku sering sekali mendengar kontak senjata pada waktu
itu. Dan jika suara itu mulai terdengar di malam hari, mama akan membangunkan aku
yang waktu itu masih berumur sekitar 9 tahun dan berbisik padaku, “Adek,
tiarap, tiarap yaa...”
Dan saat itu juga jantungku langsung berdegup kencang
dan mulai dilingkupi ketakutan. Bayangkan seorang gadis kecil yang begitu
ketakutan saat mendengar suara kontak senjata yang begitu jelas terdengar di
telinganya. Itu hanya mendengar saja sudah membuat aku takut dan merinding.
Apalagi jika aku melihat sendiri senjata itu melayang ke tubuh-tubuh manusia
atau justru merasakan peluru itu menancap ditubuhku. Naudzubillah L
Jadi bisa kalian bayangkan dan pikirkan bagaimana rasanya
hidup di dalam konflik, di antara suara-suara senjata dan bertanya-tanya apakah
esok aku masih bisa bernafas, apakah esok aku masih bisa berkumpul bersama
keluarga dan teman-temanku, apakah esok ayah dan ibu masih tetap ada untuk menjadi
pelindungku ataukah harus mati diujung todongan senjata, apakah esok aku masih
bisa melihat orangtuaku tersenyum, apakah esok.....????
Pertanyaan-pertanyaan itu berisi harapan. Harapan
konflik itu akan reda dan berganti dengan “DAMAI”.
Mau tahu lebih lanjut cerita film “Tears of The Sun” ?
Ayooo nonton filmnya J
Langganan:
Postingan (Atom)





















