Selasa, 26 Juni 2012

Rangkuman Materi Komunikasi Pemasaran


Komunikasi ialah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan baik secara verbal maupun non verbal dengan menggunakan media tertentu dan memiliki efek atau pengaruh tertentu. Sedangkan pemasaran yaitu dialog yang secara terus menerus terjadi di pasar antara produsen dan konsumen untuk mempengaruhi, dan mengingatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Komunikasi pemasaran ialah cara untuk mengkomunikasikan produk kepada konsumen dengan menggunakan unsur-unsur promosi untuk mencapai tujuan dan target perusahaan. Komunikasi pemasaran bertujuan untuk menyampaikan informasi (komunikasi informatif), mempengaruhi untuk melakukan pembelian atau menarik konsumen (konsumen persuasif), dan mengingatkan khalayak untuk melakukan pembelian ulang (komunikasi mengingatkan kembali).
*   Di dalam komunikasi pemasaran, ada beberapa ruang lingkup, yakni :
1.      Bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan. Maksudnya disini adalah bagaimana cara produsen dalam berkomunikasi untuk memasarkan produknya dengan para pelanggannya. Misalnya, dengan memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan keinginan konsumen, serta mengarahkan konsumen bagaimana menggunakan produknya dengan benar agar konsumen merasa puas.
2.      Bagaimana berkomunikasi dengan klien. Maksudnya adalah, di dalam dunia pemasaran tentunya sebuah perusahaan memiliki klien yang diajak untuk bekerja sama. Jadi di dalam komunikasi pemasaran di pelajari bagaimana cara produsen dalam berkomunikasi dengan kliennya.
3.      Bagaimana berkomunikasi dengan pesaing. Ini juga menjadi ruang lingkup di dalam komunikasi pemasaran. Karena sebuah perusahaan haruslah melihat dan memperhitungkan para pesaingnya. Sebab dalam dunia bisnis, memiliki banyak pesaing adalah hal yang wajar, untuk itu produsen haruslah bisa berkomunikasi dengan pesaing-pesaingnya untuk mengetahui strategi apa saja yang dapat dilakukan dalam memasarkan produk kepada konsumen.

Kebutuhan Manusia
Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan dalam hidupnya. Dimana keduanya saling terkait dan beriringan. Dimana ketika seseorang menginginkan sesuatu maka dia akan berusaha untuk memenuhi keinginan tersebut. Misal : lapar dan ingin makan nasi. Karena keinginan tersebut, maka kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan memakan nasi.
*      Keinginan       : abstrak => artinya tidak nyata atau tidak bisa dilihat. Bahwa keinginan itu adalah suatu hal yang tidak bisa dilihat, diukur, dan tak berwujud. Misal : ingin memakan nasi.
*    Kebutuhan      : konkrit => berarti nyata atau bisa dilihat. Karena yang namanya  
 kebutuhan itu adalah sesuatu hal yang nyata dan dapat dilihat. Misal : makanan, pakaian,
 dan rumah, adalah contoh-contoh benda yang memiliki bentuk fisik yang nyata dan dapat
 dilihat. Misal : manusia memenuhi kebutuhan untuk makan nasi.

*   Abraham Maslow membagi kebutuhan menjadi :
1.      Kebutuhan dasar
Kebutuhan dasar ini harus segera dipenuhi karena ini merupakan kebutuhan mendasar dari manusia demi kelangsungan hidupnya. Dan apabila tidak dipenuhi makan manusia akan sulit bertahan hidup. Misal : kebutuhan untuk makan.
a.       Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Misal : kebutuhan untuk makan, pakaian, dan rumah.
b.      Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Misal : perabotan rumah tangga (dipenuhi jika sudah memiliki rumah).
c.       Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan mewah yang bisa ditunda, bisa dipenuhi jika kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi. Misal : kebutuhan akan mobil mewah, kapal pesiar, dan sebagainya.
2.      Kebutuhan keamanan
Kebutuhan manusia akan rasa aman atau kondisi yang bisa membuat manusia merasa aman. Misal : bebas dari ancaman, bebas dari penjajahan, bebas dari teror, bebas dari segala macam gangguan, dan lain sebagainya..
3.      Kebutuhan sosial
Kebutuhan ini menyangkut kehidupan sosial seseorang. Bahwa manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya juga membutuhkan orang lain. Karena manusia tidak dapat hidup sendiri.
4.      Aktualisasi diri
Kebutuhan ini berkaitan erat dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri. Bagaimana seseorang mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Sehingga dengan aktualisasi diri, seseorang akan bisa memanfaatkan faktor potensialnya secara sempurna.

*        Ada 4 bentuk komunikasi, antara lain :
1.         Komunikasi personal, terbagi 2 :
·         Komunikasi intrapersonal, yaitu proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. Sadar atau tidak, setiap detiknya kita selalu melakukan komunikasi intrapersonal. Misalnya ketika kita ingin membeli baju di sebuah toko, lalu kita bertanya di dalam hati, “kira-kira bagus nggak ya?” nah percakapan yang kita lakukan di dalam hati itu merupakan salah satu contoh komunikasi intrapersonal, dimana kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri.
·         Komunikasi interpersonal, yaitu proses penyampaian pesan antara seseorang dengan satu atau dua orang lainnya secara tatap muka (langsung) dan ada umpan balik (feedback). Misalnya : percakapan dua orang sahabat, percakapan suami isteri.
2.    Komunikasi kelompok
Yaitu komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok. Misalnya, dalam rapat, pertemuan, diskusi, dan sebagainya.
*    Komunikasi kelompok terbagi atas :
·         Small group communication, yaitu komunikasi kelompok kecil hanya terdiri dari beberapa orang saja, lebih mudah menemukan solusi karena jumlah orang yang tidak besar. Misalnya dalam ruang kuliah, ceramah, diskusi, rapat, dan lain-lain.

·         Large group communication, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam kelompok yang lebih besar dan anggotanya lebih banyak daripada komunikasi kelompok kecil.

3.         Komunikasi organisasi
Yaitu proses komunikasi dan hubungan timbal balik antar individu dalam konteks organisasi, dimana adanya saling kebergantungan antara sesama anggota organisasi.

4.         Komunikasi massa
Yaitu pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Komunikasi massa bersifat satu arah, menjangkau khalayak yang banyak, dan membidik sasaran tertentu (segmentasi). Misalnya, komunikasi melalui televisi, radio, surat kabar, dan lain-lain.

Secara umum, komunikasi ada yang berbentuk verbal dan non verbal.
Komunikasi verbal ialah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan secara lisan maupun tertulis dengan menggunakan media tertentu.
Sedangkan komunikasi non verbal yaitu penyampaian pesan tanpa kata-kata namun menggunakan gerakan-gerakan tubuh (bahasa tubuh).
*        Bentuk-bentuk komunikasi non verbal, antara lain :
a.              Ekspresi wajah dan mata. Terkadang jika kita ingin melihat ekspresi seseorang
yang paling jujur maka lihatlah wajahnya terutama matanya. Karena mata tidak pernah bisa berbohong. Melihat ke kedalaman mata seseorang juga bisa membuat kita mengerti apa yang sedang ia rasakan. Dari eskpresi wajah dan mata kita bisa membaca ekspresi sedih, bahagia, cemas, murung, ketakutan, dan lain sebagainya.
b.      Gerakan tubuh atau posisi tubuh. Hal ini juga merupakan bentuk komunikasi. Ketika seseorang membalikkan badan saat sedang berbicara bisa dimaknai dengan marah atau tidak setuju.
c.       Karakteristik suara. Intonasi yang datar atau ada sedikit tekanan akan memiliki makna yang berbeda. Adanya perubahan dari nada suara akan menimbulkan perubahan pada arti kalimat yang diucapkan.
d.      Penampilan. Identitas seseorang biasanya terbaca dari penampilannya. Sehingga penampilan terkadang akan memberikan kesan adanya perbedaan kelas sosial, kebiasaan, sikap, dan lain sebagainya. Orang yang berpenampilan urakan tentu akan menimbulkan kesan yang berbeda dengan orang yang berpenampilan bersih dan rapi.
e.       Sentuhan. Sentuhan juga merupakan salah satu dari bentuk komunikasi non verbal. Dari sentuhan tangan misalnya, itu bisa bermakna persahabatan jika kita menjabat dengan sopan dan sentuhan bisa menyebabkan permusuhan apabila kita menggunakan sentuhan tangan untuk menampar atau memukul seseorang. Karena setiap sentuhan yang kita lakukan pada orang lain pasti memiliki makna.
f.       Penggunaan jarak dan waktu. Kita berkomunikasi pada jarak jauh dengan jarak dekat tentu akan berbeda komunikasi yang terjadi. Komunikasi melalui telepon, sms, video conference, atau bertatap muka secara langsung juga akan memiliki makna yang berbeda.
Komunikasi intinya sama bahasa dan sama makna. Artinya, dalam berkomunikasi antara komunikator dan komunikan haruslah terjalin kesepahaman dan saling memahami akan maksud dari pesan yang ingin disampaikan. Sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada komunikannya tidak di salah artikan atau terjadi kesalahpahaman makna.
Konsep dasar pemasaran adalah bagaimana memberikan / menjaga kepuasan pelanggan (konsumen). Artinya sebagai produsen, hal yang paling krusial adalah bagaimana menjaga konsumennya agar tidak berpaling pada pesaing yang lain. Jadi penting bagi seorang produsen memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat memuaskan konsumennya. Dan apabila konsumen sudah merasa puas, selanjutnya yang harus dilakukan produsen adalah menjaga agar kepuasan tersebut terus dirasakan oleh konsumen.
*        Bovee dan Thill (2003), untuk mendapatkan bagaimana kita mengetahui keadaan pelanggan dengan menganalogikan :
A  =  Analize, yaitu menganalisis pelanggan. Misalnya, latar belakang pelanggan.
U  =  Understand, yaitu mengerti dan memahami apa yang diinginkan atau sedang   
         dibutuhkan oleh konsumen.
            D  =  Demographies, yaitu menyangkut wilayah dan persebaran geografis tempat tinggal
         konsumen.
 I  =  Interest, yaitu melihat apa yang sedang dibutuhkan atau dianggap penting oleh
        konsumen.
 E = Environment, yaitu dengan melihat keadaan atau kondisi lingkungan sekitar.
       Produsen atau pemasar haruslah melihat siapa yang akan menjadi pesaingnya.  
       Sehingga dapat menyusun strategi-strategi bagaimana cara menarik konsumen dan
       bisa bersaing dengan pesaing-pesaing yang lain.
  N = Needs, yaitu kebutuhan konsumen. Produk jenis apa dan bagaimana yang
       dibutuhkan  konsumen.
   C = Customize
   E = Expectation, yaitu produk seperti apa yang diharapkan oleh konsumen. Dengan
        mengetahui produk seperti apa yang diharapkan oleh konsumen, maka produsen
        akan dengan mudah memasarkan produk yang sesuai dengan keinginan dan
        kebutuhan konsumennya.

*        Ada 6 tahapan untuk menjaga pelanggan / konsumen, yaitu :
1.      Tentukan siapa pelanggan kita. Seorang produsen haruslah melakukan riset pasar untuk dapat menentukan siapa yang menjadi pelanggan nya. Dengan begitu produsen dapat menentukan strategi-strategi apa saja yang dapat dilakukan untuk menarik konsumen dan dapat terus menjaga konsumen tersebut agar tidak berpaling kepada pesaing yang lain.
2.      Siapa yang memiliki minat dan kemampuan. Konsumen yang sudah kita tentukan dan ketahui tadi, harus kita cek lagi siapa yang berminat dan mampu untuk menjadi pelanggan atau konsumen kita.
3.      Menjaga kepuasan si pembeli pertama. Pembeli yang pertama kali membeli produk kita haruslah diutamakan dan dijaga perasaannya, serta dipenuhi apa yang menjadi keinginannya. Karena biasanya seorang pembeli pertama apabila sudah merasa cocok dengan produk dan pelayanan yang diberikan oleh penjualnya maka tidak akan mudah berpaling pada penjual atau pesaing yang lain.
4.      Menjadikan  si pembeli pertama untuk membeli berulang-ulang. Penjual harus memastikan agar si pembeli pertama merasa puas dan akan terus membeli produknya.
5.      Menjadikan si pembeli pertama untuk menjadi klien. Setelah si pembeli pertama tersebut menjadi pelanggan setia kita, maka yang selanjutnya harus dilakukan adalah bagaimana mengajak dan membujuk si pembeli pertama tersebut untuk mau menjadi klien kita.
6.      Menjadikan si pembeli pertama sebagai member atau anggota.

Segmentasi Pasar
Pride dan Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian
pasar keseluruhan menjadi kelompok-kelompok pasar yang terdiri dari orang-orang yang
secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa. Kita perlu mengidentifikasi dan
memanfaatkan peluang yang muncul di pasar. Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam
sebuah bisnis dan pemasaran.

*        Ada 4 segmen pasar, antara lain :
1.      Berdasarkan letak geografis. Segmentasi ini membagi pasar sesuai dengan letak geografisnya. Seperti berdasarkan negara, provinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah ataupun kawasan. Dengan segmentasi ini, para pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produknya harus dipasarkan.
2.      Berdasarkan letak demografis. Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produknya harus ditawarkan. Untuk itu, para pemasar harus melihat letak demografis konsumen. Misal umur, jenis kelamin, siklus kehidupan keluarga, tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, dan sebagainya.
3.      Berdasarkan faktor psikologis. Pada segmentasi ini, pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan apa yang disukai konsumen. Misal warna kesukaan. Juga berdasarkan status sosial (golongan elite, menengah, atau rendah), gaya hidup (modern, tradisional, boros, hemat atau mewah), dan kepribadian (penggemar atau pemerhati suatu produk tertentu).
4.      Berdasarkan faktor kebiasaan. Segmentasi ini mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk.

*        Manfaat melakukan segmentasi pasar, diantaranya :
-          Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
-          Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
-          Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
-          Mendapatkan input mengenai posisi kita sebagai produsen dan persaingan di pasar.
-          Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi pemasaran selanjutnya.
-          Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen yang lainnya.
-          Dapat digunakan untuk mengetahui sifat dari masing-masing segmen.
-          Dapat digunakan untuk memilih segmen manakah yang potensinya paling besar.

*        Ada 3 sasaran dalam pemasaran, yaitu sasaran individu, kelompok, dan massa.

Merancang Komunikasi Pemasaran
Stimuli pemasaran, yaitu merangsang persepsi konsumen. Jadi stimuli ini dilakukan untuk merangsang persepsi konsumen agar mau membeli produk yang dipasarkan.
*        Ada 2 teori mengenai stimuli ini :
1.      S-R (Stimulus - Respon) => artinya begitu si pembeli mendapatkan stimulus untuk membeli produk, langsung direspon. Pada teori ini, si pembeli yang mendapatkan stimulus langsung merespon pesan tanpa di organisir terlebih dahulu.
2.      S-O-R (stimulus - Organizing - Respon ) => begitu si pembeli mendapatkan stimulu, di organizing (dicerna) terlebih dahulu. Artinya tidak langsung diterima, dipikirkan dahulu baik dan buruknya. Baru setelah itu di respon.
*        Perilaku berubah disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1.      Faktor genetik, yaitu faktor yang ada pada manusia. Ada yang bertahan dan ada juga yang berkembang.
2.      Faktor kepribadian, yaitu faktor ini juga dapat menyebabkan perubahan perilaku. Misalnya dulunya agak tomboy sekarang menjadi lebih feminine. Tentunya perilakunya juga akan berubah.
3.      Faktor lingkungan, yaitu perubahan perilaku yang disebabkan oleh kondisi lingkungan sekitar. Misalnya di lingkungan sekitar sedang ramai-ramainya menyukai style korea. Lama kelamaan hal itu tentu akan tertular pada kita.

*        Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pendapat konsumen :
-          Latar belakang
-          Faktor biologis
-          Faktor psikologis. Faktor ini dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh di masa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang.
-          Faktor sosial. Bagaimana keadaan sosialnya juga akan mempengaruhi konsumen dalam memutuskan membeli suatu produk.
-          Faktor isu/situasi
-          Faktor sikap

*        Ada 5 faktor kegagalan dalam komunikasi pemasaran :
a.       Gagal mengenai sasaran. Kegagalan yang paling sering dialami oleh para pemasar adalah produk yang ditawarkan kurang mengenai target pasar. Sehingga dapat dipastikan jika penawaran yang disampaikan belum berhasil atau mampu menarik minat dan perhatian konsumen. Untuk itu, sebelum mengkomunikasikan produk kita ke pasaran, lakukanlah riset pasar terlebih dulu untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen agar dapat menciptakan produk yang benar-benar berkualitas dan memenuhi tingkat kebutuhan pasar yang telah ditentukan.
b.      Kurang dapat menyakinkan pasar. Konsumen bukanlah orang yang dengan mudahnya mempercayai sebuah produk tanpa adanya bukti nyata. Oleh sebab itu, produsen atau pemasar sebaiknya melampirkan data-data untuk memperkuat penawaran kepada konsumen. Misalnya dengan melampirkan beberapa data konsumen atau klien yang pernah menggunakan produknya dan merasa puas. Lengkapi juga dengan testimoni dari mereka agar konsumen semakin merasa yakin dengan kualitas produk yang ditawarkan.
c.       Tidak memberikan solusi. Dalam memasarkan produk, para pelaku pasar cenderung lebih fokus untuk menginformasikan jenis pelayanan atau produk apa saja yang ditawarkan dan pemasar juga lebih senang menyampaikan kelebihan produk yang ditawarkan daripada menyampaikan keuntungan yang didapatkan para konsumen. Sehingga banyak konsumen yang tidak tertarik dengan penawaran yang disampaikan. Karena dari produk tersebut konsumen tidak menemukan sebuah solusi yang mereka butuhkan. Jadi, sebaiknya berilah solusi bagi setiap permasalahan konsumen.
d.      Jangan terlalu banyak berkomunikasi. Kegagalan bisa terjadi apabila pelaku pasar menggunakan strategi pemasaran yang berlebihan. Komunikasi yang berlebihan hanya akan membuat konsumen merasa bingung, sebenarnya apa inti pesan yang akan disampaikan. Sebab, informasi yang berlebihan akan menyamarkan inti pesan yang ingin dikomunikasikan kepada para konsumen. Jadi, lebih baik tawarkan produk dengan bahasa yang padat dan jelas, sehingga konsumen dapat menyerap semua informasi yang disampaikan dan segera mengambil tindakan. Misal dengan langsung membelinya.
e.       Pesan utama tidak tersampaikan. Artinya pesan utama yang ingin disampaikan oleh para pemasar tidak tersampaikan dengan baik kepada konsumen. Dan bisa dipastikan konsumen belum paham dengan informasi yang produsen atau pemasar berikan serta membutuhkan penjelasan yang lebih rinci. Komunikasi boleh singkat asalkan pesan utama yang ingin disampaikan dapat dimengerti oleh para konsumen.

Hambatan-hambatan dalam komunikasi pemasaran

*        Hambatan-hambatan komunikasi terbagi kepada 4 :
1.      Hambatan pada sumber. Biasanya terjadi pada perumusan-perumusan tujuan yang kurang jelas. Hal ini terjadi karena kurangnya focus pada keuntungan yang ingin diraih.
2.      Hamabatan pada proses encoding. Hal ini bisa terlihat lebih kepada perancang iklan yang lebih kepada iklan kreatif. Sehingga maksud dari pemasaran sebuah produk tidak tersampaikan.
3.      Hambatan dalam transmisi pesan. Salah satu yang menentukan sasaran konsumen dalam memilih saluran media.
4.      Hambatan dalam proses decoding. Umumnya konsumen akan menolak iklan yang tidak menarik minat. Ada juga faktor ketidakpercayaan (kredibel), juga karena terlalu sering, membuat konsumen menjadi kesal.
*        3 Hal yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran :
1.      Meningkatkan orientasi pada nilai
2.      Meningkatkan kebutuhan akan akses informasi
3.      Mendesain produk agar sesuai dengan konsumen



*         Faktor yang turut berpengaruh pada efektivitas komunikasi pemasaran :
-          Semakin besar pengaruh sumber pada penerima, maka besar pula dampak dan perubahan si penerima, sesuai dengan yang dikehendaki sumber pesan.
-          Komunikasi berdampak lebih kuat apabila pesan yang disampaikan cocok/sesuai dengan opini dan keyakinan si penerima.
-          Komunikasi cenderung lebih efektif kalau sumber dianggap punya keahlian, status tinggi, bersifat objektif/lebih disenangi, terlebih lagi kalau si sumber mempunyai kekuasaan.

Bauran Pemasaran
Baluran pemasaran ialah kumpulan dari variable-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam
Menurut Kotler, baluran pemasaran yaitu sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk meyakinkan objek pemasaran / target pasar yang dituju.
Menurut William J.Stantan, baluran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel / kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4  faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion.
1.      Product
Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud maupun tidak berwujud) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
2.      Price
Sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk membeli produk atau mengganti hak milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.

3.      Place
Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk. Tempatnya dapat berupa outlet maupun yang non outlet (misal: rumah sakit).
4.      Promotion
Berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu iklan, promosi penjualan, penjualan tatap muka dan hubungan masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

*    Variabel promosi / bauran komunikasi pemasaran :
a.       Advertising, yaitu semua bentuk presentasi non personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b.      Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa. Biasanya promosi ini dilakukan di mall atau tempat-tempat umum.
c.       Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d.      Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan. Interaksi dilakukan dengan door to door. Meskipun sekarang, promosi seperti ini sudah kurang berhasil, dikarenakan banyak konsumen yang merasa terganggu jika didatangi ke rumah.
e.       Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung non personal lainnya.




Selanjutnya, bauran pemasaran terbagi lagi menjadi 8 Ps , yaitu :

1.      Process
Kualitas sebuah perusahaan sangat bergantung kepada proses penyampaian jasa kepada konsumen. Seluruh operasional perusahaan harus dijalankan dengan sistem dan prosedur yang baik, sehingga proses penyampaian nantinya kepada konsumen dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
2.      People
Yaitu orang yang memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan, khususnya yang bergerak dibidang pelayanan jasa karena terlibat langsung dengan pelayanan konsumen. People menentukan loyalitas konsumen karena dapat melakukan interaksi secara langsung dan memberikan penilaian tentang profesionalitas, pemenuhan kepuasan konsumen, dan lain-lain.
3.      Policy
Kebijakan di suatu negara, atau wilayah yang dapat menghambat atau justru memperlancar pemasaran yang dilakukan oleh produsen atau pemasar. Misalnya ada kebijakan pemerintah yang melarang konsumsi rokok. Tentunya kebijakan tersebut akan sangat merugikan para produsen dan pemasar rokok tersebut.
4.      Physical evidance (bukti fisik)
Pemasaran melalui media internet tidak secara fisik tampak, baik produk atau jasa, sehingga bukti fisik diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen. Bukti fisik dapat berupa bangunan perusahaan, produk fisik yang ditawarkan, cat nya yang bagus, dan sebagainya.








Media Massa dan Pemasaran

Menurut Dennis Mc Quail, media massa sebagai :

·         Jendela
Artinya media membuka cakrawala dengan menyajikan realitas dalam berita yang apa adanya. Ketika kita melihat media sama hal nya dengan ketika kita membuka jendela kamar. Apapun yang ada di depan maka akan terlihat dengan jelas dan apa adanya.
·         Cermin
Artinya apapun yang terjadi di masyarakat maka akan diberitakan di media massa. Makanya media massa diibaratkan seperti kita melihat cermin. Apa yang ada dihadapan cermin itulah yang terlihat. Begitu pula dengan media massa yang diibaratkan seperti cermin.
·         Kiper
Artinya media massa tidak secara mentah menerima segala informasi yang ada, namun informasi-informasi tersebut di saring terlebih dahulu, dan informasi yang di anggap pentinglah yang akan di beritakan di media.
·         Penunjuk arah
Disini media massa sebagai penerjemah (guide) atau pembimbing. Media mengkonstruksi realitas sesuai dengan kebutuhan khalayak.
·         Forum untuk mempresentasikan berbagai informasi / ide-ide kepada khalayak
Media berperan untuk menyampaikan berbagai informasi maupun ide-ide kepada khalayak yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan khalayak.
·         Interlukator
Media disini berperan sebagai teman bicara. Yang menemani khalayak apabila sedang merasa bosan dan dapat menghibur khalayak dengan tayangan-tayangan yang menarik.





*        Pentingnya komunikasi pemasaran lintas budaya

1.      Etnosentrisme, yaitu memaksa budaya lain untuk memahami apa yang kita percayai dan menganggap budaya kita lebih baik daripada budaya lain. Sebenarnya etnosentrisme ini baik jika sewajarnya saja, karena sikap ini bagaimana kita mencintai budaya sendiri. Namun jika berlebihan justru dapat memicu konflik budaya.

2.      Stereotipe, yaitu prasangka/dugaan-dugaan positif atau negatif tentang budaya lain. Stereotipe ini menggeneralkan suatu budaya karena pengalaman masa lalu atau karena mendengar dari orang lain. Misalnya, orang bilang kalau orang batak itu kasar atau banyak yang bilang kalau orang Padang itu pelit, atau orang Jawa itu lembut.

Cultural Imperialisme
Yaitu penjajahan dilakukan melalui budaya. Misalnya orang barat yang mencoba menjajah bangsa Indonesi melaluia teknologi, makanan, dan sumber daya yang lainnya. Sehingga kita bergantung kepada mereka dan sedikit banyak budaya kita mengalami pergeseran dan terpengaruh oleh budaya mereka.

Menurut Hariani, untuk menghindari aksi etnosentrisme dalam komunikasi dapat dipergunakan beberapa hal sebagai berikut :

1.      Menerapkan azas kesamaan, “tidak ada budaya yang imperior dan superior” atau “tidak ada budaya yang salah / budaya yang benar.”
2.      Menerapkan kaidah emas, yaitu memperlakukan orang lain seperti apa yang ingin kita diperlakukan. Artinya kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin orang lain memperlakukan kita. Mencoba menempatkan posisi pada diri kita sendiri.
3.      Menerapkan kaidah timah, yaitu memperlakukan orang lain sebagaimana orang lain ingin diperlakukan. Artinya kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan. Kita mencoba menempatkan diri pada posisi orang lain.


Peranan Komunikasi Persuasif dalam Pemasaran
Istilah komunikasi persuasive bersumber pada perkataan latin yaitu persuasion yang kata kerjanya adalah persuaderen yang berarti membujuk, mengajak, atau merayu.
 Ada 4 prinsip dasar dalam komunikasi persuasif yang dapat menentukan efektivitas dan keberhasilan komunikasi pemasaran :
1.      Prinsip pemaparan yang selektif, yaitu produsen selektif dalam memilih media massa mana yang ingin dipakai untuk memasarkan produknya. Misalnya memilih media massa yang banyak diminati konsumen.
2.      Prinsip partisipasi audiens, yaitu berusaha mencari partisipasi konsumen.
3.      Prinsip suntikan, yaitu memasarkan produknya dengan terus menyuntikkan iklan kepada konsumen hingga terpengaruh untuk membeli produk tersebut.
4.      Prinsip perubahan yang besar

Tidak ada komentar: