Senin, 14 Mei 2012

Komunikasi Politik


Besok midterm komunikasi politik dan bingung mau belajar yang mana saking banyaknya bahan. Liat ketebalan bukunya aja bikin stress. Dari tadi aku bolak balik baca nggak kunjung habis. Yang ada malah tenggorokan aku yang sakit. Gara-gara baca bukunya keras-keras :D
Satu harapanku semoga besok ada keajaiban seperti : dosennya lupa kalo besok midterm, dosennya nggak datang, atau dosennya tetap datang dan tetap membuat midterm, tapiiiii OPEN BOOK hahhaaahaha :D
Oya, aku mau berbagi sama kamu semua blogger tentang materi apa aja yang aku pelajari dalam komunikasi politik. Tentu aja nggak semuanya, poin-poin pentingnya aja. Karena kalau semua aku masukin kesini pasti nggak bakalan muat dan tangan aku yang nggak akan sanggup mengetik banyak-banyak J
Oke let’s see..

Komunikasi Politik

è Definisi Politik ialah siapa memperoleh apa, kapan, dan bagaimana (who gets what, when, and how).
è Definisi Komunikasi ialah proses penyampaian dan penerimaan pesan-pesan dengan lisan, tulisan, atau simbol dari seorang komunikator kepada komunikan melalui suatu media untuk mencapai tujuan tertentu.
è Definisi komunikasi politik (Menurut Nimmo), ialah kegiatan yang bersifat politis atas dasar konsekuensi aktual dan potensial yang mengatur perilaku manusia dalam kondisi konflik.
è Definisi komunikasi politik (Menurut Richard Fagen), ialah kegiatan komunikasi yang terdapat dalam suatu sistem politik yang mempunyai dampak secara aktual dan potensial.

è Ruang Lingkup komunikasi politik menurut Nimmo, yaitu komunikator politik, pesan-pesan politik, media komunikasi politik, khalayak komunikasi politik, dan akibat-akibat komunikasi politik.

è Ciri-ciri politik dalam proses komunikasi politik yaitu berkaitan dengan kekuasaan politik, negara, dan pemerintahan.

è 7 Fungsi dalam sistem politik : Sosialisasi politik, perekrutan, artikulasi interes (artikulasi kepentingan), agregasi interes (agregasi kepentingan), pembuatan aturan, aplikasi aturan, dan aturan putusan hakim harus dilakukan melalui komunikasi.

è Perbedaan pandangan antara ilmuwan politik dan ilmuwan komunikasi dalam melihat komunikasi politik :

a.       Ilmuwan komunikasi lebih banyak membahas peranan media massa dalam komunikasi politik (dengan sedikit perhatian pada komunikasi antar pribadi) dan menilai saluran komunikasi dalam bentuk media massa merupakan saluran komunikasi politik yang sangat urgen.
b.      Ilmuwan politik mengartikan komunikasi politik sebagai proses komunikasi yang melibatkan pesan politik dan aktor politik dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Ilmuwan politik menilai saluran media massa dan saluran tatap muka memainkan peranan yang sama pentingnya.

è Proses komunikasi terjadi diruang sosial sehingga tidak mungkin proses komunikasi tidak mempertimbangkan dinamika sosial.

è Proses komunikasi ada 3 dimensi : Aktor, tempat, dan waktu.

è Proses komunikasi erat kaitannya dengan perubahan sosial.

è Proses sosial ialah individu, kelompok, masyarakat bertemu, berinteraksi, dan berkomunikasi sehingga melahirkan sistem-sistem sosial dan pranata sosial serta semua aspek kebudayaan.

è Proses sosial mengalami dinamika sosial berupa perubahan sosial dan mengalami pasang surut seirama dengan perubahan-perubahan sosial secara global.

Prinsip Komunikasi dan Model Komunikasi
è Proses simbolik, manusia menggunakan lambang dalam berkomunikasi. Apa saja bisa dijadikan lambang. Manusia memberi makna pada lambang. Lambang ialah simbol berdasarkan kesepakatan berbentuk kata-kata atau pesan verbal, perilaku non verbal, objek yang maknanya disepakati bersama.

è Dalam dunia politik, lambang juga sering digunakan. Misalnya : Demokrat identik dengan warna biru, PDIP dengan warna merah, dan golkar dengan warna kuning.

è 3 Ciri studi komunikasi dalam ilmu politik :

-          Ciri pertama, perhatian yang sama besarnya terhadap “arus komunikasi ke atas” (berasal dari masyarakat ditujukan kepada penguasa politik) dan “arus komunikasi ke bawah” (berasal dari penguasa politik, ditujukan kepada masyarakat).
-          Ciri kedua, ketidakjelasan dan ketumpangtindihan konsep komunikasi politik dengan fungsi-fungsi sistem politik lainnya ataupun konsep-konsep yang lain seperti partisipasi politik. Semua fungsi dan konsep tersebut pada hakikatnya adalah komunikasi politik.
-          Ciri ketiga, kurang menggunakan metoda dan pendekatan yang biasa dipakai ilmu komunikasi dalam mengkaji proses komunikasi. Oleh karena itu untuk memperjelas eksistensi studi komunikasi politik, para ilmuwan perlu menggunakan bantuan dari ilmu komunikasi yang telah berhasil menciptakan berbagai pendekatan, metode, dan konsep yang bermanfaat bagi para ilmuwan politik.
Hakikat Komunikasi Politik
            Secara filosofis kajian komunikasi politik adalah kajian tentang hakikat kehidupan manusia untuk mempertahankan hidup dalm lingkup berbangsa dan bernegara.
Hakikat dan fungsi komunikasi politik berdimensi dua yang bersifat ideal normatif negara, yaitu ideal normatif ke dalam tubuh negara dan ideal normative ke luar negara.

è Ideal normatif ke dalam tubuh negara, maka hakikat komunikasi politik melihat negara sebagai suatu kesatuan yang utuh dan tersusun dalam suatu bangunan “Marsus” (tersusun rapi) mengarah kepada tercapainya ideal normative tersebut.

è Ideal normatif ke luar negara, maka hakikat komunikasi politik kembali kepada hakikat manusia yang selalu ingin mengembangkan jalinan komunikasi dengan manusia lain yang berada dalam determinan ego natur dan ego kultur yang berbeda. Hal ini mengandung makna bahwa komunikasi politik harus mampu menembus ragam kepentingan, ragam pola keyakinan yang diarahkan kepada terwujudnya kepentingan bersama tanpa ada satu negara pun yang merasa dirugikan.

è Unsur-unsur komunikasi politik : Komunikator politik, komunikan, isi komunikasi (pesan-pesan), media komunikasi, tujuan komunikasi, sumber, dan efek.

è Syarat-syarat komunikator politik :

-          Memiliki nuansa yang luas tentang berbagai aspek dan masalah-masalah kenegaraan,
-          Memiliki komitmen moral terhadap sistem nilai yang sedang berlangsung,
-          Berorientasi kepada kepentingan negara,
-          Memiliki kedewasaan emosi (emotional intelligence),
-          Jauh dari sikap hipokrit (cognitive dissonance).

è Komunikan dapat bersifat perorangan (individual), kelompok (group), dapat berupa institusi, organisasi, masyarakat, parpol, dan dapat pula negaraatau pemerintahan negara lain.

Tidak ada komentar: