Rabu, 23 Oktober 2013

Videografi itu Makanan Apa sih???? _-_

Yang paling menyebalkan dari semester tujuh ini adalah ada mata kuliah "videografi". Demi apapun aku nggak suka yang namanya ngambil gambar, take ini take itu, ribeeeeet bet bet.
Semester kemarin yang cuma buat iklan aja capeknya setengah mati, dari pagi buat sampai sore nggak siap-siap, parahnya lagi dosennya minta kita yang jadi modelnya. Di suruh ngomong, akting depan kamera, asli bego, kapok sekapok-kapoknya. Memang dibalik layar itu lebih enak. Dan semester ini dapat lagi mata kuliah "videografi". Dari namanya aja udah bau-bau disuruh buat film, dan tebakan Anda benar sekali. Kenapa saya nggak suka buat film? Pertama, saya bukan orang yang kreatif terutama soal "ide". Kedua, saya nggak paham soal teknik pengambilan gambar, walaupun semester kemarin udah ngambil mata kuliah fotografi tetap aja nggak ngerti soal ISO, diafragma, speed. Kalo soal teorinya doang sih ngerti, tapi yang Anda harus tahu adalah teori dan praktek itu jauuuuuuuuuuh banget bedanya. Anda boleh jadi pintar banget teori tapi belum tentu dalam prakteknya Anda bisa sepintar di teori. Pengalaman ini aku rasain banget waktu belajar jurnalis di Muharram Journalism College (MJC) setahun yang lalu. Karena aku suka nulis jadi aku memilih mengambil kelas cetak dibanding televisi, karena kayak aku bilang tadi kalau aku agak gaptek kalau berhubungan sama kamera. Waktu belajar teorinya enak banget, seru rasanya jadi tahu banyak tentang dunia jurnalis. Tapi begitu mulai magang jadi wartawan dan ditempatin di media mulai deh kebingungan. Kebetulan aku ditempatin di media cetak Analisa. Teman-teman yang lain semuanya ditempatin di media online, kadang suka ngiri liat mereka mudah banget dinaikin beritanya. Lah, aku telat ngirim dikit aja sudah lewat nggak bisa dimuat lagi. Dan selama 2 minggu aku magang di situ, cuma 11 kali aku mengirim berita dan cuma 5 berita yang dimuat. Dapatin berita segitu rasanya perjuangan banget. Pertama, aku bukan orang yang suka ngukur jalan (jalan-jalan nggak jelas). Kedua, aku nggak punya insting wartawan yang kalau liat sesuatu langsung deh dijadiin berita. Ketiga, aku nggak dikasih ngeliput berita-berita ceremonial atau berita yang sedang diliput oleh wartawan lainnya, bingung nggak tuh? Jadilah selama magang, aku mikirin masalah apa kira-kira yang bisa aku angkat ke publik. Dan rata-rata yang dimuat soal "masalah ekonomi masyarakat kecil".
Makanya aku bilang antara teori dan praktek itu sangat jauh berbeda. Pintar teori belum tentu akan pintar juga dalam prakteknya, begitu juga sebaliknya. Dan besok rencananya kita mulai ngambil gambar tapi masalahnya anak cowoknya pada mau main futsal jadilah kami (anak-anak cewek) yang harus ngambil gambar. Apa yang harus kami lakukan dengan kamera dan tripod besok? I dont know, we will see :(

Tidak ada komentar: