Sabtu, 21 Juli 2012

My Lovely Grandfa :*


Hari ini puasa pertama di bulan suci ramadhan tahun ini. Terasa bahagia masih bisa merasakan sahur bersama keluarga. Sekitar pukul 4 subuh, abangku yang di Blangpidie menelepon membangunkan ku sahur. Juga ada kak Zumar yang sms membangunkan sahur juga. Thankyou for them J
Seharian di rumah saja. Bangun tidur langsung mandi, nonton, internetan bentar, bantu-bantu orang rumah, tidur siang. Sore nya nonton tv bareng mamak dan kak Mena. Lagi nonton, tiba-tiba aku mencium bau khas kakek. Aku yang bingung, bertanya pada mereka. Dan kak Mena nyahut, “Iya, aku juga cium bau nya.”
Tapi anehnya, yang mencium bau kakek hanya kita berdua aja. Mamak sama sekali tidak menciumnya. Bau nya sekitar 2 menit, lalu menghilang.
Kalau kata mamak itu karena tahun ini kita belum ziarah ke kuburan kakek. Mungkin juga karena kita jarang mendoakan beliau. Mendengar itu aku jadi sedih dan kangen. Ya, aku sangat merindukannya. Aku ingat dulu waktu kakek meninggal, aku masih kelas 5 SD.
Aku ikut menemani di saat-saat beliau kritis di rumah sakit. Malam selasa itu, aku sangat ingin menginap di rumah sakit, agar bisa menemani beliau. Tapi karena besoknya aku harus ke sekolah, mamak tidak mengizinkan.
Aku masih ingat dengan jelas sosok beliau. Yang paling sedih itu saat aku mengurut badannya, kulitnya sudah mulai terkelupas, badannya kurus dan lemah. Aku tak pernah melihat kakek selemah itu. Yang aku tahu, kakek orang yang kuat dan berwibawa.
Bahkan dalam kondisi sakit seperti itu, dia meminta pulang ke rumah.
Tapi tidak ada seorang pun yang mau membawanya pulang. Kata terakhir kakek pada mamak yang sampai sekarang masih membekas dan membuat mamak merasa bersalah adalah, “Bawa pulang ayah dari sini. Ayah tidak mau mati seperti cina di sini.”
Kalian tahu apa maksud perkataan kakek itu?
Beliau ingin pulang karena beliau merasa kotor selama di rumah sakit. Pipis harus di dalam pispot, mandi cuma dibasuh. Dan yang terpenting kakek ingin shalat di rumah. Bahkan dalam kondisi terbaring di rumah sakit, dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya kepada Tuhan, shalat 5 waktu. Dia ingin meninggal di rumah, itu permintaan terakhirnya. Tapi tidak ada satupun yang mengabulkan permintaannya.
Kakek adalah orang yang paling aku sayangi di dunia, melebihi siapapun.
Karena sejak kecil, aku dan kakak lebih sering menghabiskan waktu bersama beliau dan nenek daripada bersama kedua orangtua ku. Karena orangtua ku bekerja, jadi kami selalu dititipkan pada mereka. Makanya, ikatan di antara kami kian kuat.
Aku ingat betul malam selasa itu, aku tidak bisa tidur. Tiba-tiba pukul sebelas malam, telepon rumahku berdering. Dan sayup-sayup aku mendengar kalimat “innalillahi wainnailahi rajiun.”
Mendengar kalimat itu, jantungku berhenti berdegup, airmata mengalir kian deras.
Keesokan harinya kami pulang ke rumah kakek, dan aku melihat badan kakek sudah terbujur kaku. Selagi orang-orang membacakan yasin di dekatnya, aku terus melihat kearahnya, tak kubiarkan sedetik pun mataku beralih dari tubuh kaku kakek. Aku berharap ada keajaiban, tiba-tiba tubuh kakek bergerak, kakek bernapas. Ya, aku terus melihat ke arahnya dan berharap ada keajaiban. Tapi hingga beliau dimandikan dan dikuburkan, keajaiban itu tetap tidak datang.
Hari itu, aku mencium wajah kakek yang dingin dan biru. Dingin, ya, hanya dingin dan wangi kemenyan yang kurasakan. Itu adalah ciuman terakhir ku untuknya. Tapi aku tidak merasa takut. Tidak sama sekali. Hari itu aku juga melihat mamak menangis kian kencang, histeris. Aku tahu seberapa dekat mamak dengan kakek. Apalagi mamak anak tertua dan sangat dekat dengan beliau. Melihat mamak menangis semakin membuatku bersedih dan tak kuasa menahan tangis.
Malam-malam setelahnya, aku sering menyendiri di kamar, mematikan lampu, dan berkata, “kakek aku rindu, aku ingin bertemu, datanglah ke mimpiku.”
Tapi kakek tidak pernah datang :’(
Dan hari ini, aku mencium bau nya. Aku sungguh rindu :’(
Hari ini mamak memasak masakan yang aku minta tadi sahur, yaitu ikan keumamah. Ya, itu salah satu makanan favoritku. Juga ada sup daging, kuah sayur bening, rendang, dan ada satu jenis masakan lagi, tapi aku lupa apa namanya.
Minumnya ada jus delima, air timun, dan teh hangat.
Aku memilih jus delima, tapi agak hambar dibuat sama kak Mena. But I like it.
Dan hari ini tidak ada kue atau gorengan. Mamak libur dulu hari ini, karena besok kebanjiran order..hahaaa :D
Okay, that’s all for today, see you again J

Tidak ada komentar: